Menu

Mode Gelap
Perkuat Layanan Kesehatan di Pedalaman, Wilhelmus Pigai Serahkan Bantuan Obat Kemenkes RI ke Puskesmas Wangbe 700 Pelari Meriahkan Bhayangkara Fun Run 5K, Wujud Sinergi Polda Papua Tengah dan DPD BMP RI OPINI : Menggugat ke PTUN Tak Cukup Bermodal Somasi TKT Group Timika Raih 15 Medali di Thyres Taekwondo Championship 2026 Ekspor Perdana Hasil Laut Mimika Jadi Langkah Baru Papua Tengah Menembus Pasar Global Pendidikan Jadi Kunci Masa Depan Papua, Meki Nawipa Apresiasi Beasiswa Puncak Cerdas

Headline

Dinas P2KB Papua Tengah Gelar Sosialisasi STBP 2025 di Nabire, Tingginya Angka Kasus HIV/AIDS Jadi Sorotan 

Etty Welerbadge-check


					Dinas P2KB Papua Tengah Gelar Sosialisasi STBP 2025 di Nabire, Tingginya Angka Kasus HIV/AIDS Jadi Sorotan  Perbesar

NABIRE – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (P2KB) Provinsi Papua Tengah menggelar kegiatan Sosialisasi Survei Terpadu Biologis dan Perilaku (STBP) Tanah Papua Tahun 2025 di Kabupaten Nabire, Selasa (5/5/2025).

Kegiatan ini berlangsung di Aula Setda Nabire dan dihadiri oleh unsur Forkopimda, Kepala Dinas Kesehatan, Fasilitator PPKUI, kepala distrik, Direktur RSUD Nabire, Komisi Penanggulangan HIV/AIDS Daerah, serta tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas P2KB Provinsi Papua Tengah, dr. Agus, menyampaikan bahwa epidemi HIV/AIDS masih menjadi tantangan kesehatan yang sangat serius di Tanah Papua.

Berdasarkan data yang dihimpun dari tahun 1998 hingga Desember 2024, tercatat sebanyak 22.868 kasus HIV/AIDS di wilayah Papua Tengah. Dari jumlah tersebut, 12.272 kasus di antaranya dialami oleh perempuan.

“Wilayah dengan jumlah kasus tertinggi berada di Kota Nabire, yakni 10.494 kasus, disusul Mimika sebanyak 7.923 kasus, dan Paniai dengan 2.474 kasus . Sisanya tersebar di beberapa kabupaten lainnya, dengan kemungkinan masih banyak penderita yang belum terdeteksi akibat minimnya pemeriksaan rutin,” ungkap dr. Agus.

Ia menambahkan, sejumlah tantangan masih dihadapi dalam upaya pencegahan dan penanganan HIV/AIDS di Papua Tengah. Di antaranya adalah tingginya mobilitas penduduk, rendahnya edukasi tentang HIV/AIDS terutama di komunitas pedalaman, kurangnya kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan, serta stigma negatif yang masih kuat terhadap ODHA (Orang dengan HIV/AIDS). Selain itu, akses layanan kesehatan yang belum merata juga turut memperburuk kondisi.

Melalui kegiatan sosialisasi STBP ini, dr. Agus berharap dapat mendukung visi dan misi Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Tengah dalam menciptakan pelayanan kesehatan yang bermutu, merata, dan berkeadilan.

“Dengan kolaborasi dari semua pihak, kita berharap data yang dihasilkan dari survei ini akan berkualitas dan dapat dijadikan dasar dalam menyusun program pengendalian HIV/AIDS yang lebih efektif di Tanah Papua Tengah. Kabupaten Nabire diharapkan bisa menjadi percontohan pelaksanaan STBP yang sukses,” pungkasnya. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dekranasda Deiyai Hadiri HUT ke-46 Dekranas di Makassar, Bawa Misi Promosikan Kerajinan Lokal

7 Juli 2026 - 10:42 WIB

IMG 20260707 WA0028

Pemkab Mimika Mulai Rencanakan Perluasan TPU SP1, Pengadaan Lahan Masih Tahap Awal

7 Juli 2026 - 10:38 WIB

IMG 20260707 WA0026

Dirjen Perkebunan Tinjau Program Perkebunan di Nabire, Siapkan Peremajaan dan Perluasan Kakao 3.000 Hektare

7 Juli 2026 - 10:29 WIB

IMG 20260707 WA0020

Banyak Lapangan Terbang di Pedalaman Papua Belum Teramankan, Menjadi Celah Masuknya KKB 

7 Juli 2026 - 10:20 WIB

Screenshot 20260707 191728 Gallery

Perkuat Layanan Kesehatan di Pedalaman, Wilhelmus Pigai Serahkan Bantuan Obat Kemenkes RI ke Puskesmas Wangbe

7 Juli 2026 - 10:09 WIB

WhatsApp Image 2026 07 07 at 03.12.20
Trending di Hukrim