DEIYAI – Kelompok 1 Siswa-Siswi SMA YPPGI Waghete mempresentasikan hasil penelitian Sosiologi dengan judul “Ketimpangan Sosial dalam Bidang Ekonomi di Pasar Waghete”.
Penelitian dilakukan melalui pengamatan langsung di Pasar Waghete pada 11 Oktober 2026, dan dipresentasikan di sekolah pada hari ini, Senin, 03 November 2026.

Kepsek SMA YPPGI Waghete, Yan Pakage, S.Pd Menyampaikan, Berdasarkan hasil pengamatan, siswa menemukan ketimpangan ekonomi berupa perbedaan pendapatan dan kesempatan berusaha antara pedagang Orang Asli Papua (OAP) dan pedagang dari luar daerah. Pendapatan pedagang lokal masih relatif rendah.
Padahal, masyarakat Deiyai memiliki potensi ekonomi lokal yang besar berupa sayur-sayuran, umbi-umbian, hasil kebun, dan berbagai bahan pangan alami lainnya,”Ujarnya Pakage”.
Lanjut Siswa berharap Pemerintah Daerah Kabupaten Deiyai dapat mengambil kebijakan yang lebih berpihak kepada masyarakat lokal, dengan mengatur masuknya komoditas dari luar Deiyai jika komoditas sejenis sudah mampu dipenuhi oleh masyarakat lokal.”tandas Pakage”.
Elipas Pakage, S.Sos, Guru Sosiologi Honorer SMA YPPGI Waghete Menjelaskan, Kebijakan ini diharapkan mampu melindungi hasil produksi lokal, memperluas kesempatan usaha, meningkatkan pendapatan petani dan pedagang OAP, serta memperkuat ekonomi kerakyatan di Deiyai.
Harapan ini sejalan dengan semangat perlindungan, pemberdayaan, dan keberpihakan kepada OAP dalam UU Otonomi Khusus Papua, dengan tetap memperhatikan ketentuan hukum dan persaingan usaha yang sehat.
Pesan Penting
Pembangunan ekonomi daerah harus memberikan ruang bagi masyarakat lokal untuk tumbuh dan mandiri di atas tanahnya sendiri. Hasil kebun Deiyai harus punya pasar, harga layak, dan perlindungan kebijakan.
“Belajar Sosiologi bukan hanya teori, tetapi berani melihat ketimpangan dan menyampaikan gagasan demi keadilan ekonomi.”, tutupnya” (Red)







