Menu ✖

Mode Gelap
Empat Pejabat Tinggi Negara Turun ke Nabire, Tertibkan Tambang Emas Ilegal Natalius Pigai: Keberhasilan Pembangunan HAM Harus Dirasakan Langsung oleh Rakyat Meki–Deinas: Ketika Langit dan Gunung Bertemu Pastor Berusia 36 Tahun Ditemukan Meninggal di Kolam Renang Kuala Kencana Sempat Viral Pimpin Upacara Hardiknas, Deki Degei Berterima Kasih kepada Gubernur Papua Tengah Papua Tengah Terang untuk Sugapa, Listrik Gratis 24 Jam Ditargetkan Mulai Desember 2026

Headline

Edukasi HIV/AIDS Harus Dimulai dari Rumah, Agama, dan Kepedulian pada Masa Depan Papua

Etty Welerbadge-check


					Edukasi HIV/AIDS Harus Dimulai dari Rumah, Agama, dan Kepedulian pada Masa Depan Papua Perbesar

NABIRE – Lonjakan jumlah kasus HIV/AIDS di Provinsi Papua Tengah menjadi perhatian serius berbagai pihak. Berdasarkan data Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P2KB) Provinsi Papua Tengah hingga Desember 2024, jumlah akumulatif kasus HIV/AIDS di Papua Tengah telah mencapai 22.868 kasus, dengan 12.272 di antaranya adalah perempuan.

Namun, data terbaru menunjukkan peningkatan yang signifikan. Ketua KPA Provinsi Papua Tengah, Freny Anouw, menyampaikan bahwa saat ini kasus HIV/AIDS telah melonjak menjadi lebih dari 23.861 kasus.

“Dulu masih di bawah 22 ribu. Sekarang sudah naik ke atas 23 ribu. Ini harus menjadi peringatan bagi kita semua,” ujarnya Anouw kepada awak Media di Nabire pada Rabu, (6/8/2025)

Menurut Freny, peningkatan ini disebabkan oleh dua hal utama. Pertama, karena aksi-aksi aktif dari KPA di tingkat provinsi dan kabupaten, serta dukungan dari LSM dan keluarga yang mendorong masyarakat, khususnya generasi muda, untuk melakukan pemeriksaan HIV secara sukarela.

“Anak-anak muda sekarang banyak yang mulai datang periksa. Ada yang ke RSUD, ada juga yang lewat jalur-jalur lain. Ini membuat data kita lebih terbuka dan akurat,” jelasnya.

Namun, di sisi lain, tingginya angka kasus juga mencerminkan memburuknya pergaulan generasi muda saat ini. Freny menyoroti bahwa banyak anak muda yang lebih sering berada di luar rumah, keluar malam, terpengaruh lingkungan, dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi terhadap hal-hal negatif, termasuk seks bebas dan gaya hidup berisiko.

“Anak-anak sekarang bukan hanya ingin coba seks bebas, tapi juga hal-hal lain yang merusak diri. Maka kami sampaikan kepada anak-anak muda di Papua Tengah: jaga diri baik-baik,” tegasnya.

Pentingnya Peran Orang Tua dan Agama

Dalam upaya edukasi dan pencegahan, Freny menekankan bahwa peran keluarga, khususnya orang tua, adalah yang pertama dan utama. Nasihat sederhana di rumah tentang apa yang baik dan buruk, bisa menjadi pelindung awal dari perilaku berisiko.

“Orang tua selalu bilang: kalau kamu pegang silet, bisa kena. Kalau kamu keluar malam, bisa bahaya. Nasihat tentang iman dan kesehatan harus mulai dari rumah,” tuturnya.

Selain keluarga, ajaran agama juga sangat penting. Freny mengingatkan bahwa semua agama mengajarkan bahwa perzinahan dan seks bebas adalah dosa. Karena itu, anak-anak muda perlu kembali mendengar nasihat-nasihat moral dan spiritual dari pemuka agama.

Usia Produktif Rentan HIV/AIDS

KPA mencatat bahwa kelompok usia produktif antara 14 hingga 25 tahun adalah kelompok yang paling rentan terkena HIV/AIDS. Di usia ini, anak-anak muda berada di titik transisi, penuh semangat dan rasa ingin tahu, namun juga paling mudah terpengaruh.

“Maka kami di KPA sampaikan kepada semua anak-anak muda: jaga diri, dengar nasihat orang tua, takut akan Tuhan, dan pikirkan masa depan Papua,” pesan Freny.

Ia menutup pernyataannya dengan ajakan reflektif bagi generasi muda di Papua:

“Kalau kalian semua rusak dan habis, siapa yang akan pimpin Papua ini? Gereja butuh kalian, pemerintah butuh kalian, dan masyarakat Papua butuh generasi yang sehat dan bertanggung jawab.” (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

OPINI : BEREBUT EMAS DI MAKIMI, MASYARAKAT ADAT DAPAT APA?

24 Oktober 2026 - 11:55 WIB

WhatsApp Image 2026 10 24 at 04.29.28

Bawaslu Mimika Buka Ruang Kritik, Siapkan Lima Agenda Penguatan Pengawasan

24 Oktober 2026 - 11:09 WIB

IMG 20261024 WA0085

KPU Mimika Tunggu Revisi UU Pemilu, Pendidikan Pemilih Terus Berjalan

24 Oktober 2026 - 11:05 WIB

IMG 20261024 WA0083

HUT IDI ke-76, Pelkesi Bagikan Kacamata Baca Gratis ke Warga 

24 Oktober 2026 - 11:01 WIB

IMG 20261024 WA0081

IDI Kabupaten Mimika Gelar Baksos Kesehatan Gratis di PKM Mapurujaya

24 Oktober 2026 - 10:55 WIB

IMG 20261024 WA0079
Trending di Headline