Menu ✖

Mode Gelap
Senator Sopater Bawa Kasus Hilangnya Dua Warga Suku Mek Ke DPD RI, Desak Pengusutan Tuntas Dan Penegakan Hukum Yorrys Raweyai Dorong Aspirasi Daerah Menjadi Perhatian Nasional Wilhelmus Pigai Dorong Penguatan Hak Politik Orang Asli Papua melalui Kajian Regulasi Gubernur Meki Nawipa Tinjau Tambang Bawah Tanah Freeport, Pelajari Teknologi dan Operasional Pertambangan Empat Pejabat Tinggi Negara Turun ke Nabire, Tertibkan Tambang Emas Ilegal Natalius Pigai: Keberhasilan Pembangunan HAM Harus Dirasakan Langsung oleh Rakyat

News

Siswa SMA YPPGI Waghete Presentasikan Penelitian Ketimpangan Ekonomi di Pasar Waghete

Etty Welerbadge-check


					Siswa SMA YPPGI Waghete Presentasikan Penelitian Ketimpangan Ekonomi di Pasar Waghete Perbesar

DEIYAI – Kelompok 1 Siswa-Siswi SMA YPPGI Waghete mempresentasikan hasil penelitian Sosiologi dengan judul “Ketimpangan Sosial dalam Bidang Ekonomi di Pasar Waghete”.

Penelitian dilakukan melalui pengamatan langsung di Pasar Waghete pada 11 Oktober 2026, dan dipresentasikan di sekolah pada hari ini, Senin, 03 November 2026.

IMG 20261103 WA0004

Kepsek SMA YPPGI Waghete, Yan Pakage, S.Pd Menyampaikan, Berdasarkan hasil pengamatan, siswa menemukan ketimpangan ekonomi berupa perbedaan pendapatan dan kesempatan berusaha antara pedagang Orang Asli Papua (OAP) dan pedagang dari luar daerah. Pendapatan pedagang lokal masih relatif rendah.

Padahal, masyarakat Deiyai memiliki potensi ekonomi lokal yang besar berupa sayur-sayuran, umbi-umbian, hasil kebun, dan berbagai bahan pangan alami lainnya,”Ujarnya Pakage”.

Lanjut Siswa berharap Pemerintah Daerah Kabupaten Deiyai dapat mengambil kebijakan yang lebih berpihak kepada masyarakat lokal, dengan mengatur masuknya komoditas dari luar Deiyai jika komoditas sejenis sudah mampu dipenuhi oleh masyarakat lokal.”tandas Pakage”.

Elipas Pakage, S.Sos, Guru Sosiologi Honorer SMA YPPGI Waghete Menjelaskan, Kebijakan ini diharapkan mampu melindungi hasil produksi lokal, memperluas kesempatan usaha, meningkatkan pendapatan petani dan pedagang OAP, serta memperkuat ekonomi kerakyatan di Deiyai.

Harapan ini sejalan dengan semangat perlindungan, pemberdayaan, dan keberpihakan kepada OAP dalam UU Otonomi Khusus Papua, dengan tetap memperhatikan ketentuan hukum dan persaingan usaha yang sehat.

Pesan Penting

Pembangunan ekonomi daerah harus memberikan ruang bagi masyarakat lokal untuk tumbuh dan mandiri di atas tanahnya sendiri. Hasil kebun Deiyai harus punya pasar, harga layak, dan perlindungan kebijakan.

“Belajar Sosiologi bukan hanya teori, tetapi berani melihat ketimpangan dan menyampaikan gagasan demi keadilan ekonomi.”, tutupnya” (Red)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

150 Peserta Konfirmasi Hadir di KKT II Mimika, Panitia Berpacu Matangkan Akomodasi dan Transportasi

4 November 2026 - 14:26 WIB

20261104

Empat Hari Layani Warga di Kampung, Dukcapil Paniai Rekam e-KTP di Sembilan Kampung Wegee Bino

4 November 2026 - 14:12 WIB

IMG 20261104 WA0043

100 Penjual Pinang di Mimika Terima Bantuan Modal Rp250 Juta, Masing-Masing Rp2,5 Juta

4 November 2026 - 14:07 WIB

IMG 20261104 230609

LPTQ Mimika Perluas Pembinaan Enam Cabang MTQ, Siapkan Program Berkelanjutan untuk 2027

4 November 2026 - 14:01 WIB

IMG 20261104 230057

MoU dengan Bank Papua Diteken, 4.000 Warga Papua Tengah Segera Terima Manfaat Program Bangkit

4 November 2026 - 13:51 WIB

IMG 20261104 WA0022
Trending di Headline