NABIRE – Pemerintah Provinsi Papua Tengah menyatakan dukungan terhadap pelaksanaan Sidang Majelis Daerah Khusus Gembala Tahun 2026 yang diselenggarakan Badan Pengurus Daerah (BPD) Gereja Bethel Indonesia Provinsi Papua Tengah di Nabire.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Kamis hingga Jumat (21–22/5/2026), itu mengangkat tema “Sehati Menuntaskan Amanat Agung” dengan subtema “Pemimpin Berintegritas yang Merindukan Revival”.
Sidang tersebut diikuti sekitar 78 gembala dan pelayan Tuhan dari berbagai wilayah pelayanan GBI di Papua Tengah dan dipusatkan di salah satu hotel di Nabire.
Pemerintah Provinsi Papua Tengah melalui Gubernur Meki Nawipa memberikan apresiasi atas pelaksanaan forum gerejawi tersebut yang dinilai memiliki peran penting dalam memperkuat pelayanan umat, menjaga persatuan, serta mendukung kehidupan sosial masyarakat di Papua Tengah.
Sambutan Gubernur Papua Tengah dibacakan Staf Ahli II Bidang Perekonomian, Keuangan, dan Pembangunan Setda Papua Tengah, Herman Kayame, S.T., M.T.
Dalam sambutan tersebut, pemerintah menilai sidang majelis gembala menjadi momentum penting untuk mempererat koordinasi pelayanan gereja sekaligus membangun komitmen bersama dalam menjaga keharmonisan masyarakat di tengah berbagai tantangan sosial yang terjadi di Papua Tengah.
“Pada kesempatan yang berbahagia ini, hari ini merupakan momentum penting untuk memperkuat pelayanan, mempererat persatuan, dan merumuskan langkah-langkah strategis dalam mendukung pertumbuhan gereja dan pelayanan umat Tuhan ke depan,” ujar Herman saat membacakan sambutan gubernur.
Pemerintah juga menekankan pentingnya peran para pemimpin gereja dalam membina jemaat serta menghadirkan nilai kasih dan keteladanan di tengah kehidupan masyarakat.
“Sebagai para gembala dan pelayan Tuhan, kita memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga persatuan, membina jemaat, menghadirkan kasih Kristus, dan menjadi teladan dalam kehidupan sehari-hari,” lanjutnya.
Melalui forum tersebut, pemerintah berharap lahir keputusan-keputusan yang penuh hikmat dan memberikan manfaat nyata bagi pelayanan gereja maupun pembangunan kehidupan sosial masyarakat Papua Tengah.
“Melalui sidang ini diharapkan lahir keputusan-keputusan yang bijaksana, penuh hikmat, serta membawa manfaat bagi pelayanan gereja dan masyarakat,” katanya.
Selain itu, pemerintah juga mengajak seluruh peserta sidang menjadikan forum tersebut sebagai ruang untuk saling mendengar, saling menguatkan, dan bersama-sama mencari kehendak Tuhan dalam pelayanan.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua BPD GBI Papua Tengah, Pdt. Nelvin Bondi Potoh, mengatakan gereja memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga dan membina jemaat di tengah situasi sosial yang berkembang di Papua Tengah dan Papua Pegunungan.
Menurutnya, para gembala memiliki peran penting dalam menghadirkan kedamaian melalui pelayanan kepada jemaat masing-masing.
“Minimal kita urus jemaat yang kita gembalakan dengan baik dulu. Itu sudah sangat menolong pemerintah di provinsi ini,” ujarnya.
Nelvin berharap Sidang Majelis Daerah Khusus Gembala Tahun 2026 dapat melahirkan keputusan strategis yang berdampak positif bagi gereja dan masyarakat Papua Tengah.
Ia juga mengapresiasi para peserta yang datang dari berbagai wilayah pelayanan untuk mengikuti persidangan tersebut.
“Saya percaya jerih lelah para hamba Tuhan akan diperhitungkan Tuhan,” katanya.
Sementara itu, Ketua Panitia, Daud Money, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut dilaksanakan berdasarkan Surat Keputusan Ketua BPD GBI Papua Tengah Nomor 047-17/SK-BPD/040-SK/010/25 tentang pembentukan panitia Sidang Majelis Daerah Khusus Gembala Tahun 2026.
Ia mengatakan sekitar 78 peserta mengikuti sidang tersebut yang berasal dari berbagai wilayah pelayanan di Papua Tengah.
Menurutnya, total anggaran pelaksanaan kegiatan mencapai Rp203.213.000 yang bersumber dari subsidi sejumlah wilayah pelayanan, kontribusi peserta, dan dukungan internal organisasi gereja.
“Kami bersyukur karena seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan dukungan semua pihak,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Sinode GBI, Pdt. Dr. Rubin Adi Abraham, dalam sambutan video mengingatkan pentingnya revival atau kebangunan rohani yang dimulai dari kehidupan para pemimpin gereja.
Ia mengatakan kebangunan rohani lahir melalui kehidupan yang penuh integritas, doa, dan kerendahan hati.
“Sidang ini bukan hanya forum menyusun program, tetapi juga momentum doa agar lawatan Tuhan terjadi,” ujarnya.
Sidang Majelis Daerah Khusus Gembala GBI Papua Tengah dijadwalkan berlangsung hingga Jumat (22/5/2026) dengan agenda pembahasan program pelayanan, evaluasi organisasi, dan penguatan pelayanan gereja di Papua Tengah. (MB)







