TIMIKA – Persiapan Konferensi Kota Toleransi (KKT) II di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, terus dikebut. Hingga Rabu (4/11/2026), sebanyak 150 peserta telah mengonfirmasi kehadiran dalam agenda berskala nasional tersebut. Jumlah itu masih berpotensi bertambah seiring proses konfirmasi dari berbagai daerah.
Panitia kini memprioritaskan kesiapan akomodasi, transportasi, serta fasilitas pendukung lainnya untuk memastikan seluruh peserta mendapatkan pelayanan yang maksimal selama berada di Mimika.
Ketua Panitia KKT II Mimika, Emanuel Kemong, mengatakan menjadi tuan rumah konferensi tingkat nasional merupakan tanggung jawab sekaligus tantangan tersendiri. Pasalnya, kegiatan ini akan dihadiri perwakilan dari berbagai daerah, termasuk sejumlah kepala daerah.
Menurutnya, Mimika perlu mempersiapkan penyelenggaraan secara matang agar mampu memberikan kesan positif kepada seluruh tamu yang datang.
“Ini hal yang baru bagi kita semua. Kegiatan seperti ini sebelumnya digelar di Singkawang dan tahun ini Mimika menjadi tuan rumah. Yang akan hadir adalah para kepala daerah sehingga persiapannya harus benar-benar matang,” ujar Emanuel, di Diana pada Rabu (4/11/2026).
Ia menjelaskan, bertambahnya jumlah peserta tentu berdampak pada kebutuhan teknis penyelenggaraan. Karena itu, panitia harus memastikan ketersediaan kamar hotel, sarana transportasi, hingga berbagai fasilitas pelayanan lainnya.
Hingga saat ini, panitia telah menjalin komunikasi dengan sejumlah pengelola hotel untuk mengantisipasi kebutuhan penginapan peserta. Namun, kepastian jumlah kamar yang akan dipesan masih menjadi hal penting yang perlu diselesaikan bersama.
Emanuel mengakui, pihak hotel juga membutuhkan kepastian dari panitia sebelum menyediakan atau memblokir sejumlah kamar, mengingat hal tersebut berkaitan langsung dengan operasional dan aktivitas bisnis mereka.
“Kami sudah berkoordinasi dengan pihak hotel. Namun mereka juga membutuhkan kepastian karena ini berkaitan dengan bisnis. Kalau kamar diblok, tentu harus ada jaminan dan kepastian dari panitia,” jelasnya.
Di luar agenda utama konferensi, panitia juga merancang sejumlah kegiatan pendukung yang melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta masyarakat lokal. Keterlibatan tersebut diharapkan menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk mengambil bagian sekaligus memperoleh manfaat ekonomi dari pelaksanaan KKT II.
Emanuel menegaskan, seluruh kebutuhan teknis penyelenggaraan ditargetkan sudah rampung paling lambat empat hingga lima hari sebelum kegiatan berlangsung.
Dengan persiapan yang terus dimatangkan, panitia berharap KKT II dapat berjalan sukses, tidak hanya dari sisi pelaksanaan konferensi, tetapi juga dalam memberikan pengalaman dan pelayanan terbaik bagi para peserta dari berbagai daerah di Indonesia. (Cr2)







