Menu

Mode Gelap
DPD RI Dorong Pengesahan RUU Daerah Kepulauan untuk Wujudkan Keadilan Pembangunan Maritim Perkuat Layanan Kesehatan di Pedalaman, Wilhelmus Pigai Serahkan Bantuan Obat Kemenkes RI ke Puskesmas Wangbe 700 Pelari Meriahkan Bhayangkara Fun Run 5K, Wujud Sinergi Polda Papua Tengah dan DPD BMP RI OPINI : Menggugat ke PTUN Tak Cukup Bermodal Somasi TKT Group Timika Raih 15 Medali di Thyres Taekwondo Championship 2026 Ekspor Perdana Hasil Laut Mimika Jadi Langkah Baru Papua Tengah Menembus Pasar Global

Headline

Dinkes Mimika Gelar Workshop Lansia Tangguh, Dorong Lansia Tetap Produktif dan Mandiri

Etty Welerbadge-check


					Dinkes Mimika Gelar Workshop Lansia Tangguh, Dorong Lansia Tetap Produktif dan Mandiri Perbesar

TIMIKA – Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika menggelar workshop pemahaman tenaga kesehatan dan kader tentang konsep lansia tangguh, agar para lanjut usia tetap produktif dan mandiri.

Kegiatan berlangsung di Horison Ultima, Selasa (26/05/2026) yang diikuti oleh perwakilan dari 26 puskesmas di Kabupaten Mimika, termasuk seluruh penanggung jawab program lansia di masing-masing puskesmas dan para kader lansia.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Dr. Sisma HL, mengatakan keterlibatan kader lansia dalam workshop sangat penting agar ilmu dan pengetahuan yang diperoleh dapat diteruskan kepada masyarakat, khususnya sesama lansia.

“Bagaimana upaya yang dilakukan agar lansia ini tetap produktif dari segi fisik walaupun memang fisik sudah menurun, dari segi emosionalnya, spiritualnya, segi ekonomi. Nah, itu dia bisa produktif untuk dirinya sendiri,” ujar Sisma saat diwawancarai.

Menurutnya, ada tujuh dimensi lansia tangguh yang menjadi fokus pada workshop ini, yaitu imensi intelektual, fisik, spiritual, emosional, sosial kemasyarakatan, profesional, dan lingkungan. Untuk itu, kegiatan ini juga menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai instansi, di antaranya tenaga medis dari RSUD, Himpunan Psikologi, serta Dinas Sosial.

“Kalau ingin lansia lebih produktif, mereka harus mendapatkan tambahan ilmu dan pengetahuan terlebih dahulu supaya memahami konsep tentang lansia itu sendiri. Ketika kader sudah menerima materi, mereka bisa berbagi kepada teman-teman seusianya,” terangnya.

Nantinya, ada dua output dari kegiatan ini yaitu penanggung jawab program akan semakin baik dalam membuat program dan pelaporan. Sementara kader bisa memahami konsep lansia, menerapkannya untuk diri sendiri, lalu membagikannya kepada sesama.

“Pelaporan-pelaporan yang semakin baik dari dpenanggungjawab kemudian dari segi kader sendiri, dia bisa paham, bisa mengerti konsep lansia seperti apa. kemudian bisa diterapkan minimal untuk dirinya sendii dan bisa berbagi buat sesama usianya,” tambahnya.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Mimika, jumlah lansia yang menjadi sasaran pelayanan saat ini mencapai sekitar 22 ribu orang. Sementara berdasarkan klasifikasi WHO, kelompok usia lanjut dimulai dari usia pertengahan hingga di atas 60 tahun. (Cr2)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Bidang Hukum dan Ham IPMAPAN: Baca Situasi Di Papua Tidak Baik-Baik Saja

18 Juli 2026 - 14:26 WIB

IMG 20260718 WA0034

Keluarga Pelaku Sanggupi Bantuan Duka Rp200 Juta, Proses Hukum Kasus Penikaman Pomako Tetap Berjalan

18 Juli 2026 - 14:12 WIB

IMG 20260718 WA0025

Terungkap, Ledakan Maut di Biak Berawal dari Pemotongan Mortir Aktif

18 Juli 2026 - 14:07 WIB

IMG 20260718 WA0024

Operasi Damai Cartenz di Yahukimo Berujung Kontak Tembak, Tiga Anggota KKB Tewas

18 Juli 2026 - 14:03 WIB

IMG 20260718 WA0018

Bupati Deiyai Undang Dokter Umum Mengabdi, Siapkan Kontrak Kerja dan Pendidikan Spesialis

18 Juli 2026 - 13:59 WIB

IMG 20260718 WA0017
Trending di Headline