Menu ✖

Mode Gelap
Yorrys Raweyai Dorong Aspirasi Daerah Menjadi Perhatian Nasional Wilhelmus Pigai Dorong Penguatan Hak Politik Orang Asli Papua melalui Kajian Regulasi Gubernur Meki Nawipa Tinjau Tambang Bawah Tanah Freeport, Pelajari Teknologi dan Operasional Pertambangan Empat Pejabat Tinggi Negara Turun ke Nabire, Tertibkan Tambang Emas Ilegal Natalius Pigai: Keberhasilan Pembangunan HAM Harus Dirasakan Langsung oleh Rakyat Meki–Deinas: Ketika Langit dan Gunung Bertemu

Headline

Rektor Tekege : Generasi Muda Papua Harus Gunakan Medsos untuk Lestarikan Bahasa Daerah di Era Digital

Etty Welerbadge-check


					Rektor Tekege : Generasi Muda Papua Harus Gunakan Medsos untuk Lestarikan Bahasa Daerah di Era Digital Perbesar

NABIRE – Rektor Universitas Satya Wiyata Mandala (USWIM) Nabire Papua Tengah, Dr. Petrus Tekege, MH. mengajak generasi muda Papua Tengah memanfaatkan media sosial seperti TikTok, Instagram, Facebook dan Youtube sebagai sarana pelestarian bahasa daerah di tengah arus digitalisasi dan globalisasi.

Ajakan tersebut disampaikan usai melaksanakan Seminar Internasional Pelestarian dan Pengembangan Bahasa Daerah Papua di Era Globalisasi yang digelar USWIM bersama Australian National University dan Universitas Cenderawasih.

Menurut Petrus, perkembangan teknologi tidak seharusnya menjadi ancaman bagi keberlangsungan bahasa daerah, melainkan dimanfaatkan sebagai media edukasi dan sosialisasi budaya Papua.

“Medsos pakai bahasa daerah, bahasa mama, bahasa ibu. Itu lebih bagus,” ujarnya Tekege kepada wartawan di ruang kerjanya

Ia menilai anak muda Papua perlu mulai menciptakan konten kreatif yang memadukan bahasa daerah dengan teknologi digital, termasuk melalui lagu, video pendek, hingga seni pertunjukan.

Tekege mencontohkan penggunaan beberapa bahasa daerah Papua dalam satu konten digital dengan makna yang sama sebagai bentuk edukasi lintas budaya.

“Misalnya satu kalimat diterjemahkan dalam bahasa Biak, Mee, Dani, Kamoro, Yaor atau Yeresiam Itu bisa jadi media pembelajaran yang menarik,” katanya.

Menurutnya, generasi muda saat ini terlalu banyak menggunakan media sosial hanya untuk hiburan semata tanpa nilai edukasi.
Karena itu, kampus berencana mendorong pembentukan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) seni dan budaya yang fokus mengembangkan lagu-lagu daerah Papua.

Ia juga menyoroti lagu-lagu tradisional Papua seperti “Mambesak” yang mulai kehilangan lirik dan kurang dikenal generasi muda.

“Kita harus biasakan anak muda mencintai lagu-lagu daerah dan bahasa ibu,” katanya.

Rektor berharap kemajuan teknologi dapat menjadi alat untuk memperkuat identitas budaya Papua, bukan justru menghilangkan bahasa dan tradisi lokal. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

BRIDA Mimika dan Litbang Kompas Kaji Kinerja Pemerintah serta Kepuasan Masyarakat

3 November 2026 - 12:28 WIB

IMG 20261103 WA0081

Pemkab Mimika Hadirkan MAITUA, Dorong Transformasi Tata Kelola Data Daerah

3 November 2026 - 12:23 WIB

IMG 20261103 WA0079

Masuk Bulan November, Realisasi Keuangan Kabupaten Mimika 2026 Baru 52 Persen

3 November 2026 - 12:20 WIB

IMG 20261103 WA0002

Pemkab Mimika Evaluasi Pemberlakuan PJJ, Sekolah Berpeluang Kembali Gelar PTM

3 November 2026 - 12:14 WIB

IMG 20261102 WA0025

Lewat Program Poliran, Kapolsek Jila Ajak Warga Bangkit dan Mandiri Secara Ekonomi

3 November 2026 - 12:09 WIB

IMG 20261103 210711
Trending di News