NABIRE – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nabire secara resmi meluncurkan program Cek Kesehatan Gratis (CKG), yang merupakan inisiatif dari Presiden Prabowo Subianto. Program ini akan diterapkan di delapan kabupaten yang ada di Provinsi Papua Tengah.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Nabire, Silas Elias Numobogre, menjelaskan bahwa di Kabupaten Nabire terdapat 32 puskesmas yang akan menjadi bagian dari pelaksanaan program ini. Untuk lokasi pelayanan, telah dilakukan pembagian berdasarkan akses transportasi.
“Terdapat dua puskesmas yang menggunakan transportasi udara, yaitu Puskesmas Lokodini dan Bikia. Sementara itu, di wilayah pesisir terdapat delapan puskesmas, dan di wilayah perkotaan ada enam puskesmas yang akan melayani masyarakat dalam program ini,” ungkap Silas dilansir dari Tribun Papua. Kamis (13/2/2025).
Ia menegaskan bahwa program ini akan dijalankan sesuai dengan arahan dari pemerintah pusat, di mana dinas kesehatan baik di tingkat kabupaten maupun provinsi berkomitmen untuk melaksanakannya secara konsisten.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Nabire, Pieter Erari, menambahkan bahwa CKG merupakan bagian dari program strategis nasional yang telah dirancang dengan mempertimbangkan aspek anggaran. Presiden telah menghitung secara matang agar program ini dapat menjangkau seluruh masyarakat dari Sabang sampai Merauke.
“Program ini juga merupakan bagian dari efisiensi anggaran yang menjadi perhatian Presiden. Oleh karena itu, kita berharap tidak ada kendala terkait pendanaan dalam pelaksanaannya,” ujar Pieter.
Ia juga menyoroti belum adanya petunjuk teknis terkait efisiensi anggaran yang selama ini digaungkan, sehingga pemerintah daerah tetap berpegang pada APBD yang telah ditetapkan untuk tahun anggaran 2025.
“Beberapa sektor dan bidang memang mengalami pemotongan anggaran oleh Kementerian Keuangan, tetapi hal itu tidak berpengaruh terhadap program strategis nasional, termasuk CKG ini,” tambahnya.
Pieter juga menjelaskan bahwa pemeriksaan kesehatan gratis sebenarnya telah menjadi bagian dari layanan rutin tenaga medis di puskesmas, seperti cek kesehatan berkala. Namun, dalam pelaksanaan program ini, masyarakat diharapkan untuk lebih aktif memeriksakan kesehatan mereka.
“Program ini memberikan kesempatan kepada masyarakat, terutama mereka yang sedang berulang tahun pada saat itu, untuk memeriksakan kesehatannya. Oleh karena itu, diharapkan masyarakat dapat lebih tertib dan proaktif dalam memanfaatkan layanan ini,” lanjutnya.
Penjabat (Pj) Gubernur Papua Tengah, Anwar Harun Damanik, menekankan bahwa CKG adalah program nasional yang diterapkan secara serentak di seluruh Indonesia. Program ini merupakan bagian dari visi menuju Indonesia Emas 2045.
“Program ini berlaku di delapan kabupaten di Papua Tengah, dan launching yang kita lakukan ini juga mencakup kabupaten lainnya,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa peran pemerintah provinsi dalam program ini adalah melakukan pemantauan serta memberikan dukungan kepada kabupaten dalam implementasinya.
“Pelaksanaan program ini harus didukung dengan kerja sama lintas sektor. Tidak boleh ada ego sektoral dalam menjalankan kegiatan ini,” tutupnya.






