Menu

Mode Gelap
Wilhelmus Pigai Serahkan Hadiah Quiz HUT ke-81 RI untuk Pelajar hingga Mahasiswa Pigai Tegaskan 10 Persen Saham Freeport Harus untuk Papua Tengah Gubernur Meki Nawipa Siapkan Coffee Morning Bersama Wartawan di Nabire Ketua Komite III DPD RI Minta Pemerintah Beri Perhatian Lebih kepada Dosen PTS di Wilayah 3T Sekjen DPD RI Dorong Budaya Evaluasi untuk Perkuat Kinerja Birokrasi HUT ke-4 Papua Tengah Jadi Titik Awal Program BANGKIT untuk Generasi Sehat Papua

News

Program MABUK, Daniel Tauwai Mengajarkan Arti Membaca Dimulai dari Rumah Inspirasi Kebadabi

Etty Welerbadge-check


					Program MABUK, Daniel Tauwai Mengajarkan Arti Membaca Dimulai dari Rumah Inspirasi Kebadabi Perbesar

NABIRE – Sebuah pemandangan berbeda terlihat dalam kegiatan program MABUK atau Mari Baca Buku yang digelar Rumah Inspirasi Kebadabi bersama anak-anak Kompleks Akom Remaja Jalan Baru (Rejabar), Mapiduba, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, Rabu (26/8/2026).

Di tengah anak-anak, remaja, pemuda hingga orang tua yang mengikuti kegiatan literasi tersebut, sosok Daniel Tauwai turut hadir dan memilih duduk membaca buku.

Founder Rumah Inspirasi Kebadabi, Mecky Tebai, mengatakan kehadiran Daniel menjadi pengalaman yang menyentuh sekaligus memberikan pelajaran penting tentang arti membaca.

IMG 20260826 WA0059

Menurut Mecky, Daniel sebelumnya sudah beberapa kali datang ketika kegiatan MABUK berlangsung. Namun, biasanya ia hanya duduk sebentar, melihat aktivitas peserta, kemudian berjalan meninggalkan lokasi.

Namun, pada Rabu (26/8/2026), terjadi hal berbeda. Daniel mengambil sebuah buku, duduk dan membacanya dengan tekun selama hampir satu jam.

“Puji Tuhan, hari ini Pace Daniel Tauwai pegang buku. Dia baca hampir selama satu jam. Dia duduk, dia baca,” ujar Mecky dalam rekaman WhatsApp.

Bahkan, setelah membaca, Daniel sempat memberikan tanggapan mengenai buku yang dibacanya.

“Dia bilang, ‘Wah, ini buku-buku bagus. Ini harus baca,’” kata Mecky menirukan ucapan Daniel.

Bagi Mecky, momen tersebut bukan sekadar aktivitas membaca biasa. Apa yang dilakukan Daniel justru menjadi refleksi bagi dirinya sendiri dan generasi muda yang masih memiliki kesempatan untuk belajar.

Ia mempertanyakan bagaimana seseorang yang selama ini dikenal masyarakat mengalami gangguan mental tetap mampu meluangkan waktu untuk duduk dan membaca buku, sementara banyak anak muda yang sehat justru lebih sering menghabiskan waktu dengan telepon genggam dan media sosial.

“Kenapa kita yang masih sadar, masih bisa berpikir dan bergerak banyak itu malas baca buku? Sedangkan Daniel bisa baca buku,” ungkapnya.

Mecky menilai pengalaman tersebut menjadi pesan sederhana bahwa membaca tidak mengenal batas usia maupun kondisi seseorang. Menurutnya, siapa pun dapat memulai kebiasaan membaca apabila diberikan ruang, kesempatan dan lingkungan yang mendukung.

IMG 20260826 WA0061

Program MABUK sendiri telah berjalan sekitar satu bulan dan mulai menjadi rutinitas di Rumah Inspirasi Kebadabi. Berdasarkan kesepakatan bersama, kegiatan dilaksanakan setiap Senin, Rabu dan Jumat.

“Kebiasaan ini sudah kita bentuk selama satu bulan. Harinya dalam satu minggu melalui kesepakatan bersama, yaitu Senin, Rabu dan Jumat,” jelas Mecky.

Ia menegaskan kegiatan tersebut tetap berjalan meskipun jumlah peserta yang hadir tidak selalu sama.

“Sekalipun ada orang banyak, sedikit, tetap kita jalan,” katanya.

Menariknya, kegiatan tersebut tidak hanya diikuti anak-anak dan remaja. Sejumlah orang tua juga mulai datang dan bergabung membaca. Anak-anak PAUD, TK, SD, pemuda hingga remaja turut memanfaatkan ruang literasi tersebut.

Rumah Inspirasi Kebadabi sendiri sebelumnya telah diarahkan sebagai ruang belajar, pusat literasi dan wadah pembinaan karakter bagi anak-anak, remaja hingga orang tua di lingkungan Mapiduba.

Gerakan MABUK yang digagas Mecky juga menjadi bagian dari upaya mengubah stigma negatif terhadap lingkungan Jalan Baru Mapiduba melalui kegiatan positif berbasis literasi. Sebelumnya, gerakan tersebut telah dikenal sebagai upaya mengajak anak-anak dan pemuda mengalihkan kebiasaan negatif menjadi kebiasaan membaca.

Mecky berharap pengalaman Daniel dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda Nabire agar tidak hanya menghabiskan waktu dengan aktivitas di media sosial.

“Semoga kita tidak lagi menjadi generasi yang cuma pesimis akan masa depan, generasi yang cuma tahu scroll TikTok, Facebook dan sebagainya, tetapi juga tunduk pada buku dan belajar,” ujarnya.

Menurut Mecky, kebiasaan membaca harus terus ditanamkan karena buku dapat membuka wawasan, membangun pola pikir dan membantu generasi muda melihat masa depan dengan lebih optimistis.

Kehadiran Daniel pada kegiatan MABUK, kata Mecky, akhirnya memberikan sebuah pesan sederhana namun kuat: jika ada kemauan untuk membuka buku, maka selalu ada kesempatan untuk belajar.

Dari sebuah ruang sederhana di Kompleks Mapiduba, kebiasaan membaca perlahan dibangun. Dan pada Rabu itu, Daniel Tauwai menunjukkan bahwa satu jam bersama buku pun dapat menjadi pelajaran berharga bagi banyak orang. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Anak Masih Berkeliaran hingga Larut Malam Jadi Perhatian, DP3AP2KB Dorong Penanganan Lintas Sektor

26 Agustus 2026 - 13:22 WIB

IMG 20260826 WA0044

Bupati Johannes Rettob Siap Lantik Koordinator KONI Distrik, Perkuat Pembinaan Olahraga hingga Kampung

26 Agustus 2026 - 13:15 WIB

20260826

Profiling ASN Kabupaten Mimika 2026 Dimulai, Bupati Tekankan Pentingnya Pemetaan Kompetensi

26 Agustus 2026 - 12:56 WIB

IMG 20260826 214306

Mimika for NTT, Saat Kepedulian Disatukan dalam Konser Amal dan 1.000 Lilin

26 Agustus 2026 - 09:01 WIB

IMG 20260826 WA0043

Ditpolairud Polda Papua Tengah Perluas Pencarian Perahu Hilang, Lima Orang Belum Ditemukan

26 Agustus 2026 - 08:56 WIB

IMG 20260826 WA0042
Trending di Headline