Menu ✖

Mode Gelap
Sempat Viral Pimpin Upacara Hardiknas, Deki Degei Berterima Kasih kepada Gubernur Papua Tengah Papua Tengah Terang untuk Sugapa, Listrik Gratis 24 Jam Ditargetkan Mulai Desember 2026 Komite IV DPD RI Evaluasi Realisasi TKD dan Dana Otsus di Papua Papua di Ambang Pintu Neraka atau Surga: Refleksi Kemanusiaan atas Konflik dan Perdamaian Isu Reshuffle Kabinet, Natalius Pigai: Saya Tak Pernah Bermimpi Jadi Menteri TNI AD dan DPD RI Turun Tangan Atasi Masalah Infrastruktur Daerah

Headline

Anak Masih Berkeliaran hingga Larut Malam Jadi Perhatian, DP3AP2KB Dorong Penanganan Lintas Sektor

Etty Welerbadge-check


					Anak Masih Berkeliaran hingga Larut Malam Jadi Perhatian, DP3AP2KB Dorong Penanganan Lintas Sektor Perbesar

TIMIKA — Persoalan anak, khususnya anak usia sekolah yang masih berada di luar rumah hingga larut malam, mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Mimika.

Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) menilai persoalan tersebut tidak dapat ditangani oleh satu instansi saja, tetapi membutuhkan keterlibatan semua pihak.

Kepala DP3AP2KB Mimika, Johana Arwam, mengatakan pihaknya tengah membangun koordinasi lintas sektor untuk mencari langkah penanganan yang tepat. DP3AP2KB akan berkolaborasi dengan Dinas Sosial serta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait dalam menangani keberadaan anak-anak yang masih berada di luar rumah hingga larut malam.

Menurut Johana, kondisi tersebut bukan sekadar persoalan ketertiban lingkungan, tetapi juga menyangkut perlindungan dan masa depan anak. Anak yang berada di luar rumah tanpa pengawasan hingga larut malam dinilai lebih rentan terhadap berbagai risiko, mulai dari persoalan keamanan, kesehatan, hingga terhambatnya aktivitas pendidikan.

“Segera kami akan duduk bersama lintas sektor. Kemarin kami sudah sama-sama dengan Dinas Sosial duduk bersama, dan kami tinggal mendukung program mereka,” kata Johana saat diwawancarai, Senin (24/8/2026).

Ia menjelaskan, penanganan anak yang berada di jalan memang berkaitan dengan tugas Dinas Sosial. Namun, dari sisi perlindungan anak, DP3AP2KB juga memiliki tanggung jawab untuk memastikan anak-anak tersebut memperoleh lingkungan yang aman, layak, dan mendukung tumbuh kembang mereka.

Johana menegaskan, anak usia sekolah dan mereka yang masih berusia di bawah 18 tahun membutuhkan perhatian dan pengawasan bersama, baik dari keluarga, pemerintah maupun masyarakat.

“Anak-anak adalah tanggung jawab kita bersama. Karena itu, upaya penanganannya harus dilakukan secara bersama-sama. Jangan sampai kondisi di jalan membuat mereka kehilangan kesempatan untuk belajar dan tumbuh secara layak,” tegasnya.

Ia berharap koordinasi lintas sektor tidak berhenti pada pembahasan, tetapi dilanjutkan dengan langkah konkret di lapangan. Pemerintah bersama mitra terkait perlu menyusun pola penanganan yang terpadu sehingga setiap instansi memiliki peran yang jelas.

Selain pendekatan sosial dan perlindungan, Johana juga mendorong adanya ketegasan dalam penerapan batas waktu atau jam malam bagi anak. Namun, langkah tersebut menurutnya harus dibarengi dengan pendekatan persuasif dan keterlibatan orang tua.

“Yang paling penting adalah bagaimana kita menciptakan lingkungan yang aman bagi anak. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, keluarga dan masyarakat juga harus ikut mengambil bagian,” ujarnya.

Menurut Johana, perlindungan anak merupakan investasi jangka panjang. Karena itu, persoalan anak yang masih berada di luar rumah hingga larut malam perlu segera ditangani secara serius agar tidak berkembang menjadi persoalan sosial yang lebih besar di kemudian hari. (Cr2)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

DKP Mimika Siapkan Strategi Perluas Akses Pangan, Jalur Sungai Jadi Pertimbangan

16 Oktober 2026 - 14:00 WIB

IMG 20261016 WA0033

Pemkab Mimika Dorong Bumdes Kembangkan Usaha Berbasis Potensi Kampung

16 Oktober 2026 - 13:57 WIB

IMG 20261016 WA0029

Reggae Festival ke-XI, Kapolda Papua Tengah Dorong Anak Muda Berkarya dan Berprestasi

16 Oktober 2026 - 13:50 WIB

IMG 20261016 WA0028

Karhutla Capai 33.797 Hektare di Tanah Papua, Kapolda Dorong Langkah Terpadu

16 Oktober 2026 - 13:46 WIB

IMG 20261016 WA0024

Papua Reggae Festival XI Buka Peluang bagi Seniman dan Mama-Mama Papua Jual Hasil Kerajinan

16 Oktober 2026 - 13:23 WIB

IMG 20261016 WA0021
Trending di Headline