JAKARTA – Raden Mas Margono Djojohadikusumo, kakek Presiden Prabowo Subianto, resmi diusulkan sebagai calon pahlawan nasional. Usulan ini disampaikan oleh Yayasan Merah Putih Peduli bekerja sama dengan Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan) melalui acara Seminar Nasional dan Bedah Buku yang digelar di Kampus Unhan, Sentul, Bogor. Sabtu (15/2/2025).
Seminar ini menghadirkan berbagai tokoh dari kalangan akademisi, praktisi ekonomi, politisi, hingga pegiat budaya dan sosial. Mereka sepakat bahwa Margono Djojohadikusumo layak mendapatkan gelar pahlawan nasional mengingat kontribusinya yang luar biasa dalam membangun fondasi ekonomi dan perbankan Indonesia, serta perannya dalam perjuangan kemerdekaan.
Sosok Peletak Dasar Ekonomi Bangsa
Rektor Unhan, Letjen TNI (Purn) Jonni Mahroza, menyatakan bahwa Margono Djojohadikusumo adalah salah satu ekonom andal yang berperan besar dalam membangun sistem perbankan Indonesia di era pra-kemerdekaan. “Beliau tidak hanya menggagas sistem ekonomi perbankan untuk kekuatan ekonomi rakyat, tetapi juga terlibat aktif dalam Sidang BPUPKI. Rekam jejaknya yang multidimensi ini membuat beliau layak diusulkan sebagai pahlawan nasional,” ujar Jonni.
Margono dikenal sebagai salah satu pendiri bank sentral pertama di Indonesia, yang kini dikenal sebagai Bank Negara Indonesia (BNI). Keberadaan BNI menjadi tonggak penting dalam perjalanan bangsa, terutama di masa awal kemerdekaan ketika sistem perbankan belum terbentuk dengan baik.
Kontribusi di Berbagai Bidang
Selain di bidang ekonomi, Margono juga turut serta dalam peristiwa-peristiwa penting sejarah Indonesia. Ia terlibat dalam Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) dan menjadi perwakilan dalam Konferensi Meja Bundar (KMB). Kontribusinya ini menunjukkan dedikasi yang tinggi terhadap kemajuan bangsa.
Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial (Kemensos), Robben Nico, menyambut baik usulan ini. “Margono Djojohadikusumo adalah sosok yang berjasa besar bagi bangsa, khususnya di bidang perekonomian. Kami mendukung penuh usulan ini dan berharap prosesnya dapat berjalan lancar,” kata Robben.
Dukungan Masyarakat dan Akademisi
Usulan Margono sebagai pahlawan nasional bermula dari inisiatif masyarakat yang disampaikan melalui Yayasan Merah Putih Peduli kepada Pemerintah Kabupaten Banyumas. Selanjutnya, usulan ini naik ke Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Kemensos, dan akan dinilai oleh Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan. Jika disetujui, Presiden akan menerbitkan Keputusan Presiden (Keppres) yang diumumkan menjelang Hari Pahlawan.
Ketua Panitia Seminar Nasional, Kolonel Tek Hikmat Zakky Almubaroq, menegaskan bahwa Margono bersama tokoh-tokoh seperti Mohammad Hatta dan Widjojo Nitisastro telah memberikan kontribusi besar dalam pembentukan kebijakan ekonomi nasional. “Tanpa sistem perbankan yang dirancang oleh Margono, mustahil Indonesia bisa membangun stabilitas moneter, menarik investor, dan mengembangkan infrastruktur,” ujar Zakky.
Seminar yang Penuh Inspirasi
Seminar ini dipandu oleh Direktur Yayasan Merah Putih Peduli, Karolus Rogger Evantino, dan menghadirkan tiga pembicara kunci: Rektor Unhan Letjen TNI (Purn) Jonni Mahroza, Guru Besar Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia Prof. Yon Machmudi, Ph.D., dan Direktur Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno. Acara ini juga dihadiri oleh ratusan mahasiswa Unhan serta sejumlah tokoh nasional.






