Menu ✖

Mode Gelap
Sempat Viral Pimpin Upacara Hardiknas, Deki Degei Berterima Kasih kepada Gubernur Papua Tengah Papua Tengah Terang untuk Sugapa, Listrik Gratis 24 Jam Ditargetkan Mulai Desember 2026 Komite IV DPD RI Evaluasi Realisasi TKD dan Dana Otsus di Papua Papua di Ambang Pintu Neraka atau Surga: Refleksi Kemanusiaan atas Konflik dan Perdamaian Isu Reshuffle Kabinet, Natalius Pigai: Saya Tak Pernah Bermimpi Jadi Menteri TNI AD dan DPD RI Turun Tangan Atasi Masalah Infrastruktur Daerah

Headline

Dinas P2KB Papua Tengah Gelar Sosialisasi STBP 2025 di Nabire, Tingginya Angka Kasus HIV/AIDS Jadi Sorotan 

Etty Welerbadge-check


					Dinas P2KB Papua Tengah Gelar Sosialisasi STBP 2025 di Nabire, Tingginya Angka Kasus HIV/AIDS Jadi Sorotan  Perbesar

NABIRE – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (P2KB) Provinsi Papua Tengah menggelar kegiatan Sosialisasi Survei Terpadu Biologis dan Perilaku (STBP) Tanah Papua Tahun 2025 di Kabupaten Nabire, Selasa (5/5/2025).

Kegiatan ini berlangsung di Aula Setda Nabire dan dihadiri oleh unsur Forkopimda, Kepala Dinas Kesehatan, Fasilitator PPKUI, kepala distrik, Direktur RSUD Nabire, Komisi Penanggulangan HIV/AIDS Daerah, serta tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas P2KB Provinsi Papua Tengah, dr. Agus, menyampaikan bahwa epidemi HIV/AIDS masih menjadi tantangan kesehatan yang sangat serius di Tanah Papua.

Berdasarkan data yang dihimpun dari tahun 1998 hingga Desember 2024, tercatat sebanyak 22.868 kasus HIV/AIDS di wilayah Papua Tengah. Dari jumlah tersebut, 12.272 kasus di antaranya dialami oleh perempuan.

“Wilayah dengan jumlah kasus tertinggi berada di Kota Nabire, yakni 10.494 kasus, disusul Mimika sebanyak 7.923 kasus, dan Paniai dengan 2.474 kasus . Sisanya tersebar di beberapa kabupaten lainnya, dengan kemungkinan masih banyak penderita yang belum terdeteksi akibat minimnya pemeriksaan rutin,” ungkap dr. Agus.

Ia menambahkan, sejumlah tantangan masih dihadapi dalam upaya pencegahan dan penanganan HIV/AIDS di Papua Tengah. Di antaranya adalah tingginya mobilitas penduduk, rendahnya edukasi tentang HIV/AIDS terutama di komunitas pedalaman, kurangnya kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan, serta stigma negatif yang masih kuat terhadap ODHA (Orang dengan HIV/AIDS). Selain itu, akses layanan kesehatan yang belum merata juga turut memperburuk kondisi.

Melalui kegiatan sosialisasi STBP ini, dr. Agus berharap dapat mendukung visi dan misi Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Tengah dalam menciptakan pelayanan kesehatan yang bermutu, merata, dan berkeadilan.

“Dengan kolaborasi dari semua pihak, kita berharap data yang dihasilkan dari survei ini akan berkualitas dan dapat dijadikan dasar dalam menyusun program pengendalian HIV/AIDS yang lebih efektif di Tanah Papua Tengah. Kabupaten Nabire diharapkan bisa menjadi percontohan pelaksanaan STBP yang sukses,” pungkasnya. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dinkes Paniai Apresiasi Bantuan 20 Ribu Masker dari Pemprov Papua Tengah

14 Oktober 2026 - 14:43 WIB

IMG 20261014 WA0030

Terombang-ambing Semalaman di Perairan Yapero, Enam Korban KM Citra Harapan Selamat

14 Oktober 2026 - 14:39 WIB

IMG 20261014 WA0028

DP3AKB Deiyai Salurkan BKB Kit ke TK PAUD Yomeni, Dukung Pembelajaran Anak Usia Dini

14 Oktober 2026 - 14:32 WIB

IMG 20261014 WA0023

Kabut Asap Selimuti Deiyai, Puskesmas Gakokebo Imbau Warga Gunakan Masker

14 Oktober 2026 - 14:22 WIB

IMG 20261014 WA0017

Kasus ISPA di Mimika Tembus 72.977, Dinkes Imbau Warga Waspadai Kabut Asap

14 Oktober 2026 - 11:48 WIB

IMG 20261014 WA0014
Trending di Headline