TIMIKA — Suasana haru menyelimuti Bundaran Timika Indah, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Senin (14/9/2026) petang. Sejumlah jurnalis di Timika berkumpul dalam doa bersama untuk lima wartawan yang hingga hari kedelapan pencarian belum ditemukan setelah hilang kontak saat menjalankan tugas jurnalistik di sekitar Gunung Anak Krakatau.

Di tengah cahaya lilin yang menyala, para jurnalis mengheningkan cipta dan memanjatkan doa bagi keselamatan kelima wartawan serta tiga kru kapal yang hingga kini masih dalam pencarian.
Aksi solidaritas yang berlangsung sekitar pukul 18.00 WIT itu diikuti Pewarta Foto Indonesia (PFI) Kota Timika, Jurnalis Perempuan Mimika, serta sejumlah jurnalis lainnya.
Doa bersama tersebut menjadi bentuk dukungan moral bagi para korban dan keluarga yang masih menanti kabar di tengah ketidakpastian. Para jurnalis Mimika juga berharap operasi pencarian tidak berhenti sebelum seluruh korban berhasil ditemukan.
Ketua PFI Kota Timika, Sevianto Pakiding, mengatakan aksi tersebut merupakan wujud solidaritas insan pers di Mimika terhadap lima rekan seprofesi yang tengah menjadi bagian dari operasi pencarian bersama tiga kru kapal.
“Hari ini kami jurnalis Mimika dan Pewarta Foto Indonesia Kota Timika bersama Jurnalis Perempuan Mimika, dan semua jurnalis di Kabupaten Mimika turut bersolidaritas mendukung upaya pencarian dari lima rekan yang sampai hari ini belum ditemukan bersama dengan tiga kru kapal lainnya ketika mereka melakukan peliputan erupsi Gunung Anak Krakatau,” ujar Sevianto.
Menurutnya, memasuki hari kedelapan pencarian, keberadaan lima wartawan dan tiga kru kapal tersebut masih belum diketahui.

PFI Kota Timika, kata Sevianto, turut mendukung permohonan Ketua Umum PFI agar waktu pencarian terhadap seluruh korban diperpanjang. Dukungan itu dinilai penting untuk memberikan kesempatan lebih besar kepada tim SAR dalam melakukan pencarian dan menemukan para korban.
“Sampai hari ini pencarian di hari yang ke delapan, lima rekan kami dan tiga kru kapal belum juga ditemukan. Secara khusus kami dari PFI mendukung permohonan dari ketua umum PFI untuk memperpanjang waktu pencarian. Semoga para korban bisa segera ditemukan dan kembali berkumpul dengan keluarga,” harapnya.
Kelima wartawan yang berada dalam rombongan tersebut yakni M. Bagus Khoirunnas, pewarta foto ANTARA; Arie Basuki, pewarta foto Merdeka.com; Yudistiro Pranoto, pewarta foto iNews; Firdaus Wajidi, jurnalis Anadolu Agency; serta Donal Husni, jurnalis lepas.
Bagi para jurnalis di Timika, hilangnya lima rekan seprofesi tersebut bukan sekadar kabar duka yang terjadi jauh dari Papua. Peristiwa itu menjadi keprihatinan bersama sekaligus mengingatkan bahwa di balik setiap tugas jurnalistik, terdapat keberanian dan risiko yang harus dihadapi para pewarta demi menyampaikan informasi kepada masyarakat.
Dari Timika, doa dan harapan terus dipanjatkan agar operasi pencarian tetap dilanjutkan hingga seluruh korban ditemukan dan dapat kembali ke tengah keluarga.
Nyala lilin di Bundaran Timika Indah malam itu menjadi simbol solidaritas. Bahwa ketika seorang jurnalis menghadapi musibah, rekan-rekan seprofesinya di tempat lain tetap berdiri bersama, mendoakan dan menantikan kepulangan mereka. (Cr2)







