Menu ✖

Mode Gelap
Empat Pejabat Tinggi Negara Turun ke Nabire, Tertibkan Tambang Emas Ilegal Natalius Pigai: Keberhasilan Pembangunan HAM Harus Dirasakan Langsung oleh Rakyat Meki–Deinas: Ketika Langit dan Gunung Bertemu Pastor Berusia 36 Tahun Ditemukan Meninggal di Kolam Renang Kuala Kencana Sempat Viral Pimpin Upacara Hardiknas, Deki Degei Berterima Kasih kepada Gubernur Papua Tengah Papua Tengah Terang untuk Sugapa, Listrik Gratis 24 Jam Ditargetkan Mulai Desember 2026

Headline

Disdikbud Papua Tengah Menciptakan Pendidikan Yang Berkualitas dan Merata

Etty Welerbadge-check


					Disdikbud Papua Tengah Menciptakan Pendidikan Yang Berkualitas dan Merata Perbesar

NABIRE – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Papua Tengah telah menyelenggarakan Rapat Koordinasi (Rakor) untuk mengimplementasikan, mengevaluasi dan menyinkronkan program-program prioritas bidang pendidikan pada hari Kamis, (30/10/225) di Nabire.

Img 20251031 wa0018

Menurut Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdikbud Papua Tengah, Nurhaida Meki Nawipa, SE, rakor tersebut pihaknya melibatkan UPT Kemdikbudristek (Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi) serta Dinas Pendidikan dari delapan kabupaten di Papua Tengah diantaranya Nabire, Mimika, Paniai, Dogiyai, Deiyai, Intan Jaya, Puncak Jaya, dan Puncak.

Img 20251031 wa0016

“Kami mendorong sinergi antara Disdikbud Provinsi dan Dinas Pendidikan di delapan kabupaten untuk menciptakan pendidikan yang berkualitas dan merata,” kata Nurhaida Meki Nawipa.

Akhir dari pertemuan, pihaknya telah melaksanakan penandatangan perjanjian kerjasama antara Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Tengah dan delapan Kepala Dinas Pendidikan dari delapan kabupaten.

“Hal itu merupakan turunan dari kerjasama pak Gubernur dan delapan bupati tentang penyelenggaraan pendidikan di delapan kabupaten se provinsi Papua Tengah,” katanya.

 

Salah satu keputusannya ialah perlu ada Pergub tentang penetapan Hari Kamis sebagai hari wajib menggunakan Noken dan hari wajib Berbahasa Daerah.

Hal itu merupakan sebuah rujukan dari Noken telah diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda oleh UNESCO pada tahun 2012, sehingga perlindungan terhadapnya menjadi hal yang penting.

Img 20251031 wa0020

Kebijakan ini bertujuan untuk membangkitkan kebanggaan identitas budaya masyarakat asli Papua dan mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif yang berbasis tradisi lokal. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Operasi Sarang Narkoba di Kampung Vietnam, Polda Papua dan BNN Amankan 10 Orang

25 Oktober 2026 - 05:24 WIB

IMG 20261025 WA0009

Diduga Korban Tabrak Lari, Pria 31 Tahun Ditemukan Meninggal di Jalan Poros Mapurujaya

25 Oktober 2026 - 05:15 WIB

IMG 20261025 WA0004

Dinsos Deiyai Buka Pendaftaran Perlinsos hingga 31 Oktober 2026, Siapkan Data Bansos 2027

25 Oktober 2026 - 05:11 WIB

IMG 20261025 WA0000

OPINI : BEREBUT EMAS DI MAKIMI, MASYARAKAT ADAT DAPAT APA?

24 Oktober 2026 - 11:55 WIB

WhatsApp Image 2026 10 24 at 04.29.28

Bawaslu Mimika Buka Ruang Kritik, Siapkan Lima Agenda Penguatan Pengawasan

24 Oktober 2026 - 11:09 WIB

IMG 20261024 WA0085
Trending di Headline