Menu

Mode Gelap
Gubernur Papua Tengah Tetapkan BOSDA Pendidikan Gratis Tahun 2026, Ribuan Siswa Jadi Penerima Manfaat Bupati Yampit Nawipa, Kabupaten Paniai Raih Peringkat I Kinerja Penyaluran Dana Desa Terbaik di Papua Tengah Dinas Pendidikan Kabupaten Deiyai Imbau SMP dan SMA Terapkan Kebijakan Pendidikan Gratis Teladan Kepemimpinan Sri Sultan Hamengkubuwono IX Anggota DPD RI Wilhelmus Pigai Salurkan Bantuan Hewan Kurban pada Hari Raya Idul Adha 1447 H untuk Masjid Al-Fattah Bupati Deiyai Ajak Semua Pihak Mengikuti Jumat Bersih di Pasar Waghete

Headline

Penyakit Ginjal jadi Prioritas Penanganan oleh Pemerintah

adminbadge-check


					Wakil Menteri Kesehatan, Prof. dr. Dante Saksono Harbuwono Perbesar

Wakil Menteri Kesehatan, Prof. dr. Dante Saksono Harbuwono

JAKARTA  – Pemerintah terus meningkatkan upaya dalam menangani penyakit ginjal di Indonesia. Dalam diskusi publik yang digelar pada Selasa (11/3)  lalu di Jakarta, berbagai pakar kesehatan berkumpul untuk membahas tantangan dan solusi dalam pelaksanaan transplantasi ginjal. Diskusi ini memberikan harapan baru bagi pasien ginjal, terutama mereka yang menjalani cuci darah seumur hidup.

Wakil Menteri Kesehatan, Prof. dr. Dante Saksono Harbuwono, mengungkapkan bahwa saat ini Indonesia telah memiliki 19 pusat transplantasi ginjal yang tersebar di berbagai daerah. Ia juga berjanji jumlah tersebut akan terus bertambah seiring dengan penguatan sistem layanan kesehatan di tanah air.

“Kami akan terus menambah jumlah pusat transplantasi ginjal di Indonesia,” ujar Prof. Dante.

Sebagai bagian dari program transformasi kesehatan rujukan, Kementerian Kesehatan telah membentuk jejaring rumah sakit untuk menangani penyakit katastropik, termasuk penyakit ginjal. Menurutnya, jika tidak ditangani dengan baik, penyakit ginjal dapat membebani sistem pembiayaan kesehatan nasional.

“Jika tidak dikelola dengan optimal, biaya perawatan penyakit ginjal akan terus meningkat,” jelasnya.

Ia mengungkapkan bahwa biaya cuci darah bagi pasien ginjal dapat mencapai Rp420 juta per tahun, sedangkan transplantasi ginjal hanya membutuhkan Rp300-350 juta untuk satu kali prosedur. Oleh karena itu, transplantasi dianggap lebih efisien dalam jangka panjang dibandingkan dengan perawatan dialisis seumur hidup.

“Transplantasi ginjal tidak hanya berdampak pada kesehatan pasien, tetapi juga menjadi solusi sosial dan ekonomi yang lebih efektif,” tambahnya.

Selain aspek medis, Prof. Dante menyoroti pentingnya peningkatan literasi masyarakat terkait donor ginjal. Banyak orang ingin mendonorkan ginjalnya, tetapi masih bingung mengenai prosedur dan tempat yang harus mereka tuju.

“Edukasi mengenai donor organ harus terus ditingkatkan agar semakin banyak masyarakat yang memahami manfaat besar dari berbagi organ untuk sesama,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Dante juga mengapresiasi Komunitas Pasien Cuci Darah Indonesia (KPCDI) yang menginisiasi diskusi ini. Ia berharap pertemuan ini dapat menghasilkan rekomendasi yang bermanfaat bagi pengembangan layanan kesehatan, khususnya dalam memperluas akses transplantasi ginjal bagi masyarakat luas.

“Kami akan terus berupaya memastikan layanan transplantasi ginjal dapat diakses lebih banyak pasien di seluruh Indonesia,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

HUT ke-18 Kabupaten Puncak, Pj Sekda Ajak Seluruh Elemen Bersatu Bangun Daerah dan Jaga Keamanan

22 Juni 2026 - 11:21 WIB

IMG 20260622 WA0160

Di Tengah Tantangan Zaman, Umat Tuhan Diminta Tetap Setia pada Firman Allah

22 Juni 2026 - 11:11 WIB

IMG 20260621 WA0052

Tokoh Hindu di Mimika Dukung Pendekatan Humanis Satgas Operasi Damai Cartenz

22 Juni 2026 - 11:06 WIB

IMG 20260622 WA0057

Asisten I Setda Deiyai Lepas Kontingen Festival Seni dan Budaya Pelajar Tingkat Provinsi Papua Tengah

22 Juni 2026 - 11:02 WIB

IMG 20260622 WA0084

Lepas Tim Sensus Ekonomi 2026, Mesak Pakage Mengajak Masyarakat Dukung Pendataan Usaha

22 Juni 2026 - 10:54 WIB

IMG 20260622 WA0114
Trending di Headline