Menu

Mode Gelap
BULD DPD RI Uji Publik Regulasi Pendidikan Bali, Soroti Kewenangan Pusat dan Daerah Komite IV DPD RI Siapkan Uji Kelayakan dan Kepatutan 23 Calon Anggota BPK Periode 2026–2031 Anggota BULD DPD RI Wilhelmus Pigai Soroti Pemerataan Pendidikan di Papua Wilhelmus Pigai: APBN 2027 Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat Daerah HUT ke-81 MPR-DPR, DPD Dorong Parlemen Perkuat Kolaborasi dan Aspirasi Rakyat IKB PMKJ Jabodetabek Tempa Generasi Muda Jayawijaya Jadi Calon Pemimpin Papua

Headline

Dinkes Mimika Gelar Workshop Lansia Tangguh, Dorong Lansia Tetap Produktif dan Mandiri

Etty Welerbadge-check


					Dinkes Mimika Gelar Workshop Lansia Tangguh, Dorong Lansia Tetap Produktif dan Mandiri Perbesar

TIMIKA – Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika menggelar workshop pemahaman tenaga kesehatan dan kader tentang konsep lansia tangguh, agar para lanjut usia tetap produktif dan mandiri.

Kegiatan berlangsung di Horison Ultima, Selasa (26/05/2026) yang diikuti oleh perwakilan dari 26 puskesmas di Kabupaten Mimika, termasuk seluruh penanggung jawab program lansia di masing-masing puskesmas dan para kader lansia.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Dr. Sisma HL, mengatakan keterlibatan kader lansia dalam workshop sangat penting agar ilmu dan pengetahuan yang diperoleh dapat diteruskan kepada masyarakat, khususnya sesama lansia.

“Bagaimana upaya yang dilakukan agar lansia ini tetap produktif dari segi fisik walaupun memang fisik sudah menurun, dari segi emosionalnya, spiritualnya, segi ekonomi. Nah, itu dia bisa produktif untuk dirinya sendiri,” ujar Sisma saat diwawancarai.

Menurutnya, ada tujuh dimensi lansia tangguh yang menjadi fokus pada workshop ini, yaitu imensi intelektual, fisik, spiritual, emosional, sosial kemasyarakatan, profesional, dan lingkungan. Untuk itu, kegiatan ini juga menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai instansi, di antaranya tenaga medis dari RSUD, Himpunan Psikologi, serta Dinas Sosial.

“Kalau ingin lansia lebih produktif, mereka harus mendapatkan tambahan ilmu dan pengetahuan terlebih dahulu supaya memahami konsep tentang lansia itu sendiri. Ketika kader sudah menerima materi, mereka bisa berbagi kepada teman-teman seusianya,” terangnya.

Nantinya, ada dua output dari kegiatan ini yaitu penanggung jawab program akan semakin baik dalam membuat program dan pelaporan. Sementara kader bisa memahami konsep lansia, menerapkannya untuk diri sendiri, lalu membagikannya kepada sesama.

“Pelaporan-pelaporan yang semakin baik dari dpenanggungjawab kemudian dari segi kader sendiri, dia bisa paham, bisa mengerti konsep lansia seperti apa. kemudian bisa diterapkan minimal untuk dirinya sendii dan bisa berbagi buat sesama usianya,” tambahnya.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Mimika, jumlah lansia yang menjadi sasaran pelayanan saat ini mencapai sekitar 22 ribu orang. Sementara berdasarkan klasifikasi WHO, kelompok usia lanjut dimulai dari usia pertengahan hingga di atas 60 tahun. (Cr2)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Warga Wanggar Sari Apresiasi Dinkes Nabire Selesaikan Masalah Internal Puskesmas

22 September 2026 - 10:11 WIB

IMG 20260922 WA0050

Polda Papua dan Belanda Perkuat Komunikasi, Bahas Keamanan hingga Lingkungan

22 September 2026 - 10:07 WIB

IMG 20260922 WA0045

September, Realisasi Fisik APBD Mimika 52 Persen, Realisasi Keuangan 48 Persen

22 September 2026 - 10:01 WIB

IMG 20260922 WA0042

FKP, Pemkab Mimika Dorong Pelayanan Publik Lebih Inklusif 

22 September 2026 - 09:57 WIB

IMG 20260922 WA0041

Pendulang di Landfill Mile 38 Diminta Pindahkan Camp, Batas Waktu 29 September

22 September 2026 - 09:18 WIB

IMG 20260922 WA0040
Trending di Headline