Menu ✖

Mode Gelap
Wilhelmus Pigai Dorong Penguatan Hak Politik Orang Asli Papua melalui Kajian Regulasi Gubernur Meki Nawipa Tinjau Tambang Bawah Tanah Freeport, Pelajari Teknologi dan Operasional Pertambangan Empat Pejabat Tinggi Negara Turun ke Nabire, Tertibkan Tambang Emas Ilegal Natalius Pigai: Keberhasilan Pembangunan HAM Harus Dirasakan Langsung oleh Rakyat Meki–Deinas: Ketika Langit dan Gunung Bertemu Pastor Berusia 36 Tahun Ditemukan Meninggal di Kolam Renang Kuala Kencana

Headline

Dinkes Mimika Sebut Peran Masyarakat Kunci Pencegahan Filariasis 

Etty Welerbadge-check


					Dinkes Mimika Sebut Peran Masyarakat Kunci Pencegahan Filariasis  Perbesar

TIMIKA – Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika menggelar Workshop Tatalaksana Kasus Kronis Filariasis Tahun 2026 kepada para tenaga kesehatan dari seluruh puskesmas, rumah sakit, serta petugas promosi kesehatan.

Kegiatan berlangsung di Hotel Grand Tembaga, Rabu (1/7/2026) yang diikuti oleh perwakilan dari 26 puskesmas se-Kabupaten Mimika serta tiga rumah sakit.

Sekretaris Dinas Kesehatan Mimika, Sisma HL, menyampaikan Workshop ini menghadirkan narasumber dari Kementerian Kesehatan secara daring. Tujuannya adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tenaga kesehatan dalam penanganan kasus filariasis.

Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat memperbaiki sistem pencatatan dan pelaporan di setiap wilayah kerja puskesmas

Saat ini, Sisma mengungkapkan Dinas Kesehatan mencatat dua kasus kronis filariasis yang sedang dalam proses pengobatan. Pihaknya berkomitmen untuk terus melakukan upaya pencegahan dan surveilans secara berkelanjutan.

“Jangan melihat angka dua itu sedikit. Kalau kita bisa mencegah, kenapa tidak? Harapan kami, masyarakat bisa lebih memahami pentingnya pola hidup bersih dan koordinasi yang baik dengan petugas kesehatan,” kata Sisma saat diwawancarai.

Sisma menegaskan, kasus filariasis tidak bisa dilihat hanya dari angka dua kasus kronis yang tercatat saat ini. Menurutnya, banyak aspek yang perlu diperhatikan dalam upaya pencegahan filariasis, salah satunya adalah peran aktif masyarakat.

“Banyak hal yang harus kita lihat, termasuk peran serta masyarakat. Penguatan dari sisi promosi kesehatan sangat penting agar masyarakat bisa menerapkan pola hidup bersih dan sehat, karena itu pengaruhnya sangat kuat terhadap pencegahan filariasis,” ucapnya.

Ia menyebut, salah satu tantangan di lapangan adalah pengambilan sampel darah yang dilakukan pada malam hari. Masyarakat kerap merasa terganggu sehingga enggan diperiksa. Untuk mengatasi hal tersebut, petugas biasanya menggunakan RDT (Rapid Diagnostic Test) yang bisa dilakukan pada siang hari.

“Kami berharap koordinasi dan peran serta masyarakat bisa ditingkatkan. Jika ditemukan kasus positif, akan dilakukan penyisiran di area sekitar. Masyarakat harus memahami dan menerima proses ini,” terangnya. (Cr2)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Sumpah Pemuda ke-98 di Mimika Barat Jauh, Rettob Tegaskan Pembangunan Harus Menjangkau Kampung

28 Oktober 2026 - 11:44 WIB

IMG 20261028 203824

Semarak Sumpah Pemuda ke-98, SMP Negeri Uta Gelar Lomba Cerdas Cermat hingga Voli

28 Oktober 2026 - 11:00 WIB

IMG 20261028 194842

Pertamina dan Disperindag Sidak SPBU SP 2, Temukan Indikasi Pengisian BBM Tak Wajar

28 Oktober 2026 - 10:41 WIB

IMG 20261028 194111

Serukan Kebenaran dan Keadilan, Aspirasi KNPB Diterima DPRK Mimika 

28 Oktober 2026 - 10:25 WIB

IMG 20261028 192133

Massa Datang dari Sejumlah Wilayah, 150 Personel Gabungan Disiagakan

28 Oktober 2026 - 10:18 WIB

IMG 20261028 191714
Trending di Headline