Menu

Mode Gelap
Gubernur Papua Tengah Tetapkan BOSDA Pendidikan Gratis Tahun 2026, Ribuan Siswa Jadi Penerima Manfaat Bupati Yampit Nawipa, Kabupaten Paniai Raih Peringkat I Kinerja Penyaluran Dana Desa Terbaik di Papua Tengah Dinas Pendidikan Kabupaten Deiyai Imbau SMP dan SMA Terapkan Kebijakan Pendidikan Gratis Teladan Kepemimpinan Sri Sultan Hamengkubuwono IX Anggota DPD RI Wilhelmus Pigai Salurkan Bantuan Hewan Kurban pada Hari Raya Idul Adha 1447 H untuk Masjid Al-Fattah Bupati Deiyai Ajak Semua Pihak Mengikuti Jumat Bersih di Pasar Waghete

Headline

Kemenkes Dorong Kemandirian Farmasi Demi Ketahanan Nasional

adminbadge-check


					Ilustrasi Perbesar

Ilustrasi

JAKARTA– Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes) terus mengakselerasi upaya mencapai kemandirian farmasi dalam negeri. Langkah ini menjadi bagian dari strategi penting untuk memenuhi kebutuhan layanan kesehatan yang semakin kompleks sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan baku obat yang rentan terganggu oleh berbagai faktor eksternal.

Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kemenkes, Lucia Rizka Andalucia, menyampaikan bahwa produksi bahan baku obat di dalam negeri menjadi prioritas utama. “Kami berkomitmen mengurangi ketergantungan pada impor dengan memastikan industri farmasi nasional memanfaatkan bahan baku lokal,” ungkapnya, Selasa (15/1/2025), seperti dikutip dari laman sehatnegeriku.kemkes.go.id.

Untuk mencapai target tersebut, Kemenkes telah merancang tiga kelompok program utama. Salah satunya adalah fokus pada penelitian dan pengembangan bahan baku obat. Dari 2022 hingga 2024, Kemenkes memfasilitasi 42 industri farmasi melalui pembiayaan Uji Bioekivalensi (BE) untuk bahan baku yang sering dikonsumsi, seperti Atorvastatin, Clopidogrel, Amlodipin, hingga Bisoprolol.

Selain itu, Kemenkes menjalin kemitraan strategis dengan Medicines Patent Pool (MPP) guna meningkatkan akses pengembangan obat-obatan baru. Obat-obatan penting seperti Nilotinib untuk leukemia, Molnupiravir untuk COVID-19, dan Dolutegravir untuk HIV menjadi fokus dari kerja sama ini. “Kerja sama internasional ini bertujuan mempercepat penguasaan teknologi dan produksi obat vital bagi masyarakat Indonesia,” jelas Rizka.

Pemerintah juga memberikan berbagai insentif untuk mendorong industri farmasi beralih menggunakan bahan baku lokal. “Insentif mencakup percepatan perizinan Nomor Izin Edar (NIE), dukungan fiskal, dan non-fiskal untuk inovasi serta pengembangan farmasi berbasis lokal,” tambahnya.

Langkah lain yang dilakukan adalah mengusulkan 22 bahan baku obat hasil produksi dalam negeri untuk masuk dalam pengaturan tata niaga impor. Kebijakan ini bertujuan memastikan keberlanjutan penggunaan bahan baku lokal oleh industri farmasi.

Untuk mendukung percepatan kemandirian, Kemenkes juga menerbitkan sejumlah regulasi. Salah satunya adalah Kepmenkes HK.01.07/MENKES/1333/2023 yang mengatur peningkatan penggunaan bahan baku lokal dalam sediaan farmasi. Selain itu, terdapat Kepmenkes HK.01.07/MENKES/163/2024 yang memuat kebijakan etalase konsolidasi di Katalog Elektronik Sektoral Kemenkes.

Penyesuaian nilai klaim harga obat untuk program rujuk balik serta obat penyakit kronis juga telah dilakukan. Dengan mengutamakan obat berbahan baku lokal yang memiliki Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) tinggi, Kemenkes optimistis kemandirian farmasi nasional dapat terwujud. “Dengan implementasi program ini, ketahanan kesehatan nasional akan semakin kuat,” pungkas Rizka.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Penampilan Kontingen Papua Tengah di Pesparawi Nasional XIV Tuai Apresiasi

23 Juni 2026 - 01:15 WIB

IMG 20260622 WA0058

Dinsos Mimika Dorong Sinergi Instansi untuk Penanganan Anak Terlantar

22 Juni 2026 - 13:01 WIB

IMG 20260622 WA0041

Permudah Akses Dokumen Kependudukan, Disdukcapil Mimika Perkuat Dukcapil Siaga

22 Juni 2026 - 12:55 WIB

IMG 20260622 WA0000

HUT ke-18 Kabupaten Puncak, Pj Sekda Ajak Seluruh Elemen Bersatu Bangun Daerah dan Jaga Keamanan

22 Juni 2026 - 11:21 WIB

IMG 20260622 WA0160

Di Tengah Tantangan Zaman, Umat Tuhan Diminta Tetap Setia pada Firman Allah

22 Juni 2026 - 11:11 WIB

IMG 20260621 WA0052
Trending di Headline