Menu

Mode Gelap
Komite IV DPD RI Siapkan Uji Kelayakan dan Kepatutan 23 Calon Anggota BPK Periode 2026–2031 Anggota BULD DPD RI Wilhelmus Pigai Soroti Pemerataan Pendidikan di Papua Wilhelmus Pigai: APBN 2027 Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat Daerah HUT ke-81 MPR-DPR, DPD Dorong Parlemen Perkuat Kolaborasi dan Aspirasi Rakyat IKB PMKJ Jabodetabek Tempa Generasi Muda Jayawijaya Jadi Calon Pemimpin Papua Wilhelmus Pigai Serahkan Hadiah Quiz HUT ke-81 RI untuk Pelajar hingga Mahasiswa

News

Temui Menteri HAM Natalius Pigai, Warga Papua Serahkan Tujuh Tuntutan

adminbadge-check


					Perwakilan dari warga Papua yang berdemonstrasi menerima ajakan Menteri HAM Natalius Pigai untuk melaksanakan audiensi di Kantor Kementerian HAM. CNN Indonesia/Adi Ibrahim Perbesar

Perwakilan dari warga Papua yang berdemonstrasi menerima ajakan Menteri HAM Natalius Pigai untuk melaksanakan audiensi di Kantor Kementerian HAM. CNN Indonesia/Adi Ibrahim

JAKARTA – Perwakilan warga Papua yang menggelar aksi demonstrasi di Jakarta akhirnya menerima ajakan audiensi dari Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai. Pertemuan berlangsung di Kantor Kementerian HAM, Jakarta Selatan, pada Selasa (3/6).

Dalam audiensi tersebut, warga Papua menyampaikan aspirasi dan keresahan mereka secara langsung kepada Pigai, yang juga berasal dari Papua.

Berikut tujuh tuntutan yang disampaikan warga Papua kepada pemerintah:

  1. Negara segera melakukan investigasi terhadap jatuhnya korban sipil serta menangkap dan mengadili pelaku pelanggaran HAM oleh militer di Kabupaten Intan Jaya dan seluruh Tanah Papua.

  2. Negara membentuk tim investigasi independen terhadap berbagai kasus pelanggaran HAM yang terjadi sejak 2018 hingga 2025 di Intan Jaya.

  3. Negara segera memulangkan warga sipil yang saat ini mengungsi di hutan-hutan dan daerah lain seperti Timika, Nabire, dan sekitarnya.

  4. Mahasiswa, pelajar, dan rakyat Intan Jaya secara tegas menolak rencana penambangan emas di Blok Wabu, Kabupaten Intan Jaya oleh PT Antam Tbk.

  5. Negara diminta menarik pos-pos militer dari Distrik Hitadipa, Kampung Sugapa Lama, Kampung Jaindapa, dan Kampung Titigi di Kabupaten Intan Jaya.

  6. Negara segera menarik militer non-organik dari Intan Jaya dan seluruh wilayah Papua.

  7. Negara menghentikan pengiriman militer non-organik ke Intan Jaya dan Papua secara keseluruhan.

Respons Kementerian HAM

Menanggapi tuntutan tersebut, Menteri HAM Natalius Pigai menyatakan bahwa pihaknya tidak memiliki kewenangan untuk melakukan penyelidikan terhadap dugaan pelanggaran HAM.

“Permintaan mereka agar Kementerian HAM melakukan pemantauan dan penyelidikan atas konflik di Intan Jaya dan Puncak tidak dapat kami penuhi karena bukan kewenangan kami. Kementerian HAM adalah lembaga eksekutif, bukan yudisial,” kata Pigai dalam konferensi pers.

Pigai menyarankan agar laporan disampaikan kepada Komnas HAM, yang memiliki mandat untuk melakukan pemantauan dan penyelidikan pelanggaran HAM.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa Kementerian HAM tetap menaruh perhatian terhadap isu-isu kemanusiaan, termasuk soal pengungsi.

“Dirjen Kepatuhan sudah melakukan pemantauan bulan lalu ke Papua Barat, tepatnya di Maybrat, dan Dirjen Instrumen juga telah turun ke Nduga. Kami aktif dalam penanganan isu pengungsi,” ungkap Pigai.

Saat ini, Kementerian HAM tengah berkoordinasi dengan sejumlah kementerian dan lembaga untuk mendukung program resettlement (pemukiman kembali) dan pemulihan bagi para pengungsi, termasuk di Intan Jaya dan Puncak.

“Kami akan memberi perhatian penuh terhadap kondisi di Intan Jaya, seperti yang telah kami lakukan di Maybrat dan Nduga,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Lilin Solidaritas Menyala di Timika, Doa Dipanjatkan untuk Lima Wartawan yang Hilang di Anak Krakatau

14 September 2026 - 11:57 WIB

IMG 20260914 WA0048

Sambut HUT ke-30, Pemkab Mimika Siapkan Refleksi dan Doa Bersama

14 September 2026 - 11:25 WIB

IMG 20260914 WA0010

Gubernur Meki Minta LMA Jadi Jembatan Masyarakat Adat dan Pemerintah

14 September 2026 - 11:18 WIB

IMG 20260914 WA0024

Lenis Kogoya Desak Pembebasan Korban Penyanderaan di Mimika, Serukan Hentikan Pembunuhan Warga Sipil

14 September 2026 - 10:47 WIB

IMG 20260914 WA0020

Pelantikan LMA Korwil Papua Tengah, Lenis Kogoya Dorong Penguatan Peran Masyarakat Adat

14 September 2026 - 10:26 WIB

IMG 20260914 WA0016
Trending di Headline