JAKARTA – Sultan B. Najamuddin, Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, memberikan apresiasi terhadap langkah Presiden Prabowo Subianto yang berkomitmen untuk melakukan efisiensi anggaran belanja dalam sistem pemerintahan. Menurutnya, langkah ini merupakan upaya penting untuk mengoptimalkan penggunaan anggaran negara.
Sultan menegaskan bahwa efisiensi yang tepat akan membuka ruang bagi pemerintah untuk mengalokasikan dana lebih besar pada program-program prioritas. Ia juga menekankan bahwa budaya efisiensi harus diterapkan secara konsisten di seluruh level pemerintahan, baik pusat maupun daerah, guna mencegah kebocoran anggaran.
“Kami sangat mendukung upaya Presiden dalam menciptakan efektivitas alokasi dan belanja pemerintah. Presiden telah menunjukkan keseriusannya untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dikeluarkan benar-benar tepat sasaran, terutama pada program-program prioritas,” ujar Sultan dalam keterangan resminya, Kamis (30/1/2025).
Lebih lanjut, Sultan menyoroti bahwa kebijakan efisiensi anggaran ini turut berkontribusi pada tingginya tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo, yang mencapai 81 persen dalam 100 hari pertama pemerintahannya. Ia menilai langkah ini sebagai sebuah terobosan berani yang belum pernah dilakukan oleh pemimpin sebelumnya.
“Ini mungkin pertama kalinya dalam sejarah Indonesia, seorang kepala pemerintahan mengambil langkah sebesar ini. Kami berharap seluruh kementerian dan lembaga pemerintah dapat segera menindaklanjuti kebijakan efisiensi ini. Penghematan yang dilakukan akan sangat menentukan keberhasilan program-program strategis pemerintah, seperti program Makan Bergizi Gratis,” tegas Sultan.
Namun, Sultan juga mengingatkan agar kebijakan efisiensi ini tidak mengorbankan kualitas pelayanan publik. Ia menekankan bahwa efisiensi harus diimbangi dengan pendekatan inovasi dalam aktivitas pemerintahan. Tanpa inovasi, efisiensi justru berpotensi menurunkan kinerja birokrasi dan merugikan masyarakat.
“Efisiensi seharusnya berjalan beriringan dengan inovasi. Jangan sampai upaya penghematan anggaran malah mengurangi kualitas layanan yang diberikan kepada masyarakat,” pungkas Sultan.
Dengan demikian, Sultan berharap kebijakan efisiensi yang digagas Presiden Prabowo dapat diimplementasikan secara bijak, dengan tetap memprioritaskan kepentingan publik dan kualitas layanan pemerintah.






