Menu ✖

Mode Gelap
Natalius Pigai: Keberhasilan Pembangunan HAM Harus Dirasakan Langsung oleh Rakyat Meki–Deinas: Ketika Langit dan Gunung Bertemu Pastor Berusia 36 Tahun Ditemukan Meninggal di Kolam Renang Kuala Kencana Sempat Viral Pimpin Upacara Hardiknas, Deki Degei Berterima Kasih kepada Gubernur Papua Tengah Papua Tengah Terang untuk Sugapa, Listrik Gratis 24 Jam Ditargetkan Mulai Desember 2026 Komite IV DPD RI Evaluasi Realisasi TKD dan Dana Otsus di Papua

Headline

Bupati Nabire Soroti Realisasi Otsus: Daerah Harus Mandiri Kelola Potensi Lokal

Etty Welerbadge-check


					Bupati Nabire Soroti Realisasi Otsus: Daerah Harus Mandiri Kelola Potensi Lokal Perbesar

NABIRE – Bupati Nabire, Mesak Magai, menegaskan pentingnya kemandirian daerah dalam mengelola sumber daya alam sebagai bagian dari implementasi Otonomi Khusus (Otsus), usai mengikuti upacara peringatan Hari Otonomi Daerah ke-30, Senin (27/4/2026) lalu.

Dalam keterangannya kepada awak media, Bupati menekankan bahwa pemerintah daerah tidak boleh terus bergantung pada transfer anggaran dari pemerintah pusat. Sebaliknya, daerah harus mampu mengoptimalkan potensi lokal guna meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Pemerintah daerah harus mampu mengelola sumber daya alam yang ada. Jangan hanya bergantung pada transfer pusat. PAD menjadi ruang kebebasan bagi daerah untuk mengatur dan membangun wilayahnya sendiri,” ujarnya.

Menurutnya, pengelolaan potensi daerah secara optimal akan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat di berbagai sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan, ekonomi hingga pembangunan wilayah terpencil.

Dana Desa dan Peran Kampung

Lebih lanjut, Bupati menjelaskan bahwa pelaksanaan Otsus di Kabupaten Nabire juga didukung melalui alokasi dana desa yang bertujuan memberdayakan masyarakat di tingkat kampung.

IMG 20260428 WA0093

Ia menyebut, pemerintah daerah melalui instansi teknis terus memperkuat fungsi pengawasan agar pengelolaan dana kampung berjalan efektif dan tepat sasaran.

“Perencanaan pembangunan dilakukan langsung oleh masyarakat sesuai kebutuhan kampung masing-masing. Ini bagian dari implementasi otonomi, di mana masyarakat diberi ruang untuk menentukan arah pembangunan mereka,” jelasnya.

Program-program yang didanai melalui dana desa antara lain pembangunan posyandu, penanganan gizi buruk, hingga pencegahan stunting. Hal ini dinilai sebagai bentuk konkret dari pemberdayaan masyarakat berbasis kampung.

Otsus Bukan Sekadar Anggaran

Bupati menegaskan bahwa Otonomi Khusus tidak semata dipahami sebagai bantuan anggaran dari pusat, melainkan sebagai kewenangan penuh bagi daerah untuk mengelola potensi dan membangun wilayahnya secara mandiri.

“Otsus adalah kebebasan bagi daerah untuk mengatur dan mengurus rumah tangganya sendiri, termasuk membangun berdasarkan potensi lokal,” tegasnya.

Perencanaan Berjenjang dari Kampung

Dalam sistem perencanaan pembangunan, Kabupaten Nabire menerapkan mekanisme berjenjang yang dimulai dari tingkat kampung melalui musyawarah pembangunan kampung (Musrenbang Kampung), kemudian dilanjutkan ke tingkat distrik hingga kabupaten.

Proses ini bertujuan untuk memastikan setiap program pembangunan benar-benar menjawab kebutuhan riil masyarakat di lapangan.

“Perencanaan dimulai dari kampung, kemudian naik ke distrik dan kabupaten. Ini untuk memastikan pembangunan yang dirancang benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat,” tambahnya.

Melalui pendekatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Nabire berharap implementasi Otsus dapat semakin dirasakan hingga ke pelosok desa, sekaligus memperkuat kemandirian daerah dalam mendorong pembangunan yang berkelanjutan. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pemkab Mimika Matangkan Perencanaan Kota Kapiraya, Siapkan Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru di Wilayah Pesisir

22 Oktober 2026 - 16:14 WIB

20261022

Disdik Mimika Buka Dispensasi Sekolah di Tengah Kebijakan PJJ Akibat Kabut Asap

22 Oktober 2026 - 15:25 WIB

IMG 20261022 WA0003

Wabup Nabire Tekankan Edukasi dan Deteksi Dini dalam Pencegahan Penyakit Menular

22 Oktober 2026 - 15:19 WIB

IMG 20261023 WA0027

Harga Cabai di Timika Tembus Rp120.000/ Kilogram

22 Oktober 2026 - 15:15 WIB

IMG 20261023 001430

Satpol PP Mimika Sita 500 Liter Miras, Warga Diminta Lapor Di Aplikasi PAMU

22 Oktober 2026 - 15:04 WIB

IMG 20261023 WA0001
Trending di Headline