Menu

Mode Gelap
DPD RI Dorong Pengesahan RUU Daerah Kepulauan untuk Wujudkan Keadilan Pembangunan Maritim Perkuat Layanan Kesehatan di Pedalaman, Wilhelmus Pigai Serahkan Bantuan Obat Kemenkes RI ke Puskesmas Wangbe 700 Pelari Meriahkan Bhayangkara Fun Run 5K, Wujud Sinergi Polda Papua Tengah dan DPD BMP RI OPINI : Menggugat ke PTUN Tak Cukup Bermodal Somasi TKT Group Timika Raih 15 Medali di Thyres Taekwondo Championship 2026 Ekspor Perdana Hasil Laut Mimika Jadi Langkah Baru Papua Tengah Menembus Pasar Global

Headline

Hari Lahir Pancasila di Mimika: Refleksi Menjaga Persatuan, Mengukuhkan Peran Indonesia untuk Perdamaian Dunia

Etty Welerbadge-check


					Hari Lahir Pancasila di Mimika: Refleksi Menjaga Persatuan, Mengukuhkan Peran Indonesia untuk Perdamaian Dunia Perbesar

TIMIKA – Semangat kebangsaan kembali berkobar di Kabupaten Mimika. Pemerintah Kabupaten Mimika menggelar upacara khidmat dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila di lapangan Kantor Pusat Pemerintahan (Puspem), Senin (1/6/2026). Mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, peringatan tahun ini bukan sekadar seremoni rutin, melainkan momen penting untuk merefleksikan kembali makna mendasar Pancasila sebagai tiang utama kehidupan berbangsa, sekaligus menegaskan peran Indonesia di kancah internasional.

Bupati Mimika bertindak selaku Pembina Upacara dan membacakan pidato tertulis dari Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) RI, Yudian Wahyudi. Dalam pidatonya, ditegaskan bahwa Hari Lahir Pancasila adalah momentum untuk memastikan agar “api” nilai-nilai luhur itu tetap menyala terang di dalam jiwa setiap insan warga negara Indonesia, di mana pun berada.

Tema yang diangkat tahun ini membawa pesan tegas: Pancasila bukan hanya relevan untuk menyatukan keberagaman di dalam negeri, tetapi juga menjadi jawaban dan fondasi bagi terciptanya perdamaian dunia yang abadi. Di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian, perselisihan, dan ancaman perpecahan, Indonesia hadir sebagai bukti nyata keberhasilan. Sebagai negara kepulauan dengan lebih dari 17.000 pulau serta ratusan suku dan etnis, Indonesia membuktikan bahwa keberagaman bukanlah sumber konflik, melainkan kekuatan besar yang dapat disatukan dalam satu ikatan kebangsaan yang kokoh.

 “Pancasila adalah bintang penuntun yang telah membuktikan ketangguhannya melewati berbagai zaman. Indonesia tidak boleh hanya menjadi penonton dalam kancah dunia. Kita memiliki tanggung jawab konstitusional untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial,” tegasnya dalam pidato tersebut.

Lebih jauh dijelaskan, sebagai bangsa yang besar, Indonesia harus tampil menunjukkan kepemimpinan nyata. Hal ini telah dibuktikan lewat berbagai kontribusi, mulai dari pengiriman pasukan perdamaian di bawah bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), peran aktif memediasi konflik di tingkat regional, hingga konsistensi menyuarakan keadilan bagi bangsa-bangsa yang pernah terjajah. Semua langkah ini merupakan wujud pengamalan murni dari sila kedua Pancasila: Kemanusiaan yang Adil dan Beradab.

Indonesia pun menyampaikan pandangan tegas kepada dunia: perdamaian sejati tidak boleh dimaknai semata sebagai ketiadaan perang atau kekerasan. Perdamaian yang sesungguhnya baru akan terwujud jika keadilan hadir dan ditegakkan secara merata bagi seluruh umat manusia tanpa memandang batas negara atau perbedaan.

 Di akhir pidatonya, ia mengajak seluruh elemen bangsa di Mimika maupun di seluruh Indonesia untuk kembali memperkuat komitmen bersama. “Mari kita tunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah bangsa besar yang menjunjung tinggi religiusitas, hidup dengan semangat persatuan, dan berdiri kokoh karena nilai-nilai kemanusiaannya,” ajaknya.

Ia menegaskan bahwa selama darah Indonesia masih mengalir di dalam diri setiap anak bangsa, Pancasila tidak akan pernah mati. Nilai-nilainya tidak cukup hanya dihafalkan, tetapi harus dihayati dan diterjemahkan ke dalam tindakan nyata dalam setiap denyut nadi kehidupan bernegara.

 “Selama darah Indonesia masih mengalir di tubuh kita, Pancasila akan senantiasa hidup dan menjadi pedoman bagi seluruh anak bangsa di Republik yang kita cintai ini,” pungkasnya mengakhiri pidato di tengah suasana upacara yang penuh khidmat. (Cr2)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pemkab Dogiyai Dukung MUBESLUB Tota Mapiha, Dorong Pemetaan Wilayah Adat dan Perlindungan Cagar Budaya

18 Juli 2026 - 13:56 WIB

IMG 20260718 WA0012

Bupati Deiyai Serahkan Peta Definitif Kampung dan Distrik, Perkuat Kepastian Hukum Batas Wilayah

18 Juli 2026 - 13:51 WIB

IMG 20260718 WA0004

Seleksi Kompetensi Calon Sekda Deiyai Dimulai, Bupati Dorong Terpilihnya Pemimpin Birokrasi Berkualitas

17 Juli 2026 - 12:22 WIB

IMG 20260717 WA0137

Kejari Mimika Targetkan Lebih dari Satu Tersangka dalam Dugaan Korupsi Proyek Pembukaan Lahan 150 Hektare, Tunggu Hasil Audit BPKP

17 Juli 2026 - 12:16 WIB

IMG 20260717 WA0122

Kapolres Mimika: Sinergi Polisi dan Kejaksaan Harus Nyata, Bukan Sekadar Seremonial

17 Juli 2026 - 12:07 WIB

IMG 20260717 WA0118
Trending di Headline