Menu ✖

Mode Gelap
Empat Pejabat Tinggi Negara Turun ke Nabire, Tertibkan Tambang Emas Ilegal Natalius Pigai: Keberhasilan Pembangunan HAM Harus Dirasakan Langsung oleh Rakyat Meki–Deinas: Ketika Langit dan Gunung Bertemu Pastor Berusia 36 Tahun Ditemukan Meninggal di Kolam Renang Kuala Kencana Sempat Viral Pimpin Upacara Hardiknas, Deki Degei Berterima Kasih kepada Gubernur Papua Tengah Papua Tengah Terang untuk Sugapa, Listrik Gratis 24 Jam Ditargetkan Mulai Desember 2026

Headline

Massa SPJ Datangi Kantor DPRK Mimika, Sampaikan Tujuh Tuntutan 

Etty Welerbadge-check


					Massa SPJ Datangi Kantor DPRK Mimika, Sampaikan Tujuh Tuntutan  Perbesar

TIMIKA – Ratusan massa yang tergabung dalam Solidaritas Peduli Jila (SPJ) melakukan aksi demo ke Kantor DPRK Mimika pada Rabu (17/12/2025).

Dalam aksi demo tersebut massa menyampaikan tujuh (7) tuntutan ke DPRK Mimika, diantaranya :

1.Presiden Republik Indonesia segera tarik Militer dari distrik Jila.

2.  Komnas HAM Republik Indonesia segera datang di  distrik Jila.

3. Kami masyarakat Amugme menuntut dengan tegas, segerah cabut pemetaan zona merah di seluruh wilayah adat Amungsa dari Jigimugi
Sampai Jelamatagal.

4. Negara wajib menjamin hak asasi masyarakat sipil.

5. Militer wajib menjalankan Hukum-Humaniter.

6. Pemerintah Kabupaten Mimika segera, ciptakan suasana damai di Jila  agar rakyat bisa mengikuti perayaan Natal  dan Tahun Baru dalam suasana damai.

7. DPRK Kabupaten Mimika segera bentuk Pansus kemanusiaan khususnya di Distrik Jila.

Seusai melakukan aksi, Eli Dolame saat ditemui menegaskan agar militer organik dan non organik segera ditarik, mengingat hingga saat ini masyarakat di Jila hidup dalam ketakutan dan mengungsi ke ibu kota Distrik.

“Kami lakukan aksi hari ini supaya segera tarik militer organik dan non organik dari Jila. Militer jalankan operasi di Distrik Jila itu tidak sesuai SOP, akan tetapi malah membuat masyarakat trauma,” ujarnya.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Fransisca Pinimet selaku aktivitas HAM, agar Presiden Prabowo Subianto segera tarik militer organik dan non organik dari Jila.

“Kehadiran militer membuat ketakutan,sehingga seluruh warga harus melarikan diri ke hutan, bahkan 10 warga hingga saat ini belum ditemukan,”ujarnya.

Menyikapi hal tersebut Ketua Komisi II, Dolfin Beanal dengan didampingi sejumlah anggota DPRK lainnya menyatakan siap mengawal aspirasi yang telah disampaikan dan mendorong pembentukan pansus dan berkolaborasi dengan Pansus kemanusiaan Provinsi Papua Tengah.

“Pansus ini juga akan diupayakan agar melibatkan TNI-Polri,”katanya. (IT)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Operasi Sarang Narkoba di Kampung Vietnam, Polda Papua dan BNN Amankan 10 Orang

25 Oktober 2026 - 05:24 WIB

IMG 20261025 WA0009

Diduga Korban Tabrak Lari, Pria 31 Tahun Ditemukan Meninggal di Jalan Poros Mapurujaya

25 Oktober 2026 - 05:15 WIB

IMG 20261025 WA0004

Dinsos Deiyai Buka Pendaftaran Perlinsos hingga 31 Oktober 2026, Siapkan Data Bansos 2027

25 Oktober 2026 - 05:11 WIB

IMG 20261025 WA0000

OPINI : BEREBUT EMAS DI MAKIMI, MASYARAKAT ADAT DAPAT APA?

24 Oktober 2026 - 11:55 WIB

WhatsApp Image 2026 10 24 at 04.29.28

Bawaslu Mimika Buka Ruang Kritik, Siapkan Lima Agenda Penguatan Pengawasan

24 Oktober 2026 - 11:09 WIB

IMG 20261024 WA0085
Trending di Headline