Menu ✖

Mode Gelap
Pastor Berusia 36 Tahun Ditemukan Meninggal di Kolam Renang Kuala Kencana Sempat Viral Pimpin Upacara Hardiknas, Deki Degei Berterima Kasih kepada Gubernur Papua Tengah Papua Tengah Terang untuk Sugapa, Listrik Gratis 24 Jam Ditargetkan Mulai Desember 2026 Komite IV DPD RI Evaluasi Realisasi TKD dan Dana Otsus di Papua Papua di Ambang Pintu Neraka atau Surga: Refleksi Kemanusiaan atas Konflik dan Perdamaian Isu Reshuffle Kabinet, Natalius Pigai: Saya Tak Pernah Bermimpi Jadi Menteri

Headline

Banyak Lapangan Terbang di Pedalaman Papua Belum Teramankan, Menjadi Celah Masuknya KKB 

Etty Welerbadge-check


					Banyak Lapangan Terbang di Pedalaman Papua Belum Teramankan, Menjadi Celah Masuknya KKB  Perbesar

TIMIKA – Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III, Letjen TNI Lucky Avianto, mengungkapkan masih banyak lapangan terbang (airstrip) di wilayah pedalaman Papua yang belum dilengkapi pos keamanan. Kondisi tersebut dinilai menjadi salah satu celah yang dimanfaatkan untuk penyelundupan senjata dan amunisi yang diduga berakhir di tangan kelompok bersenjata.

Menurut Lucky, jalur perairan dan sejumlah akses menuju pedalaman masih menjadi perhatian serius aparat keamanan karena berpotensi dimanfaatkan sebagai jalur masuk barang-barang ilegal.

“Penyelundupan senjata dan amunisi ini melewati jalur perairan. Ada yang berasal dari luar, tetapi ada juga yang berasal dari dalam negeri,” ujar Lucky dalam Konferensi Pers, Senin (7/7/2026).

Ia menjelaskan, hasil pengungkapan di lapangan menunjukkan sejumlah barang bukti senjata yang diamankan bukan merupakan jenis persenjataan yang digunakan TNI. Hal tersebut, menurutnya, mengindikasikan adanya jaringan penyelundupan yang masih aktif memasok senjata ke wilayah Papua.

“Kami terus melakukan penyekatan agar senjata dan amunisi tidak lagi masuk. Satu butir amunisi saja dapat melukai bahkan merenggut nyawa anak bangsa yang tidak bersalah,” katanya.

Lucky mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mendukung upaya pencegahan penyelundupan senjata demi menjaga keamanan dan keselamatan warga di Papua.

Lebih lanjut, ia mengatakan operasi TNI saat ini diprioritaskan pada wilayah-wilayah yang selama ini menjadi basis aktivitas Organisasi Papua Merdeka (OPM), khususnya daerah yang belum memiliki kehadiran aparat keamanan.

“Kalau ada daerah yang belum ada aparat keamanan, biasanya wilayah tersebut akan diisi oleh OPM. Ketika mereka berada di sana, mereka yang membina masyarakat,” ujarnya.

Karena itu, TNI, kata Lucky, berupaya memperluas kehadiran negara di wilayah-wilayah yang selama ini belum terjangkau aparat. Kehadiran tersebut tidak hanya berorientasi pada aspek keamanan, tetapi juga untuk memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat.

“Kami ingin negara benar-benar hadir di daerah-daerah tersebut, melindungi masyarakat, memberikan rasa aman, serta membuka ruang agar generasi muda Papua dapat tumbuh dan menjadi pemimpin masa depan,” tutupnya.

Pihaknya juga mengajak seluruh elemen masyarakat Papua untuk bersatu dan saling menjaga keamanan bersama, demi menciptakan lingkungan yang kondusif bagi kemajuan seluruh anak bangsa. (Red)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

HUT ke-65, DPD Partai Golkar Mimika Gelar Syukuran, Perkuat Kebersamaan dan Solidaritas Partai

20 Oktober 2026 - 15:19 WIB

IMG 20261021 001323

John NR Gobai Dorong Penataan Danau Paniai, Ekskavator Amfibi Disiapkan untuk Atasi Pendangkalan

20 Oktober 2026 - 13:54 WIB

IMG 20261020 225243

Hari Pertama Pelayanan Perlinsos di Deiyai, 500 Warga Jadi Sasaran Awal

20 Oktober 2026 - 13:46 WIB

IMG 20261020 WA0046

Pemuda Katolik Desak Pemprov, DPR, MRP dan Polda Papua Tengah Tertibkan Peredaran Miras

20 Oktober 2026 - 13:41 WIB

IMG 20261020 WA0044

Pemkab Mimika Susun RAD TB 2026 – 2030, Perkuat Kolaborasi Tingkat Sektor

20 Oktober 2026 - 13:35 WIB

IMG 20261020 WA0042
Trending di Headline