NABIRE – Pemerintah Kabupaten Nabire mempercepat realisasi Program Pengembangan Padi PM-AAS Tahun Anggaran 2026 yang menyasar lahan sekitar 567 hektare di sejumlah wilayah sentra produksi padi.
Program tersebut akan dilaksanakan di Distrik Nabire Barat, Distrik Yaro dan Distrik Makimi sebagai bagian dari upaya pemerintah daerah meningkatkan pengembangan pertanian padi di Kabupaten Nabire.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Nabire, Yasor Victor Sawo, SP., M.Si., mengatakan percepatan pelaksanaan program tersebut saat ini terus dilakukan, termasuk dari sisi administrasi dan kesiapan kelompok penerima manfaat.
Hal itu disampaikan Yasor kepada awak media usai mengikuti peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Radio Republik Indonesia (RRI) di Aula RRI Nabire, Jumat (11/9/2026).
Menurutnya, Dinas Pertanian Kabupaten Nabire telah melakukan rapat untuk mempercepat pelaksanaan kegiatan. Sejumlah tahapan administrasi, termasuk persiapan kelompok penerima manfaat, terus dilakukan.
“Jadi secara administrasi, KPCL terus kemudian merencana kelompok untuk kemanfaatan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, dukungan anggaran untuk kegiatan tersebut nantinya diberikan langsung kepada kelompok penerima manfaat sesuai dengan kegiatan yang telah diusulkan.
“Dana langsung masuk ke dalam rekening kelompok,” jelasnya.
Program PM-AAS menggunakan pendekatan teknologi pertanian modern melalui sistem tanam benih langsung atau tabela dengan pola jajar legowo.
Dalam penerapannya, kebutuhan benih mencapai sekitar 70 hingga 80 kilogram per hektare. Sistem tersebut dirancang untuk meningkatkan populasi tanaman dalam satu hektare sehingga diharapkan berdampak terhadap peningkatan hasil produksi.
Yasor menyebut teknologi PM-AAS juga memiliki sejumlah keunggulan, antara lain dapat menghemat penggunaan tenaga kerja dan air.
Dengan percepatan program tersebut, pemerintah daerah berharap pengembangan kawasan persawahan di Kabupaten Nabire semakin produktif dan mampu mendukung peningkatan produksi padi daerah. (MB)







