Menu ✖

Mode Gelap
Wilhelmus Pigai Dorong Penguatan Hak Politik Orang Asli Papua melalui Kajian Regulasi Gubernur Meki Nawipa Tinjau Tambang Bawah Tanah Freeport, Pelajari Teknologi dan Operasional Pertambangan Empat Pejabat Tinggi Negara Turun ke Nabire, Tertibkan Tambang Emas Ilegal Natalius Pigai: Keberhasilan Pembangunan HAM Harus Dirasakan Langsung oleh Rakyat Meki–Deinas: Ketika Langit dan Gunung Bertemu Pastor Berusia 36 Tahun Ditemukan Meninggal di Kolam Renang Kuala Kencana

Headline

Atlet Beladiri Asal Mimika Siap Tampil di PON 2026, KONI Desak Papua Tengah Percepat Persiapan

Etty Welerbadge-check


					Atlet Beladiri Asal Mimika Siap Tampil di PON 2026, KONI Desak Papua Tengah Percepat Persiapan Perbesar

TIMIKA – Atlet cabang olahraga (cabor) beladiri asal Kabupaten Mimika menyatakan kesiapan untuk berlaga pada Pekan Olahraga Nasional (PON) Beladiri 2026 yang akan digelar di Sulawesi Utara pada Oktober mendatang. Namun, kesiapan para atlet tersebut masih dihadapkan pada kendala administrasi yang menjadi kewenangan KONI Provinsi Papua Tengah. Kesiapan ini dinyatakan saat pertemuan Cabor Beladiri bersama Ketua Umum bersama jajaran Pengurus KONI Kabupaten Mimika, di Kantor KONI pada Rabu (29/7/2026).

IMG 20260729 WA0062

Ketua Umum KONI Kabupaten Mimika, Antonius Kemong, mengatakan seluruh atlet yang dipersiapkan telah siap bertanding. Meski demikian, proses administrasi, mulai dari penerbitan rekomendasi hingga pendaftaran atlet, sepenuhnya ditangani oleh KONI Provinsi Papua Tengah.

“Atlet kami sudah siap mengikuti PON Beladiri. Yang menjadi perhatian sekarang adalah proses administrasi karena seluruh tahapan, mulai dari rekomendasi sampai pendaftaran, dilakukan oleh KONI Provinsi Papua Tengah,” ujar Antonius.

Ia berharap KONI Papua Tengah segera mengambil langkah cepat agar seluruh persiapan dapat diselesaikan tepat waktu.

IMG 20260729 WA0055

Menurutnya, selain administrasi, kebutuhan akomodasi bagi atlet dan ofisial juga harus segera dipastikan mengingat seluruh kontingen akan bertanding membawa nama Provinsi Papua Tengah.

“Kami berharap KONI Papua Tengah bergerak cepat menyiapkan seluruh kebutuhan, baik administrasi pendaftaran maupun akomodasi atlet dan cabang olahraga yang akan bertanding. Waktu pelaksanaan sudah semakin dekat, sehingga semua persiapan harus segera dituntaskan,” tegasnya.

Antonius menambahkan, keterlambatan dalam proses administrasi berpotensi mengganggu keikutsertaan atlet yang telah menjalani persiapan secara maksimal.

Karena itu, ia meminta adanya koordinasi yang lebih intensif agar kontingen Papua Tengah dapat tampil optimal pada PON Beladiri 2026.

Antonius Kemong, mendesak KONI Provinsi Papua Tengah segera mengambil langkah konkret untuk memastikan keikutsertaan kontingen Papua Tengah pada Pekan Olahraga Nasional (PON) Beladiri 2026.

Antonius mengingatkan agar peluang atlet-atlet Papua Tengah tampil di ajang nasional tidak hilang hanya karena keterlambatan administrasi.

“Kami berharap KONI Provinsi segera mendaftarkan cabang olahraga beladiri seperti Kick Boxing, Muaythai, dan Tinju. Jangan sampai momen penting ini terlewat dan Papua Tengah tidak ikut ambil bagian di PON Beladiri,” ujar Antonius.

Menurutnya, dari sisi pembinaan dan kesiapan atlet, Papua Tengah, khususnya Kabupaten Mimika, tidak menghadapi kendala. Selama ini pembinaan atlet beladiri berjalan secara rutin, bahkan banyak atlet telah memiliki pengalaman bertanding di berbagai kejuaraan nasional.

“Kalau dari sisi atlet, mereka sudah siap. Yang menjadi perhatian sekarang adalah administrasi. Kami berharap ada dukungan dari Pemerintah Provinsi untuk operasional atlet. Mereka akan membawa nama Papua Tengah, sehingga perlu mendapatkan perhatian serius,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa PON Beladiri merupakan agenda resmi nasional yang telah diinformasikan kepada seluruh provinsi. Karena itu, KONI Papua Tengah dinilai perlu segera berkoordinasi dengan pengurus provinsi cabang olahraga (Pengprov) dan KONI kabupaten/kota agar seluruh proses persiapan berjalan sesuai jadwal.

IMG 20260729 WA0051

Antonius juga meluruskan bahwa atlet yang akan tampil di PON Beladiri tidak ditentukan secara langsung oleh daerah. Setelah didaftarkan oleh KONI provinsi, para atlet masih harus mengikuti proses seleksi yang dilakukan Pengurus Besar (PB) masing-masing cabang olahraga berdasarkan rekam jejak prestasi.

“Setiap atlet yang pernah tampil di Kejurnas maupun kejuaraan bergengsi lainnya memiliki catatan prestasi. PB akan menilai apakah atlet tersebut layak tampil di PON Beladiri atau tidak. Jadi bukan asal tunjuk atlet, semuanya harus melalui proses seleksi dan kualifikasi,” jelasnya. (Etty)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Sumpah Pemuda ke-98 di Mimika Barat Jauh, Rettob Tegaskan Pembangunan Harus Menjangkau Kampung

28 Oktober 2026 - 11:44 WIB

IMG 20261028 203824

Semarak Sumpah Pemuda ke-98, SMP Negeri Uta Gelar Lomba Cerdas Cermat hingga Voli

28 Oktober 2026 - 11:00 WIB

IMG 20261028 194842

Pertamina dan Disperindag Sidak SPBU SP 2, Temukan Indikasi Pengisian BBM Tak Wajar

28 Oktober 2026 - 10:41 WIB

IMG 20261028 194111

Serukan Kebenaran dan Keadilan, Aspirasi KNPB Diterima DPRK Mimika 

28 Oktober 2026 - 10:25 WIB

IMG 20261028 192133

Massa Datang dari Sejumlah Wilayah, 150 Personel Gabungan Disiagakan

28 Oktober 2026 - 10:18 WIB

IMG 20261028 191714
Trending di Headline