Menu

Mode Gelap
Komite IV DPD RI Siapkan Uji Kelayakan dan Kepatutan 23 Calon Anggota BPK Periode 2026–2031 Anggota BULD DPD RI Wilhelmus Pigai Soroti Pemerataan Pendidikan di Papua Wilhelmus Pigai: APBN 2027 Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat Daerah HUT ke-81 MPR-DPR, DPD Dorong Parlemen Perkuat Kolaborasi dan Aspirasi Rakyat IKB PMKJ Jabodetabek Tempa Generasi Muda Jayawijaya Jadi Calon Pemimpin Papua Wilhelmus Pigai Serahkan Hadiah Quiz HUT ke-81 RI untuk Pelajar hingga Mahasiswa

Headline

Pemkab Nabire Percepat Program Pengembangan Padi PM-AAS Seluas 567 Hektare

Etty Welerbadge-check


					Pemkab Nabire Percepat Program Pengembangan Padi PM-AAS Seluas 567 Hektare Perbesar

NABIRE – Pemerintah Kabupaten Nabire mempercepat realisasi Program Pengembangan Padi PM-AAS Tahun Anggaran 2026 yang menyasar lahan sekitar 567 hektare di sejumlah wilayah sentra produksi padi.

Program tersebut akan dilaksanakan di Distrik Nabire Barat, Distrik Yaro dan Distrik Makimi sebagai bagian dari upaya pemerintah daerah meningkatkan pengembangan pertanian padi di Kabupaten Nabire.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Nabire, Yasor Victor Sawo, SP., M.Si., mengatakan percepatan pelaksanaan program tersebut saat ini terus dilakukan, termasuk dari sisi administrasi dan kesiapan kelompok penerima manfaat.

Hal itu disampaikan Yasor kepada awak media usai mengikuti peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Radio Republik Indonesia (RRI) di Aula RRI Nabire, Jumat (11/9/2026).

Menurutnya, Dinas Pertanian Kabupaten Nabire telah melakukan rapat untuk mempercepat pelaksanaan kegiatan. Sejumlah tahapan administrasi, termasuk persiapan kelompok penerima manfaat, terus dilakukan.

“Jadi secara administrasi, KPCL terus kemudian merencana kelompok untuk kemanfaatan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, dukungan anggaran untuk kegiatan tersebut nantinya diberikan langsung kepada kelompok penerima manfaat sesuai dengan kegiatan yang telah diusulkan.

“Dana langsung masuk ke dalam rekening kelompok,” jelasnya.

Program PM-AAS menggunakan pendekatan teknologi pertanian modern melalui sistem tanam benih langsung atau tabela dengan pola jajar legowo.

Dalam penerapannya, kebutuhan benih mencapai sekitar 70 hingga 80 kilogram per hektare. Sistem tersebut dirancang untuk meningkatkan populasi tanaman dalam satu hektare sehingga diharapkan berdampak terhadap peningkatan hasil produksi.

Yasor menyebut teknologi PM-AAS juga memiliki sejumlah keunggulan, antara lain dapat menghemat penggunaan tenaga kerja dan air.

Dengan percepatan program tersebut, pemerintah daerah berharap pengembangan kawasan persawahan di Kabupaten Nabire semakin produktif dan mampu mendukung peningkatan produksi padi daerah. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Mama Makdalena Masih Membaca di Usia 56 Tahun, Jadi Tamparan bagi Kemalasan Anak Muda

11 September 2026 - 13:29 WIB

IMG 20260911 WA0015

Penyulutan Obor Prasetya Tandai Peringatan HUT ke-81 RRI di Nabire

11 September 2026 - 13:26 WIB

IMG 20260911 WA0002

Gelar Lomba, Dinkes Mimika Uji Kompetensi Kader Posyandu

11 September 2026 - 11:58 WIB

IMG 20260911 WA0017

Perkuat Konektivitas Wilayah Pedalaman, Pemkab Mimika Rancang Dua Pelabuhan ASDP

11 September 2026 - 11:52 WIB

IMG 20260911 WA0016

Ambulans Agimuga Rusak, Dinkes Mimika Siapkan Kendaraan Baru

11 September 2026 - 06:47 WIB

IMG 20260911 WA0000
Trending di Headline