Menu ✖

Mode Gelap
Yorrys Raweyai Dorong Aspirasi Daerah Menjadi Perhatian Nasional Wilhelmus Pigai Dorong Penguatan Hak Politik Orang Asli Papua melalui Kajian Regulasi Gubernur Meki Nawipa Tinjau Tambang Bawah Tanah Freeport, Pelajari Teknologi dan Operasional Pertambangan Empat Pejabat Tinggi Negara Turun ke Nabire, Tertibkan Tambang Emas Ilegal Natalius Pigai: Keberhasilan Pembangunan HAM Harus Dirasakan Langsung oleh Rakyat Meki–Deinas: Ketika Langit dan Gunung Bertemu

Headline

Prof. Fernandes Simangunsong: Tidak Ada Daerah Terbelakang, Yang Terbelakang Adalah Manajemennya

Etty Welerbadge-check


					Prof. Fernandes Simangunsong: Tidak Ada Daerah Terbelakang, Yang Terbelakang Adalah Manajemennya Perbesar

NABIRE – Guru Besar Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Prof. Dr. Fernandes Simangunsong, S.STP., S.AP., M.Si., memberikan kuliah umum bertajuk “Manajemen dan Kepemimpinan Pemerintahan” kepada ratusan mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Satya Wiyata Mandala (USWIM) Nabire, Kamis (11/6/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Kampus USWIM Nabire tersebut turut dihadiri Rektor USWIM Petrus Tekege, S.H., M.H., Dr. Christina Lewerissa, S.Sos., S.Pd., M.Si., para dosen, staf, dan mahasiswa.

Dalam paparannya, Prof. Fernandes menegaskan bahwa persoalan utama yang dihadapi banyak negara berkembang bukanlah keterbelakangan wilayah, melainkan lemahnya tata kelola pemerintahan dan manajemen.

“Tidak ada negara terbelakang. Yang terbelakang itu adalah manajemennya. Karena itu, kualitas manajemen menjadi faktor utama dalam menentukan kemajuan suatu daerah maupun negara,” ujarnya.

Ia menjelaskan perkembangan ilmu manajemen yang telah memasuki generasi kelima. Menurutnya, manajemen generasi pertama dikenal sebagai jungle management, kemudian berkembang menjadi management by direction, management by targeting, total quality management, hingga networking management yang berbasis teknologi informasi dan jaringan digital.

Prof. Fernandes menyoroti pentingnya penerapan pendekatan ilmiah dalam proses pengambilan kebijakan pemerintah. Menurutnya, kampus memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan daerah melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

“Semua keputusan kebijakan pemerintahan harus didasarkan pada pendekatan keilmuan. Karena itu pemerintah harus melibatkan perguruan tinggi dalam merumuskan kebijakan pembangunan,” katanya.

Ia juga menekankan bahwa era networking management menuntut pemerintah daerah untuk memanfaatkan teknologi dan media digital secara maksimal dalam pelayanan publik serta pembangunan daerah.

Menurutnya, generasi muda Papua memiliki peluang besar untuk berkontribusi melalui pemanfaatan media sosial yang positif.

“Media sosial harus digunakan untuk mendukung pembangunan, bukan untuk menjatuhkan. Berikan kritik dan masukan dengan bahasa yang santun sehingga dapat membantu pemimpin mengambil kebijakan yang lebih baik,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Prof. Fernandes mengajak mahasiswa USWIM untuk terus meningkatkan kapasitas diri dan mempersiapkan diri menjadi generasi pemimpin masa depan Papua yang mampu menjawab tantangan perkembangan zaman.

Kuliah umum berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab yang diikuti antusias oleh para mahasiswa dan dosen yang hadir. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kunjungi Timika, Kepala Basarnas Cek Kesiapan Kantor SAR Hadapi Potensi Kedaruratan

31 Oktober 2026 - 13:11 WIB

20261030

Hasil Kunjungan Menag dari Italia, Indonesia Jadi Model Moderasi Beragama

31 Oktober 2026 - 12:21 WIB

IMG 20261031 WA0018

Papua Tengah Usulkan Ambulans Darat, Kemenkes Respons dengan Rencana Helikopter Medis

31 Oktober 2026 - 12:16 WIB

IMG 20261031 WA0017

Kementerian Kesehatan Respons Usulan Rehabilitasi 54 Puskesmas di Papua Tengah

31 Oktober 2026 - 12:06 WIB

IMG 20261031 WA0016

Papua Tengah Siapkan Lahan 20 Hektare, Rumah Sakit Besar Ditargetkan Dibangun 2027

31 Oktober 2026 - 12:02 WIB

IMG 20261031 WA0015
Trending di Headline