TIMIKA – Dinas Sosial Kabupaten Mimika mengirimkan 10 orang anak mengikuti pembinaan dan pelatihan keterampilan di Kementerian Sosial Republik Indonesia Direktorat Jendral Rehabilitasi Sosial “Sentra Handayani,” Jakarta.
Kabid Bidang Rehabilitasi pada Dinas Sosial Kabupaten Mimika, Yulita Kudiai, mengatakan program tersebut menyasar mereka yang putus sekolah, berasal dari keluarga kurang mampu, serta kelompok rentan yang membutuhkan pendampingan agar dapat memiliki keterampilan dan hidup lebih mandiri.
Awalnya sekitar 15 orang yang direncanakan mengikuti program tersebut. Namun, karena keterbatasan tempat di Bogor yang saat ini digunakan untuk kegiatan Sekolah Rakyat, jumlah peserta yang diberangkatkan dan dapat mengikuti pembinaan di Sentra Handayani sebanyak 10 orang.
“Yang kami bawa rata-rata mereka yang putus sekolah, tidak mampu, dan masuk kategori rentan. Harapan kami, ketika mereka pulang nanti sudah membawa perubahan, keterampilan, dan bisa mandiri,” kata Yulita saat wawwncarai, Jumat (28/8/2026).
Ia menjelaskan, para peserta akan menjalani pembinaan selama kurang lebih enam bulan, dengan masa belajar efektif sekitar lima bulan. Mereka mendapatkan pelatihan sesuai minat dan jurusan yang telah dipilih, di antaranya tata boga dan sejumlah keterampilan lainnya.
Pembinaan di Sentra Handayani tidak hanya berfokus pada keterampilan. Para peserta juga mendapat dukungan tenaga pendamping, guru, dokter, serta fasilitas olahraga dan pembinaan lainnya.
Dinas Sosial sebagai yang bertanggung jawab dengan program tersebut meminta peserta untuk fokus mengikuti seluruh proses pembinaan, menjaga konsentrasi selama pelatihan, dan membatasi penggunaan telepon genggam.
Ia berharap keterampilan yang diperoleh peserta nantinya dapat menjadi modal untuk membuka peluang usaha dan memperbaiki kondisi ekonomi keluarga.
Adapun program tersebut merupakan bentuk kerja sama dan layanan dari Kementerian Sosial yang dapat diakses oleh pemerintah daerah melalui Dinas Sosial. Sentra Handayani juga melayani masyarakat dari berbagai daerah, tidak terbatas pada Mimika, sepanjang terdapat pengaduan atau permohonan resmi dari dinas sosial setempat.
Dinsos Mimika akan menjemput para peserta pada 10 Desember mendatang untuk kemudian mengembalikan mereka kepada keluarga masing-masing. Dengan berbekal pelatihan, anak-anak bisa bekerja, berusaha, dan membangun kehidupan yang lebih mandiri.
“Kami berharap, ketika mereka pulang nanti bukan hanya membawa cerita, tetapi membawa hasil. Ada keterampilan yang bisa digunakan, ada perubahan dalam diri, dan mereka mampu menjawab kebutuhan hidupnya secara mandiri,” pungkasnya. (Cr2)







