Menu

Mode Gelap
BULD DPD RI Uji Publik Regulasi Pendidikan Bali, Soroti Kewenangan Pusat dan Daerah Komite IV DPD RI Siapkan Uji Kelayakan dan Kepatutan 23 Calon Anggota BPK Periode 2026–2031 Anggota BULD DPD RI Wilhelmus Pigai Soroti Pemerataan Pendidikan di Papua Wilhelmus Pigai: APBN 2027 Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat Daerah HUT ke-81 MPR-DPR, DPD Dorong Parlemen Perkuat Kolaborasi dan Aspirasi Rakyat IKB PMKJ Jabodetabek Tempa Generasi Muda Jayawijaya Jadi Calon Pemimpin Papua

Headline

Pj Sekda Puncak Klarifikasi Isu Insiden Kemburu–Pogoma: “Saya Tidak Pernah Sebut Pelaku”

Etty Welerbadge-check


					Pj Sekda Puncak Klarifikasi Isu Insiden Kemburu–Pogoma: “Saya Tidak Pernah Sebut Pelaku” Perbesar

NABIRE — Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kabupaten Puncak, Nenu Tabuni, memberikan klarifikasi terkait pernyataannya yang beredar di sejumlah media nasional mengenai insiden kekerasan di Distrik Kemburu–Pogoma.

Dalam pernyataan terbuka, Kamis (23/4/2026), Nenu menegaskan bahwa dirinya tidak pernah menyebut pihak tertentu sebagai pelaku penembakan terhadap warga sipil, sebagaimana yang diberitakan.

“Saya tidak pernah menyatakan itu. Saya bukan penyidik, saya pemerintah,” tegasnya.

Ia menjelaskan, keterlibatannya dalam peristiwa tersebut hanya sebatas menjalankan tugas sebagai pimpinan tim evakuasi korban, berdasarkan penugasan dari Bupati Puncak dalam situasi tanggap darurat.

Menurut Nenu, pemerintah daerah bersama unsur terkait telah melakukan koordinasi lintas instansi, termasuk dengan TNI dan Polri, dalam rapat yang dipimpin Gubernur Papua Tengah dan dihadiri unsur Forkopimda.

Koordinasi tersebut juga melibatkan Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III di Timika, guna membuka akses menuju lokasi kejadian untuk proses evakuasi korban.

“Rapat itu bertujuan membuka akses agar tim bisa masuk ke lokasi. Pemerintah daerah tetap bersikap netral dalam menangani peristiwa ini,” ujarnya.

Nenu menegaskan, informasi yang mengatasnamakan dirinya terkait penentuan pelaku merupakan kesalahpahaman. Ia bahkan menyebut tudingan tersebut sebagai fitnah yang merugikan dirinya.

“Saya tidak pernah menyebut siapa pelaku. Semua tudingan itu tidak benar,” katanya.

Ia juga menyampaikan bahwa proses evakuasi korban, baik yang meninggal dunia maupun luka-luka, telah dilakukan bersama tim gabungan, termasuk Palang Merah Indonesia (PMI). Pemerintah daerah, lanjutnya, juga telah menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak dan pengungsi.

Dalam kesempatan itu, Nenu mengimbau masyarakat agar tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Ia menegaskan siap menempuh jalur hukum jika tudingan terhadap dirinya terus berlanjut.

“Stop memfitnah. Jika terus berlanjut, saya akan ambil langkah hukum,” tegasnya.

Klarifikasi ini disampaikan menyusul adanya desakan dari tim investigasi HAM dan mahasiswa asal Puncak yang meminta penjelasan atas pernyataannya terkait insiden di Kemburu–Pogoma. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Tawuran di Jalan WR Supratman Dibubarkan, Lima Pemuda Diamankan

20 September 2026 - 09:40 WIB

IMG 20260920 WA0016

Operasi Antik Noken Sasar THM Mimika, Puluhan Pekerja Diperiksa

20 September 2026 - 09:30 WIB

IMG 20260920 WA0022

STEMI Siapkan Kebaktian Pembaruan Iman Bersama Stephen Tong di Nabire

20 September 2026 - 09:22 WIB

IMG 20260920 WA0021

Trifena M. Tinal Pimpin Golkar Mimika 2026–2031, Konsolidasi Organisasi Jadi Agenda Utama

20 September 2026 - 09:09 WIB

IMG 20260920 WA0085

Dinkes Mimika Mendekatkan Diagnosis TB ke Warga Pesisir dan Pedalaman Mimika

19 September 2026 - 16:02 WIB

IMG 20260919 WA0010
Trending di Headline