Menu ✖

Mode Gelap
Wilhelmus Pigai Dorong Penguatan Hak Politik Orang Asli Papua melalui Kajian Regulasi Gubernur Meki Nawipa Tinjau Tambang Bawah Tanah Freeport, Pelajari Teknologi dan Operasional Pertambangan Empat Pejabat Tinggi Negara Turun ke Nabire, Tertibkan Tambang Emas Ilegal Natalius Pigai: Keberhasilan Pembangunan HAM Harus Dirasakan Langsung oleh Rakyat Meki–Deinas: Ketika Langit dan Gunung Bertemu Pastor Berusia 36 Tahun Ditemukan Meninggal di Kolam Renang Kuala Kencana

Headline

Dinas P2KB Papua Tengah Gelar Sosialisasi STBP 2025 di Nabire, Tingginya Angka Kasus HIV/AIDS Jadi Sorotan 

Etty Welerbadge-check


					Dinas P2KB Papua Tengah Gelar Sosialisasi STBP 2025 di Nabire, Tingginya Angka Kasus HIV/AIDS Jadi Sorotan  Perbesar

NABIRE – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (P2KB) Provinsi Papua Tengah menggelar kegiatan Sosialisasi Survei Terpadu Biologis dan Perilaku (STBP) Tanah Papua Tahun 2025 di Kabupaten Nabire, Selasa (5/5/2025).

Kegiatan ini berlangsung di Aula Setda Nabire dan dihadiri oleh unsur Forkopimda, Kepala Dinas Kesehatan, Fasilitator PPKUI, kepala distrik, Direktur RSUD Nabire, Komisi Penanggulangan HIV/AIDS Daerah, serta tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas P2KB Provinsi Papua Tengah, dr. Agus, menyampaikan bahwa epidemi HIV/AIDS masih menjadi tantangan kesehatan yang sangat serius di Tanah Papua.

Berdasarkan data yang dihimpun dari tahun 1998 hingga Desember 2024, tercatat sebanyak 22.868 kasus HIV/AIDS di wilayah Papua Tengah. Dari jumlah tersebut, 12.272 kasus di antaranya dialami oleh perempuan.

“Wilayah dengan jumlah kasus tertinggi berada di Kota Nabire, yakni 10.494 kasus, disusul Mimika sebanyak 7.923 kasus, dan Paniai dengan 2.474 kasus . Sisanya tersebar di beberapa kabupaten lainnya, dengan kemungkinan masih banyak penderita yang belum terdeteksi akibat minimnya pemeriksaan rutin,” ungkap dr. Agus.

Ia menambahkan, sejumlah tantangan masih dihadapi dalam upaya pencegahan dan penanganan HIV/AIDS di Papua Tengah. Di antaranya adalah tingginya mobilitas penduduk, rendahnya edukasi tentang HIV/AIDS terutama di komunitas pedalaman, kurangnya kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan, serta stigma negatif yang masih kuat terhadap ODHA (Orang dengan HIV/AIDS). Selain itu, akses layanan kesehatan yang belum merata juga turut memperburuk kondisi.

Melalui kegiatan sosialisasi STBP ini, dr. Agus berharap dapat mendukung visi dan misi Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Tengah dalam menciptakan pelayanan kesehatan yang bermutu, merata, dan berkeadilan.

“Dengan kolaborasi dari semua pihak, kita berharap data yang dihasilkan dari survei ini akan berkualitas dan dapat dijadikan dasar dalam menyusun program pengendalian HIV/AIDS yang lebih efektif di Tanah Papua Tengah. Kabupaten Nabire diharapkan bisa menjadi percontohan pelaksanaan STBP yang sukses,” pungkasnya. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Wilhelmus Pigai Dorong Penguatan Hak Politik Orang Asli Papua melalui Kajian Regulasi

26 Oktober 2026 - 13:41 WIB

IMG 20261026 WA0066

Bayi Laki-Laki Ditemukan Tak Bernyawa Dalam Kantong Plastik di Jalan Megantara Timika

26 Oktober 2026 - 13:09 WIB

IMG 20261026 WA0019

HUT ke-70 GKI di Tanah Papua, Jemaat Diajak Perkuat Kasih, Keadilan, dan Kedamaian di Mimika

26 Oktober 2026 - 12:53 WIB

IMG 20261026 214619

Gubernur Meki Nawipa Tinjau Tambang Bawah Tanah Freeport, Pelajari Teknologi dan Operasional Pertambangan

26 Oktober 2026 - 07:17 WIB

Gubernur dan rombongan melihat langsung proses pergerakan kendaraan di lapangan dari room kontrol

Tekan Stunting, TP-PKK Mimika Siapkan Satu Orang Tua Asuh untuk Setiap Anak

25 Oktober 2026 - 14:55 WIB

IMG 20261025 WA0029
Trending di Headline