JAKARTA – Senator Papua Tengah, Wilhelmus Pigai, mengecam keras tindakan tidak sewajarnya yang dilakukan oleh seorang oknum pejabat Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire terhadap seorang siswa SMP. Dalam pernyataannya, Wilhelmus Pigai menegaskan bahwa pendekatan represif dalam menghadapi anak-anak adalah tindakan yang tidak dapat diterima dan harus segera dihentikan.
“Saya sangat tidak setuju dengan pendekatan represif terhadap anak-anak. Ketika kita menghadapi anak-anak, harus dengan cara yang lebih baik, bukan dengan tindakan kekerasan. Itu bukan cara yang patut,” tegas Pigai. Senin, (24/02/2025).
Ia menilai, Program MBG adalah program yang baik dari Presiden Prabowo Subianto yang dilaksanakan di seluruh Indonesia, termasuk Papua. Ia berharap program ini dapat disosialisasikan oleh pihak terkait kepada setiap sekolah maupun kepada masyarakat di papua sehingga para siswa dan orang tua mengetahui bahwa program ini sangat bermanfaat.
Ia juga berharap peran pemerintah daerah sangat penting dalam mendukung program ini.
“Mereka adalah anak bangsa yang harus kita jaga dan lindungi, agar mereka bisa menjadi generasi yang berguna,” tambahnya.
Wilhelmus Pigai juga menekankan bahwa pendekatan terhadap anak-anak Papua harus lebih humanis agar mereka dapat memahami kebijakan yang diterapkan. Ia pun meminta agar oknum guru atau pejabat yang melakukan tindakan tidak pantas tersebut diberikan sanksi yang tegas.
“Saya minta agar oknum guru yang melakukan tindakan ini harus diberikan sanksi. Dia harus tahu bagaimana mendidik anak dengan cara yang manusiawi dan juga mampu mendengar aspirasi dari siswa,” lanjut Anggota DPD RI dapil Provinsi Papua Tengah ini.
Lebih lanjut, ia juga meminta aparat penegak hukum untuk menindaklanjuti kasus ini dengan serius agar tidak terulang kembali di masa depan.
“Pendekatan terhadap anak-anak di Papua harus dengan cara yang berbeda, yang lebih mengedepankan dialog dan memberikan pemahaman yang baik,” ujarnya.
Diketahui, sebuah rekaman video yang memperlihatkan Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire, Victor Tebai, menendang dan menginjak kaki seorang siswa SMP viral di media sosial. Peristiwa ini terjadi saat para siswa melakukan aksi demo menolak program makan bergizi gratis (MBG).
Dalam video tersebut, tampak awalnya Victor Tebai menanyakan siapa siswa SMP yang ikut dalam barisan pendemo. Saat salah satu siswa mengangkat tangan dalam posisi duduk, Victor Tebai mendekatinya dan secara tiba-tiba menendangnya hingga terdorong ke samping.
Aksi tidak terpuji ini dengan cepat menjadi sorotan publik dan menuai kecaman dari berbagai pihak, termasuk Senator Papua Tengah Wilhelmus Pigai, yang menegaskan bahwa tindakan kekerasan terhadap siswa tidak bisa dibiarkan dan harus ditindak secara tegas.






