Menu

Mode Gelap
Gubernur Papua Tengah Tetapkan BOSDA Pendidikan Gratis Tahun 2026, Ribuan Siswa Jadi Penerima Manfaat Bupati Yampit Nawipa, Kabupaten Paniai Raih Peringkat I Kinerja Penyaluran Dana Desa Terbaik di Papua Tengah Dinas Pendidikan Kabupaten Deiyai Imbau SMP dan SMA Terapkan Kebijakan Pendidikan Gratis Teladan Kepemimpinan Sri Sultan Hamengkubuwono IX Anggota DPD RI Wilhelmus Pigai Salurkan Bantuan Hewan Kurban pada Hari Raya Idul Adha 1447 H untuk Masjid Al-Fattah Bupati Deiyai Ajak Semua Pihak Mengikuti Jumat Bersih di Pasar Waghete

Headline

Penolakan Program Makan Bergizi Gratis di Papua, Ini Tanggapan Kepala Badan Gizi

adminbadge-check


					Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana. Perbesar

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana.

JAKARTA – Demonstrasi yang dilakukan oleh para pelajar di Papua menolak program Makan Bergizi Gratis (MBG) mendapatkan tanggapan dari Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana. Ia menegaskan bahwa pihaknya tetap akan menjalankan program MBG sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, meskipun ada penolakan dari sebagian pelajar.

“Kalau ada yang menolak, itu hak masing-masing dan kami menghormati keputusan tersebut,” ujar Dadan saat ditemui di JCC Senayan, Jakarta Pusat. Sabtu (22/2/2025) lalu.

Program MBG ditetapkan dengan target penerima manfaat sebanyak 82,9 juta orang yang mencakup anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, hingga anak balita. Menurut Dadan, pemerintah berkomitmen untuk memberikan asupan gizi yang seimbang bagi masyarakat yang berhak.

“Kami menetapkan penerima manfaat dari berbagai kalangan, termasuk kaya, miskin, ibu hamil, menyusui, anak balita, baik dari sekolah negeri maupun swasta. Ini adalah hak yang diberikan pemerintah kepada mereka yang berhak, karena setiap anak berhak mendapatkan gizi yang seimbang,” jelasnya.

Sebelumnya, aksi unjuk rasa dilakukan oleh pelajar SMP dan SMA di beberapa daerah di Papua, termasuk Nabire dan Wamena. Di Nabire, Senin (17/2), ratusan pelajar menggelar demonstrasi dan kemudian diarahkan ke Mapolres Nabire untuk diberikan pemahaman lebih lanjut.

Kapolres Nabire, AKBP Samuel Dominggus Tatiratu, menyatakan bahwa penolakan tersebut didasari oleh isu yang berkembang di kalangan pelajar mengenai kasus keracunan di Pulau Jawa yang dikaitkan dengan program MBG. Namun, ia menegaskan bahwa belum ada bukti yang memastikan kebenaran kabar tersebut.

“Para pelajar juga menyampaikan bahwa mereka lebih menginginkan sekolah gratis dibandingkan makan gratis. Menurut mereka, urusan makanan sudah menjadi tanggung jawab orang tua,” tambah Samuel.

Selain di Nabire, aksi serupa juga terjadi di Jalan Hom-Hom, Wamena, Jayawijaya pada Senin (17/2) pukul 09.00 WIT, diikuti oleh sekitar 2.500-3.000 pelajar SMA.

Meskipun terjadi penolakan, pemerintah tetap berupaya untuk melanjutkan program ini dengan tujuan meningkatkan gizi masyarakat secara luas. Badan Gizi Nasional akan terus melakukan sosialisasi untuk memastikan pemahaman yang lebih baik terkait manfaat program MBG bagi generasi muda.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dinsos Mimika Dorong Sinergi Instansi untuk Penanganan Anak Terlantar

22 Juni 2026 - 13:01 WIB

IMG 20260622 WA0041

Permudah Akses Dokumen Kependudukan, Disdukcapil Mimika Perkuat Dukcapil Siaga

22 Juni 2026 - 12:55 WIB

IMG 20260622 WA0000

HUT ke-18 Kabupaten Puncak, Pj Sekda Ajak Seluruh Elemen Bersatu Bangun Daerah dan Jaga Keamanan

22 Juni 2026 - 11:21 WIB

IMG 20260622 WA0160

Di Tengah Tantangan Zaman, Umat Tuhan Diminta Tetap Setia pada Firman Allah

22 Juni 2026 - 11:11 WIB

IMG 20260621 WA0052

Tokoh Hindu di Mimika Dukung Pendekatan Humanis Satgas Operasi Damai Cartenz

22 Juni 2026 - 11:06 WIB

IMG 20260622 WA0057
Trending di Headline