Menu ✖

Mode Gelap
Empat Pejabat Tinggi Negara Turun ke Nabire, Tertibkan Tambang Emas Ilegal Natalius Pigai: Keberhasilan Pembangunan HAM Harus Dirasakan Langsung oleh Rakyat Meki–Deinas: Ketika Langit dan Gunung Bertemu Pastor Berusia 36 Tahun Ditemukan Meninggal di Kolam Renang Kuala Kencana Sempat Viral Pimpin Upacara Hardiknas, Deki Degei Berterima Kasih kepada Gubernur Papua Tengah Papua Tengah Terang untuk Sugapa, Listrik Gratis 24 Jam Ditargetkan Mulai Desember 2026

Headline

Aksi APA Berujung Kesepakatan, Pemkab Fasilitasi Empat Perwakilan Amungme-Kamoro Temui BKN dan KemenPAN-RB

Etty Welerbadge-check


					Aksi APA Berujung Kesepakatan, Pemkab Fasilitasi Empat Perwakilan Amungme-Kamoro Temui BKN dan KemenPAN-RB Perbesar

TIMIKA — Pemerintah Kabupaten Mimika menyepakati pemberangkatan empat perwakilan Aliansi Pemuda Amungsa (APA) ke Jakarta untuk mengawal langsung pembahasan usulan 274 kuota pengangkatan CPNS bagi masyarakat asli Papua (OAP).

Kesepakatan tersebut dicapai setelah massa APA menggelar aksi dan mendatangi Kantor Bupati Mimika di Pusat Pemerintahan (Puspem) SP 3, Senin (21/9/2026). Massa mendesak pemerintah daerah memastikan kejelasan realisasi kuota yang disebut telah diperjuangkan sejak 2024.

Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Mimika, Abraham Kateyau, yang menemui massa memastikan pemerintah daerah akan memfasilitasi keberangkatan empat perwakilan APA ke Jakarta untuk berkoordinasi langsung dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB).

Empat perwakilan tersebut terdiri atas dua perwakilan Amungme dan dua perwakilan Kamoro. Biaya keberangkatan akan ditanggung Pemerintah Kabupaten Mimika.

“Saya akan sampaikan kepada Pak Bupati dan Wakil untuk memberangkatkan mereka. Amungme dua, Kamoro dua. Besok pagi berangkat,” kata Abraham di hadapan massa.

Menurut Abraham, hasil kesepakatan tersebut selanjutnya akan disampaikan kepada Bupati Mimika Johannes Rettob dan Wakil Bupati Emanuel Kemong sebagai tindak lanjut pemerintah daerah.

Sebelumnya, massa APA mendatangi Puspem Mimika untuk mempertanyakan kepastian realisasi usulan 274 kuota CPNS yang selama ini menjadi aspirasi masyarakat asli Papua di Mimika.

Koordinator Lapangan APA, Patrianus Solme, meminta Pemkab Mimika melalui Bupati dan BKPSDM tidak hanya menyampaikan perkembangan usulan, tetapi memastikan adanya kebijakan yang mengakomodasi masyarakat Amungme dan lima suku kekerabatan lainnya.

Dalam pertemuan tersebut, Abraham didampingi Kepala BKPSDM Mimika Hermalina Imbiri dan Wakil Ketua Komisi I DPRK Mimika. Mereka memberikan penjelasan mengenai perkembangan komunikasi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat terkait usulan kuota tersebut.

Abraham menjelaskan, Pemkab Mimika pada pekan sebelumnya telah bertemu dengan Staf Khusus KemenPAN-RB untuk kembali menyampaikan usulan 274 kuota CPNS tersebut.

Dalam pertemuan itu, kata dia, pihak KemenPAN-RB disebut berencana datang ke Mimika pada pekan berikutnya guna membahas lebih lanjut persoalan kuota CPNS.

Sementara itu, Kepala BKPSDM Mimika Hermalina Imbiri menegaskan bahwa pemerintah daerah telah menyampaikan aspirasi masyarakat terkait usulan tersebut kepada pemerintah pusat sejak dirinya menjabat pada 2024.

“Kami sudah berjuang memasukkan usulan ini. Kami sudah bertemu stafsus dari KemenPAN-RB. Kami di daerah sudah melaksanakan tanggung jawab kami menyangkut aspirasi adik-adik ke KemenPAN-RB,” ujar Hermalina.

Ia menjelaskan, kewenangan terkait mekanisme pengangkatan CPNS hingga penerbitan Surat Keputusan (SK) berada pada pemerintah pusat. Karena itu, proses tersebut membutuhkan pembahasan dan keputusan dari kementerian/lembaga terkait.

Namun, massa APA meminta agar mereka tidak hanya menerima penjelasan dari pemerintah daerah, tetapi juga diberikan ruang untuk terlibat langsung dalam pembahasan di tingkat pusat.

Ketua APA, Helois Kemong, mendesak Pemkab Mimika segera membentuk tim yang dapat berangkat ke Jakarta dan bertemu langsung dengan BKN serta KemenPAN-RB.

“Bentuk tim biar kita berangkat ke BKN dan KemenPAN-RB. Bisa tidak? Hari ini bentuk tim, kita harus berangkat,” tegas Helois.

Desakan tersebut kemudian mendapat respons dari Pemkab Mimika. Setelah melalui pembahasan bersama, pemerintah daerah menyetujui pemberangkatan empat perwakilan APA ke Jakarta.

Kesepakatan itu menjadi titik temu antara pemerintah daerah dan massa aksi. Empat perwakilan yang terdiri dari unsur Amungme dan Kamoro akan membawa aspirasi tersebut langsung ke BKN dan KemenPAN-RB, sekaligus mengikuti perkembangan pembahasan usulan 274 kuota CPNS bagi masyarakat asli Papua di Mimika.

Dengan keberangkatan tersebut, pembahasan kuota 274 CPNS kini diarahkan untuk mendapatkan kejelasan langsung dari pemerintah pusat, terutama terkait proses, mekanisme, dan tindak lanjut atas usulan yang telah disampaikan Pemkab Mimika. (Cr2)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Wilhelmus Pigai Dukung Pencabutan Izin Tambang Bermasalah, Minta Prabowo Tertibkan Tambang Ilegal di Papua Tengah

23 Oktober 2026 - 02:36 WIB

IMG 20261023 WA0018

Empat Pejabat Tinggi Negara Turun ke Nabire, Tertibkan Tambang Emas Ilegal

23 Oktober 2026 - 01:21 WIB

IMG 20261023 WA0014

Pemkab Mimika Matangkan Perencanaan Kota Kapiraya, Siapkan Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru di Wilayah Pesisir

22 Oktober 2026 - 16:14 WIB

20261022

Disdik Mimika Buka Dispensasi Sekolah di Tengah Kebijakan PJJ Akibat Kabut Asap

22 Oktober 2026 - 15:25 WIB

IMG 20261022 WA0003

Wabup Nabire Tekankan Edukasi dan Deteksi Dini dalam Pencegahan Penyakit Menular

22 Oktober 2026 - 15:19 WIB

IMG 20261023 WA0027
Trending di Headline