Menu ✖

Mode Gelap
Papua Tengah Terang untuk Sugapa, Listrik Gratis 24 Jam Ditargetkan Mulai Desember 2026 Komite IV DPD RI Evaluasi Realisasi TKD dan Dana Otsus di Papua Papua di Ambang Pintu Neraka atau Surga: Refleksi Kemanusiaan atas Konflik dan Perdamaian Isu Reshuffle Kabinet, Natalius Pigai: Saya Tak Pernah Bermimpi Jadi Menteri TNI AD dan DPD RI Turun Tangan Atasi Masalah Infrastruktur Daerah Komite IV DPD RI Rampungkan Uji Kelayakan 23 Calon Anggota BPK RI

Headline

Massa SPJ Datangi Kantor DPRK Mimika, Sampaikan Tujuh Tuntutan 

Etty Welerbadge-check


					Massa SPJ Datangi Kantor DPRK Mimika, Sampaikan Tujuh Tuntutan  Perbesar

TIMIKA – Ratusan massa yang tergabung dalam Solidaritas Peduli Jila (SPJ) melakukan aksi demo ke Kantor DPRK Mimika pada Rabu (17/12/2025).

Dalam aksi demo tersebut massa menyampaikan tujuh (7) tuntutan ke DPRK Mimika, diantaranya :

1.Presiden Republik Indonesia segera tarik Militer dari distrik Jila.

2.  Komnas HAM Republik Indonesia segera datang di  distrik Jila.

3. Kami masyarakat Amugme menuntut dengan tegas, segerah cabut pemetaan zona merah di seluruh wilayah adat Amungsa dari Jigimugi
Sampai Jelamatagal.

4. Negara wajib menjamin hak asasi masyarakat sipil.

5. Militer wajib menjalankan Hukum-Humaniter.

6. Pemerintah Kabupaten Mimika segera, ciptakan suasana damai di Jila  agar rakyat bisa mengikuti perayaan Natal  dan Tahun Baru dalam suasana damai.

7. DPRK Kabupaten Mimika segera bentuk Pansus kemanusiaan khususnya di Distrik Jila.

Seusai melakukan aksi, Eli Dolame saat ditemui menegaskan agar militer organik dan non organik segera ditarik, mengingat hingga saat ini masyarakat di Jila hidup dalam ketakutan dan mengungsi ke ibu kota Distrik.

“Kami lakukan aksi hari ini supaya segera tarik militer organik dan non organik dari Jila. Militer jalankan operasi di Distrik Jila itu tidak sesuai SOP, akan tetapi malah membuat masyarakat trauma,” ujarnya.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Fransisca Pinimet selaku aktivitas HAM, agar Presiden Prabowo Subianto segera tarik militer organik dan non organik dari Jila.

“Kehadiran militer membuat ketakutan,sehingga seluruh warga harus melarikan diri ke hutan, bahkan 10 warga hingga saat ini belum ditemukan,”ujarnya.

Menyikapi hal tersebut Ketua Komisi II, Dolfin Beanal dengan didampingi sejumlah anggota DPRK lainnya menyatakan siap mengawal aspirasi yang telah disampaikan dan mendorong pembentukan pansus dan berkolaborasi dengan Pansus kemanusiaan Provinsi Papua Tengah.

“Pansus ini juga akan diupayakan agar melibatkan TNI-Polri,”katanya. (IT)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

HMI Cabang Mimika dan GPII Papua Tengah Bagikan 150 Masker Gratis, Desak Pemkab Antisipasi Dampak Kabut Asap

11 Oktober 2026 - 02:43 WIB

IMG 20261011 114058

Papua Tengah Terang untuk Sugapa, Listrik Gratis 24 Jam Ditargetkan Mulai Desember 2026

11 Oktober 2026 - 02:09 WIB

IMG 20261011 WA0025

Mimika Genap 30 Tahun, Keluarga Perintis Pemekaran Pertanyakan Pengakuan atas Jasa Orang Tua “Jangan Dihapus dari Sejarah”

10 Oktober 2026 - 07:22 WIB

IMG 20261010 WA0011

Polres Mimika Dorong Pelajar SMP Negeri 10 Manfaatkan Peluang Beasiswa SMA Kemala Taruna Bhayangkara

10 Oktober 2026 - 06:37 WIB

IMG 20261010 WA0009

Pria Ditemukan Meninggal Dunia di Sebuah Kamar Hotel, Polisi Lakukan Penyelidikan

10 Oktober 2026 - 06:32 WIB

IMG 20261010 WA0007
Trending di Headline