Menu ✖

Mode Gelap
Senator Sopater Bawa Kasus Hilangnya Dua Warga Suku Mek Ke DPD RI, Desak Pengusutan Tuntas Dan Penegakan Hukum Yorrys Raweyai Dorong Aspirasi Daerah Menjadi Perhatian Nasional Wilhelmus Pigai Dorong Penguatan Hak Politik Orang Asli Papua melalui Kajian Regulasi Gubernur Meki Nawipa Tinjau Tambang Bawah Tanah Freeport, Pelajari Teknologi dan Operasional Pertambangan Empat Pejabat Tinggi Negara Turun ke Nabire, Tertibkan Tambang Emas Ilegal Natalius Pigai: Keberhasilan Pembangunan HAM Harus Dirasakan Langsung oleh Rakyat

Headline

Modus “Tempel” Marak, 11 Pelaku Narkoba Diciduk Polres Mimika dalam 4 Bulan

Etty Welerbadge-check


					Modus “Tempel” Marak, 11 Pelaku Narkoba Diciduk Polres Mimika dalam 4 Bulan Perbesar

TIMIKA – Peredaran narkotika di Kabupaten Mimika masih menjadi ancaman serius. Sepanjang Januari hingga April 2026, Satuan Reserse Narkoba (Sat Resnarkoba) Polres Mimika berhasil mengungkap 7 laporan polisi (LP) dengan total 11 tersangka yang seluruhnya merupakan orang dewasa.

Kasat Narkoba Polres Mimika, Iptu Yakobus Rante Limbong, menjelaskan bahwa dari tujuh kasus tersebut, tiga perkara telah memasuki tahap II, sementara empat lainnya masih dalam proses penyidikan.

“Total ada 7 LP dengan 11 tersangka. Tiga sudah tahap II, sisanya masih dalam penyelidikan,” ujarnya pada saat ditemui Senin kemarin (27/04/2026).

Ia mengungkapkan, sebagian besar narkotika jenis sabu yang beredar di Timika didatangkan dari luar daerah seperti Makassar dan Batam. Pengiriman dilakukan melalui jalur laut maupun jasa ekspedisi, menandakan adanya jaringan distribusi yang cukup rapi.

Lebih lanjut, para pelaku menggunakan modus “tempel” untuk mengedarkan barang haram tersebut. Dalam praktiknya, sabu diletakkan di lokasi tersembunyi, lalu pembeli diberikan petunjuk untuk mengambilnya tanpa harus bertemu langsung dengan pengedar.

“Modus ini banyak dipakai karena dianggap lebih aman dan sulit terdeteksi,” jelasnya.

Dari hasil pengungkapan, sebagian tersangka diketahui berperan ganda sebagai pengguna sekaligus pengedar. Ada pula yang hanya bertindak sebagai pengedar. Faktor keuntungan menjadi salah satu alasan utama, di mana pelaku bisa memperoleh hingga Rp1 juta per hari jika berhasil menjual sekitar 10 paket sabu.

“Iming-iming keuntungan ini yang membuat mereka nekat,” tambahnya.

Untuk menekan angka peredaran narkoba, Sat Resnarkoba Polres Mimika akan terus memperkuat penindakan serta menjalin koordinasi dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Pemerintah Daerah Mimika.

Polisi juga mengimbau masyarakat untuk berperan aktif dalam memberikan informasi guna memutus mata rantai peredaran narkotika di wilayah Mimika. (IT)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kemenag Terbitkan Juknis Perlindungan Santri, Panduan Child Safeguarding bagi Pengasuh hingga Pengurus Pesantren

5 November 2026 - 12:53 WIB

IMG 20261105 215133

Pemkab Mimika Matangkan RDTR Kokonao untuk Pemerataan Pembangunan

5 November 2026 - 12:46 WIB

IMG 20261105 WA0042

Bangun Kepercayaan Masyarakat, Pemkab Mimika Perkuat Strategi Komunikasi Publik

5 November 2026 - 12:41 WIB

IMG 20261105 WA0041

Merasa Terancam Saat Angkut Batu, Ratusan Sopir Truk Minta Perlindungan Polisi

5 November 2026 - 12:35 WIB

IMG 20261105 213529

Cegah Anak Terkendala Saat Kuliah, Dukcapil Deiyai Benahi Data Kependudukan Siswa

5 November 2026 - 12:31 WIB

IMG 20261105 213018
Trending di News