JAKARTA – Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Sultan B Najamuddin, mengajak Pemerintah untuk lebih serius mengoptimalkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai basis pengembangan koperasi produksi. Menurutnya, koperasi produksi adalah solusi strategis untuk memperkuat perekonomian desa sekaligus mendukung program-program unggulan nasional.
“Koperasi adalah soko guru perekonomian nasional. Untuk itu, kami mendorong Pemerintah mengembangkan lebih banyak koperasi produksi di tingkat desa dengan melibatkan BUMDes. Koperasi produksi dapat menjadi pilar penting untuk program strategis seperti Makan Bergizi Gratis dan program transmigrasi,” ujar Sultan dalam keterangan persnya, Jumat (27/12).
Sultan menegaskan bahwa pembangunan koperasi produksi tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab Kementerian Koperasi dan UKM semata. Perlu ada sinergi lintas kementerian, seperti Kementerian Pertanian, Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta kementerian lain yang relevan.
“Agar koperasi benar-benar menjadi mesin penggerak ekonomi daerah, diperlukan kolaborasi gotong royong antar kementerian. Semua pihak harus bergerak bersama,” katanya.
Selain aspek kelembagaan, Sultan juga menyoroti pentingnya peningkatan kapasitas manajerial koperasi. Dia menyarankan agar koperasi melibatkan generasi muda yang melek teknologi dan memanfaatkan pendekatan digitalisasi untuk mempercepat inovasi dan efisiensi operasional.
“Kita bisa belajar dari negara-negara maju seperti Selandia Baru, di mana koperasi produksi menjadi kekuatan ekonomi yang bahkan mampu bersaing dengan korporasi besar,” jelas Sultan.
Ia juga mencontohkan keberhasilan koperasi susu sapi di Jawa Barat sebagai model koperasi produksi yang layak untuk dikembangkan lebih luas di berbagai daerah di Indonesia. “Kita perlu menggandakan model seperti ini dengan integrasi teknologi dan digitalisasi yang lebih baik ke depannya,” tambahnya.
Dalam konteks Musyawarah Nasional Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin), Sultan berharap forum tersebut menghasilkan gagasan dan strategi inovatif untuk menciptakan koperasi yang lebih maju, produktif, dan modern. “Saya optimis koperasi Indonesia dapat menjadi lokomotif pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” tutupnya.






