Menu

Mode Gelap
Komite IV DPD RI Siapkan Uji Kelayakan dan Kepatutan 23 Calon Anggota BPK Periode 2026–2031 Anggota BULD DPD RI Wilhelmus Pigai Soroti Pemerataan Pendidikan di Papua Wilhelmus Pigai: APBN 2027 Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat Daerah HUT ke-81 MPR-DPR, DPD Dorong Parlemen Perkuat Kolaborasi dan Aspirasi Rakyat IKB PMKJ Jabodetabek Tempa Generasi Muda Jayawijaya Jadi Calon Pemimpin Papua Wilhelmus Pigai Serahkan Hadiah Quiz HUT ke-81 RI untuk Pelajar hingga Mahasiswa

News

Mulai Juli, 53 Juta Siswa Akan Jalani Skrining Kesehatan Gratis: Fokus Fisik dan Mental

adminbadge-check


					Mulai Juli, 53 Juta Siswa Akan Jalani Skrining Kesehatan Gratis: Fokus Fisik dan Mental Perbesar

JAKARTA – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) siap menggelar skrining kesehatan massal bagi lebih dari 53 juta siswa dari jenjang SD hingga SMA/Madrasah di seluruh Indonesia. Program ini akan mulai berjalan pada Juli 2025 dan mencakup lebih dari 282 ribu sekolah, sebagai bagian dari Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digagas pemerintah.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut CKG sebagai salah satu dari tiga program prioritas nasional selain pembangunan 66 rumah sakit di daerah terpencil dan percepatan penanggulangan TBC.

“CKG pertama kali diluncurkan pada 3 Februari 2025, dan hingga kini sudah ada 11 juta siswa yang menjalani pemeriksaan,” ujar Menkes dalam Rapat Koordinasi bersama Kemendagri.

Fokus Kesehatan Fisik dan Mental

Skrining akan dilakukan langsung di sekolah dengan menyesuaikan paket pemeriksaan berdasarkan jenjang pendidikan. Pemeriksaan meliputi kondisi fisik serta aspek kesehatan jiwa yang kini mulai menjadi perhatian serius pemerintah.

“Masalah kesehatan jiwa banyak yang tak terdeteksi sejak dini, padahal angkanya cukup tinggi di kalangan pelajar. Ini penting untuk ditangani lebih awal,” jelas Budi.

Dengan dukungan penuh dari Puskesmas dan Unit Kesehatan Sekolah (UKS), pelaksanaan program ini diproyeksikan bisa menjangkau ratusan ribu siswa per hari. Bahkan, saat ini saja, jumlah pemeriksaan sudah mencapai 200 ribu per hari.

“Kalau bisa capai separuh dari total siswa dalam waktu dekat, kami optimistis bisa rampung dalam tiga bulan,” kata Menkes.

Jawa Tengah Paling Aktif, Disusul Jatim dan Jabar

Dalam pelaksanaannya, Jawa Tengah tercatat sebagai provinsi dengan jumlah skrining terbanyak, diikuti oleh Jawa Timur dan Jawa Barat. Kemenkes berharap provinsi-provinsi besar lainnya juga bisa mempercepat partisipasi.

Sejak Juni 2025, Kemenkes telah melakukan simulasi teknis dan sosialisasi kepada berbagai kementerian dan pemangku kepentingan, termasuk Kementerian Pendidikan dan Kementerian Agama.

Revitalisasi UKS dan Edukasi Sejak Dini

Menkes menegaskan bahwa program ini bukan hanya untuk mendeteksi masalah kesehatan, tetapi juga untuk menanamkan pola hidup sehat sejak dini.

“Kami ingin jadikan ini momen untuk menggugah kesadaran hidup sehat. UKS akan kita revitalisasi agar lebih aktif menjadi pusat edukasi kesehatan di sekolah,” tegasnya.

Dengan pemeriksaan menyeluruh dan sinergi lintas sektor, Program CKG diharapkan menjadi lompatan besar dalam menjaga kualitas kesehatan generasi muda Indonesia.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Lilin Solidaritas Menyala di Timika, Doa Dipanjatkan untuk Lima Wartawan yang Hilang di Anak Krakatau

14 September 2026 - 11:57 WIB

IMG 20260914 WA0048

Sambut HUT ke-30, Pemkab Mimika Siapkan Refleksi dan Doa Bersama

14 September 2026 - 11:25 WIB

IMG 20260914 WA0010

Gubernur Meki Minta LMA Jadi Jembatan Masyarakat Adat dan Pemerintah

14 September 2026 - 11:18 WIB

IMG 20260914 WA0024

Lenis Kogoya Desak Pembebasan Korban Penyanderaan di Mimika, Serukan Hentikan Pembunuhan Warga Sipil

14 September 2026 - 10:47 WIB

IMG 20260914 WA0020

Pelantikan LMA Korwil Papua Tengah, Lenis Kogoya Dorong Penguatan Peran Masyarakat Adat

14 September 2026 - 10:26 WIB

IMG 20260914 WA0016
Trending di Headline