TIMIKA — Sekolah menengah atas yang berasal dari wilayah pesisir Mimika, SMAN 3 Kaokanao berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih Juara 1 dalam ajang Kapolda Papua Tengah Cup II.
Bertempat di Lapangan Goldstone Arena, Irigasi Ujung, Kamis (21/5/2026), partai final berlangsung meriah dan penuh semangat sportivitas membawa SMAN 3 Kaokanao sebagai sang juara, setelah berhasil menumbangkan tim tangguh SMA Taruna dengan skor 3 : 0.
Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih prestasi. Meski berada jauh dari pusat kota dan memiliki fasilitas olahraga yang belum memadai, para pemain tetap menunjukkan semangat juang yang tinggi. Bahkan, mereka harus menjalani latihan di atas tanah basah dan lapangan seadanya.
Namun kondisi tersebut tidak mematahkan semangat para pemain asli suku Kamoro untuk terus berlatih dan mengembangkan bakat di bidang olahraga. Dengan kerja keras, disiplin, dan kekompakan tim, mereka akhirnya mampu tampil gemilang hingga keluar sebagai juara.
Prestasi yang diraih SMAN 3 Kaokanao ini pun mendapat apresiasi dari berbagai pihak karena dinilai menjadi inspirasi bagi generasi muda di wilayah pesisir Papua Tengah agar terus percaya diri dan berani bersaing di tingkat yang lebih tinggi.
Kemenangan ini sekaligus membuktikan bahwa anak-anak pesisir Mimika memiliki potensi besar di dunia olahraga apabila mendapatkan dukungan dan kesempatan yang baik.

Sambutan Bupati Mimika, Johannes Rettob yang dibacakan, Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Setda Mimika, Fransiskus Bokeyau, menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Kapolda Papua Tengah, panitia, sponsor, serta seluruh pihak sekolah yang terlibat.
“Turnamen ini merupakan kegiatan yang sangat positif bagi generasi muda, khususnya pelajar SMA/SMK di Kabupaten Mimika. Selain ajang kompetisi, ini adalah wadah pembinaan karakter, pengembangan bakat, serta sarana mempererat persatuan,” ujar Fransiskus saat memberikan sambutan.

Fransiskus juga menekankan pentingnya nilai disiplin, kerja keras, dan sportivitas yang didapat dari olahraga untuk menghadapi tantangan masa depan. Beliau memastikan bahwa Pemda akan terus mendukung kegiatan kepemudaan secara berkelanjutan agar anak-anak muda Mimika terhindar dari pengaruh negatif yang merusak masa depan.
“Kepada tim Kokonao yang berhasil meraih juara, atas nama Bupati kami ucapkan selamat. Untuk yang belum berhasil, jangan berkecil hati. Kekalahan bukanlah akhir, melainkan bagian dari proses untuk menjadi lebih baik,” tambahnya.
Sementara itu, Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol. Jermias Rontini, S.I.K., M.Si, tidak dapat menyembunyikan rasa bangga dan kagumnya atas antusiasme luar biasa dari masyarakat serta potensi besar yang ditunjukkan oleh para peserta, khususnya sang juara, tim SMAN 3 Kokonau.
“Saya sangat respek dengan interaksi bagaimana anak-anak Kokonao membuktikan, bahwa di tengah keterbatasan, mereka mampu menunjukkan kelas dan talenta alamnya yang luar biasa. Saya sudah melihat potensi mereka sejak babak penyisihan dan malam ini mereka membuktikannya,” kata Brigjen Pol. Jermias Rontini penuh semangat.
Kapolda bahkan menyamakan kegigihan anak-anak Mimika dengan semangat pesepak bola dunia asal Afrika.
“Kita ingat bagaimana Senegal menjadi ikon sepak bola dunia. Jika kita siapkan fasilitas dan mengasah skill mereka dengan baik, bukan tidak mungkin akan lahir Sadio Mane-Sadio Mane berikutnya dari tanah Papua,” tuturnya.
Sebagai wujud kepedulian dan legacy (warisan) kepemimpinan yang berkelanjutan, Brigjen Pol. Jermias Rontini membocorkan rencana besar untuk turnamen berikutnya yang direncanakan bergulir pada Januari 2027 mendatang.
“Kita akan kolaborasi dengan Pemda dan TNI, serta memperkuat sektor sponsorship. Kita akan gas terus. Tidak hanya untuk tingkat SMA, ke depan kita agendakan untuk tingkat SD, serta turnamen kategori umum,”
Dalam momen tersebut, Kapolda turut didampingi oleh para legenda sepak bola Papua seperti Boaz Solossa, Titus Bonai (Tibo), dan seorang pelawak tunggal (komika),Yohanes Fransiskus Gabriel Yewen, Kehadiran para bintang ini diharapkan menjadi motivasi besar bagi para pelajar.
Turnamen ini tidak hanya menjadi panggung bagi para atlet, tetapi juga pesta rakyat yang menggerakkan ekonomi lokal. Kapolda mengapresiasi masyarakat dan para pelaku UMKM, termasuk mama-mama Papua yang rela menutup dagangannya lebih awal demi menonton pertandingan.
Kehebohan juga terasa hingga ke distrik asal sang juara melalui nonton bareng (nobar) via siaran langsung TikTok di depan Polsek Kokonao. (IT)







