Menu

Mode Gelap
Komite IV DPD RI Siapkan Uji Kelayakan dan Kepatutan 23 Calon Anggota BPK Periode 2026–2031 Anggota BULD DPD RI Wilhelmus Pigai Soroti Pemerataan Pendidikan di Papua Wilhelmus Pigai: APBN 2027 Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat Daerah HUT ke-81 MPR-DPR, DPD Dorong Parlemen Perkuat Kolaborasi dan Aspirasi Rakyat IKB PMKJ Jabodetabek Tempa Generasi Muda Jayawijaya Jadi Calon Pemimpin Papua Wilhelmus Pigai Serahkan Hadiah Quiz HUT ke-81 RI untuk Pelajar hingga Mahasiswa

Headline

Penolakan Program Makan Bergizi Gratis di Papua, Ini Tanggapan Kepala Badan Gizi

adminbadge-check


					Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana. Perbesar

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana.

JAKARTA – Demonstrasi yang dilakukan oleh para pelajar di Papua menolak program Makan Bergizi Gratis (MBG) mendapatkan tanggapan dari Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana. Ia menegaskan bahwa pihaknya tetap akan menjalankan program MBG sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, meskipun ada penolakan dari sebagian pelajar.

“Kalau ada yang menolak, itu hak masing-masing dan kami menghormati keputusan tersebut,” ujar Dadan saat ditemui di JCC Senayan, Jakarta Pusat. Sabtu (22/2/2025) lalu.

Program MBG ditetapkan dengan target penerima manfaat sebanyak 82,9 juta orang yang mencakup anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, hingga anak balita. Menurut Dadan, pemerintah berkomitmen untuk memberikan asupan gizi yang seimbang bagi masyarakat yang berhak.

“Kami menetapkan penerima manfaat dari berbagai kalangan, termasuk kaya, miskin, ibu hamil, menyusui, anak balita, baik dari sekolah negeri maupun swasta. Ini adalah hak yang diberikan pemerintah kepada mereka yang berhak, karena setiap anak berhak mendapatkan gizi yang seimbang,” jelasnya.

Sebelumnya, aksi unjuk rasa dilakukan oleh pelajar SMP dan SMA di beberapa daerah di Papua, termasuk Nabire dan Wamena. Di Nabire, Senin (17/2), ratusan pelajar menggelar demonstrasi dan kemudian diarahkan ke Mapolres Nabire untuk diberikan pemahaman lebih lanjut.

Kapolres Nabire, AKBP Samuel Dominggus Tatiratu, menyatakan bahwa penolakan tersebut didasari oleh isu yang berkembang di kalangan pelajar mengenai kasus keracunan di Pulau Jawa yang dikaitkan dengan program MBG. Namun, ia menegaskan bahwa belum ada bukti yang memastikan kebenaran kabar tersebut.

“Para pelajar juga menyampaikan bahwa mereka lebih menginginkan sekolah gratis dibandingkan makan gratis. Menurut mereka, urusan makanan sudah menjadi tanggung jawab orang tua,” tambah Samuel.

Selain di Nabire, aksi serupa juga terjadi di Jalan Hom-Hom, Wamena, Jayawijaya pada Senin (17/2) pukul 09.00 WIT, diikuti oleh sekitar 2.500-3.000 pelajar SMA.

Meskipun terjadi penolakan, pemerintah tetap berupaya untuk melanjutkan program ini dengan tujuan meningkatkan gizi masyarakat secara luas. Badan Gizi Nasional akan terus melakukan sosialisasi untuk memastikan pemahaman yang lebih baik terkait manfaat program MBG bagi generasi muda.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Gubernur Papua Tengah Komit Bangun Intan Jaya, Listrik 24 Jam hingga Bantuan Motor Ojek

17 September 2026 - 23:53 WIB

GUbernur Meki Nawipa

Pansus Papua DPD RI Soroti Konflik dan Pengungsian di Papua, Dorong Langkah Tegas Pemerintah

17 September 2026 - 21:54 WIB

20260917

Pigai Soroti Regulasi HAM yang Mandek di Setneg Selama 8 Bulan

17 September 2026 - 07:41 WIB

6aab800dddd87

Suahasil Nazara Tampung Masukan DPD RI untuk RAPBN 2027

17 September 2026 - 07:26 WIB

6aa7b69f0ac8b

DPD RI Dorong TKD 2027 Naik Jadi Rp760 Triliun, Perkuat Fiskal Daerah

17 September 2026 - 07:06 WIB

Ketua dpd ri sultan b najamuddin
Trending di Headline