Menu ✖

Mode Gelap
Papua Tengah Terang untuk Sugapa, Listrik Gratis 24 Jam Ditargetkan Mulai Desember 2026 Komite IV DPD RI Evaluasi Realisasi TKD dan Dana Otsus di Papua Papua di Ambang Pintu Neraka atau Surga: Refleksi Kemanusiaan atas Konflik dan Perdamaian Isu Reshuffle Kabinet, Natalius Pigai: Saya Tak Pernah Bermimpi Jadi Menteri TNI AD dan DPD RI Turun Tangan Atasi Masalah Infrastruktur Daerah Komite IV DPD RI Rampungkan Uji Kelayakan 23 Calon Anggota BPK RI

Headline

Dirjen Perkebunan Tinjau Program Perkebunan di Nabire, Siapkan Peremajaan dan Perluasan Kakao 3.000 Hektare

Etty Welerbadge-check


					Dirjen Perkebunan Tinjau Program Perkebunan di Nabire, Siapkan Peremajaan dan Perluasan Kakao 3.000 Hektare Perbesar

NABIRE – Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Dr. Ir. Ali Jamil Harahap, Ph.D., melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah, Senin (6/7/2026), guna meninjau pelaksanaan berbagai program pengembangan perkebunan yang menjadi bagian dari program strategis nasional di sektor pertanian.

Kunjungan tersebut berlangsung di Kampung Sambabusa, Distrik Teluk Kimi, Kabupaten Nabire. Dirjen Perkebunan didampingi Wakil Bupati Nabire H. Burhanuddin Pawennari, perwakilan Pemerintah Provinsi Papua Tengah, kepala perangkat daerah, Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan (BBPPTP) Ambon, BRMP Papua, serta para pemangku kepentingan dan tokoh adat setempat.

IMG 20260707 WA0024

Ali Jamil Harahap mengatakan dirinya mendapat tugas langsung dari Menteri Pertanian untuk memonitor pelaksanaan program Direktorat Jenderal Perkebunan di seluruh Tanah Papua, termasuk Papua Tengah.

“Kami ditugaskan Bapak Menteri Pertanian untuk melihat dan memonitor kegiatan Direktorat Jenderal Perkebunan. Tahun 2026 ini terdapat berbagai program di wilayah Papua Raya, termasuk di Provinsi Papua Tengah,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Kabupaten Nabire menjadi daerah dengan program perkebunan paling beragam di Papua Tengah. Selain program perluasan kelapa seluas 100 hektare, pemerintah juga melaksanakan program pengembangan kakao dan kopi.

IMG 20260707 WA0023

Untuk komoditas kakao, Kementerian Pertanian menyiapkan program peremajaan seluas 1.000 hektare dan perluasan areal tanam seluas 2.000 hektare, sehingga total pengembangan mencapai 3.000 hektare.

“Di Nabire ini program perkebunannya paling banyak jenisnya. Ada kelapa, kakao, kopi, bahkan penataan sagu. Untuk kakao sendiri terdapat program peremajaan 1.000 hektare dan perluasan 2.000 hektare,” jelasnya.

Dalam kunjungan tersebut, Dirjen juga meninjau pembangunan lokasi pembibitan (nursery) kakao yang akan menjadi pusat penyediaan bibit bagi program pengembangan seluas 3.000 hektare.

Menurutnya, untuk memenuhi kebutuhan penanaman tersebut diperlukan sekitar 3,6 juta bibit kakao, termasuk cadangan sekitar 20 persen sebagai antisipasi kebutuhan penyulaman.

IMG 20260707 WA0021

Ali Jamil meminta seluruh pelaksana mempercepat pembangunan nursery, termasuk penyelesaian pengisian polybag yang ditargetkan rampung dalam waktu dua pekan.

“Saya minta pekerjaan dilakukan secara paralel. Pengisian sekitar tiga juta polybag harus selesai dalam dua minggu sehingga ketika benih datang bisa langsung dipindahkan ke polybag dan dipelihara,” tegasnya.

Ia juga meminta luas nursery ditambah menjadi sedikitnya delapan hektare agar mampu menampung seluruh kebutuhan bibit.

Selain kakao, Dirjen Perkebunan turut meninjau kesiapan bibit kelapa untuk program perluasan seluas 100 hektare. Sebanyak sekitar 13 ribu bibit disiapkan guna memenuhi kebutuhan penanaman, termasuk cadangan bibit.

IMG 20260707 WA0022

Dalam kesempatan itu, Ali Jamil juga menerima berbagai masukan dari pemerintah daerah, di antaranya terkait distribusi pupuk bersubsidi. Ia memastikan persoalan tersebut akan segera ditindaklanjuti bersama jajaran Kementerian Pertanian.

Menurutnya, seluruh program pengembangan perkebunan ini merupakan bagian dari kebijakan hilirisasi yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia.

“Hilirisasi bertujuan meningkatkan nilai tambah produk perkebunan dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Namun sebelum masuk ke hilirisasi, kita harus memastikan ketersediaan bahan bakunya melalui peningkatan produksi di tingkat hulu,” katanya.

Ia menambahkan, apabila produksi kakao meningkat, maka ke depan akan berkembang industri pengolahan seperti bubuk kakao, cokelat batangan, hingga berbagai produk turunan lainnya yang memiliki nilai jual lebih tinggi.

Dirjen juga meminta pelaksana proyek memprioritaskan tenaga kerja lokal agar masyarakat sekitar memperoleh manfaat ekonomi secara langsung selama proses pembangunan nursery dan pengembangan perkebunan berlangsung.

“Kami ingin masyarakat setempat dilibatkan dalam setiap tahapan pekerjaan sehingga mereka memperoleh penghasilan sekaligus merasa memiliki program ini,” ujarnya.

Sementara itu, mewakili Gubernur Papua Tengah, oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah , Herman Kayame, menyampaikan apresiasi kepada Presiden Republik Indonesia dan Menteri Pertanian atas perhatian yang diberikan kepada Papua Tengah melalui program pengembangan komoditas kelapa, kakao, kopi, dan sagu.

Pemerintah Provinsi juga mengajak seluruh masyarakat memanfaatkan program tersebut secara maksimal serta memastikan penyaluran bantuan bibit tepat sasaran kepada petani yang benar-benar membutuhkan.

Di sisi lain, Wakil Bupati Nabire H. Burhanuddin Pawennari menyampaikan terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia, Menteri Pertanian, dan jajaran Direktorat Jenderal Perkebunan atas dukungan terhadap pembangunan sektor perkebunan di Kabupaten Nabire.

Menurutnya, program pengembangan kakao, kopi, kelapa, dan sagu akan menjadi salah satu motor penggerak peningkatan ekonomi masyarakat di Kabupaten Nabire.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga dan mendukung program ini sehingga cita-cita meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor perkebunan dapat terwujud. Sesuai arahan Bapak Dirjen, kami berharap seluruh proses penyiapan lahan dan bibit dapat selesai tepat waktu sehingga penanaman oleh petani dapat dimulai sesuai target pada bulan November mendatang,” ujar Burhanuddin. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Debit Air Mulai Surut, Polda Papua Tetap Siaga di Kawasan Pasar Youtefa

11 Oktober 2026 - 09:12 WIB

IMG 20261011 WA0031

Setelah 10 Tahun Pembangunan, Gereja KINGMI Jemaat Sinai SP 2 Mimika Siap Diresmikan

11 Oktober 2026 - 08:48 WIB

IMG 20261011 WA0034

HMI Cabang Mimika dan GPII Papua Tengah Bagikan 150 Masker Gratis, Desak Pemkab Antisipasi Dampak Kabut Asap

11 Oktober 2026 - 02:43 WIB

IMG 20261011 114058

Papua Tengah Terang untuk Sugapa, Listrik Gratis 24 Jam Ditargetkan Mulai Desember 2026

11 Oktober 2026 - 02:09 WIB

IMG 20261011 WA0025

Mimika Genap 30 Tahun, Keluarga Perintis Pemekaran Pertanyakan Pengakuan atas Jasa Orang Tua “Jangan Dihapus dari Sejarah”

10 Oktober 2026 - 07:22 WIB

IMG 20261010 WA0011
Trending di Headline