DEIYAI — Pemerintah Kabupaten Deiyai menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat pembangunan sumber daya manusia melalui peningkatan layanan pendidikan dan kesehatan. Kedua sektor tersebut dipandang sebagai investasi jangka panjang dalam menciptakan generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Komitmen itu disampaikan Bupati Deiyai, Melkianus Mote, S.T., saat membuka Lokakarya Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUD HI) di Aula BKPSDM Kabupaten Deiyai, Rabu (5/8/2026).
Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan apresiasi kepada panitia penyelenggara serta narasumber, Apolonaris Yogi, B.Soc.Sc., M.Sc., Ketua Pokja Bunda PAUD Provinsi Papua Tengah, yang hadir untuk memberikan penguatan mengenai pengembangan layanan PAUD Holistik Integratif.

Menurut Bupati, pembangunan daerah tidak hanya bertumpu pada infrastruktur, tetapi juga harus diarahkan pada peningkatan kualitas manusia sejak usia dini. Karena itu, pendidikan dan kesehatan menjadi dua sektor yang tidak dapat dipisahkan dalam upaya menciptakan generasi unggul.
“Pendidikan dan kesehatan adalah prioritas utama. Anak-anak Deiyai harus tumbuh sehat sekaligus memiliki pendidikan yang baik,” ujar Bupati.
Ia menjelaskan, pemerintah daerah sejak tahun lalu telah mendorong pembentukan layanan PAUD di setiap kampung. Namun, pengembangannya dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan sarana, tenaga pendidik, serta keberlangsungan proses belajar mengajar.
Bupati menegaskan bahwa pemerintah akan memprioritaskan dukungan kepada PAUD yang aktif melaksanakan kegiatan pembelajaran. Bantuan berupa pembangunan gedung maupun penyediaan tenaga pendidik akan disesuaikan dengan kebutuhan serta kemampuan daerah.
Untuk wilayah yang memiliki jumlah penduduk terbatas, pemerintah juga membuka kemungkinan pengembangan satu PAUD yang dapat melayani beberapa kampung sekaligus agar seluruh anak tetap memperoleh akses pendidikan usia dini.
Selain aspek akademik, Bupati menilai pendidikan anak usia dini harus menjadi wadah pembentukan karakter, penanaman nilai-nilai moral, disiplin, serta kebiasaan hidup yang baik sebagai bekal menuju jenjang pendidikan berikutnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa Kabupaten Deiyai memiliki banyak lulusan pendidikan keguruan yang dapat diberdayakan untuk mendukung peningkatan layanan PAUD di berbagai wilayah.
“Kami berharap tenaga pendidik yang berasal dari Deiyai dapat dilibatkan sehingga pelayanan PAUD semakin optimal,” katanya.
Bupati kemudian mengajak seluruh pemangku kepentingan menjadikan pendidikan dan kesehatan sebagai investasi jangka panjang. Menurutnya, kemajuan suatu daerah sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusianya, sehingga pembinaan harus dimulai sejak usia dini.
Ia menekankan pentingnya integrasi layanan PAUD dengan Posyandu agar kebutuhan pendidikan, kesehatan, gizi, dan tumbuh kembang anak dapat dipenuhi secara bersamaan.
“Posyandu dan PAUD harus berjalan bersama. Anak yang sehat akan lebih mudah belajar, dan anak yang cerdas harus didukung dengan kondisi kesehatan yang baik,” tegasnya.
Sementara itu, Bunda PAUD Kabupaten Deiyai menyampaikan bahwa PAUD Holistik Integratif merupakan pendekatan pelayanan yang memastikan setiap anak memperoleh hak untuk tumbuh, berkembang, belajar, serta mendapatkan perlindungan secara optimal.
Menurutnya, keberhasilan program tersebut membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, tenaga pendidik, tenaga kesehatan, TP PKK, Posyandu, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga orang tua.
Ia berharap lokakarya tersebut menghasilkan komitmen bersama dan rekomendasi nyata yang dapat diterapkan dalam pengembangan layanan PAUD HI hingga menjangkau seluruh distrik dan kampung di Kabupaten Deiyai.
Melalui sinergi lintas sektor, Pemerintah Kabupaten Deiyai optimistis pelayanan PAUD Holistik Integratif akan semakin berkualitas sehingga mampu melahirkan generasi Deiyai yang sehat, cerdas, kreatif, berkarakter, dan siap membangun daerah di masa mendatang. (SK)







