Menu

Mode Gelap
DPD RI Sampaikan Respons atas Situasi Keamanan Papua, Dorong Penyelesaian Menyeluruh Natalius Pigai Soroti Insiden Berdarah di Papua Tengah, Minta Penyelidikan Menyeluruh Menteri HAM Tolak Pelaporan Jusuf Kalla, Dorong Penyelesaian Lewat Dialog Senator Papua Tengah Wilhelmus Pigai Soroti Temuan BPS: Penyaluran Bansos Harus Ketat Sesuai Kriteria Breaking News : Ruang Terpadu RSUD Paniai Terbakar Hangus DPD RI Dorong Percepatan RUU Bahasa Daerah, Ratusan Bahasa Terancam Punah

Headline

Pj Sekda Puncak Klarifikasi Isu Insiden Kemburu–Pogoma: “Saya Tidak Pernah Sebut Pelaku”

Etty Welerbadge-check


					Pj Sekda Puncak Klarifikasi Isu Insiden Kemburu–Pogoma: “Saya Tidak Pernah Sebut Pelaku” Perbesar

NABIRE — Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kabupaten Puncak, Nenu Tabuni, memberikan klarifikasi terkait pernyataannya yang beredar di sejumlah media nasional mengenai insiden kekerasan di Distrik Kemburu–Pogoma.

Dalam pernyataan terbuka, Kamis (23/4/2026), Nenu menegaskan bahwa dirinya tidak pernah menyebut pihak tertentu sebagai pelaku penembakan terhadap warga sipil, sebagaimana yang diberitakan.

“Saya tidak pernah menyatakan itu. Saya bukan penyidik, saya pemerintah,” tegasnya.

Ia menjelaskan, keterlibatannya dalam peristiwa tersebut hanya sebatas menjalankan tugas sebagai pimpinan tim evakuasi korban, berdasarkan penugasan dari Bupati Puncak dalam situasi tanggap darurat.

Menurut Nenu, pemerintah daerah bersama unsur terkait telah melakukan koordinasi lintas instansi, termasuk dengan TNI dan Polri, dalam rapat yang dipimpin Gubernur Papua Tengah dan dihadiri unsur Forkopimda.

Koordinasi tersebut juga melibatkan Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III di Timika, guna membuka akses menuju lokasi kejadian untuk proses evakuasi korban.

“Rapat itu bertujuan membuka akses agar tim bisa masuk ke lokasi. Pemerintah daerah tetap bersikap netral dalam menangani peristiwa ini,” ujarnya.

Nenu menegaskan, informasi yang mengatasnamakan dirinya terkait penentuan pelaku merupakan kesalahpahaman. Ia bahkan menyebut tudingan tersebut sebagai fitnah yang merugikan dirinya.

“Saya tidak pernah menyebut siapa pelaku. Semua tudingan itu tidak benar,” katanya.

Ia juga menyampaikan bahwa proses evakuasi korban, baik yang meninggal dunia maupun luka-luka, telah dilakukan bersama tim gabungan, termasuk Palang Merah Indonesia (PMI). Pemerintah daerah, lanjutnya, juga telah menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak dan pengungsi.

Dalam kesempatan itu, Nenu mengimbau masyarakat agar tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Ia menegaskan siap menempuh jalur hukum jika tudingan terhadap dirinya terus berlanjut.

“Stop memfitnah. Jika terus berlanjut, saya akan ambil langkah hukum,” tegasnya.

Klarifikasi ini disampaikan menyusul adanya desakan dari tim investigasi HAM dan mahasiswa asal Puncak yang meminta penjelasan atas pernyataannya terkait insiden di Kemburu–Pogoma. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ratusan Personel Satgas TMMD Ke-128 Berangkat Menuju Kampung Keakwa

23 April 2026 - 15:27 WIB

IMG 20260422 WA0167

Material TMMD ke-128 Disalurkan ke Kampung Keakwa, Pembangunan Resmi Dimulai

23 April 2026 - 15:23 WIB

IMG 20260422 WA0159

TP-PKK Mimika Dorong Koperasi Amuro Perkuat Ekonomi Mama Papua

23 April 2026 - 15:16 WIB

IMG 20260424 WA0002

Bursa Ketua KONI Mimika Dibuka, Antonius Kemong Jadi Pendaftar Pertama

23 April 2026 - 15:11 WIB

IMG 20260424 WA0000

Percepat Penurunan Stunting, Pemkab Mimika Perkuat Koordinasi Lintas Sektor

23 April 2026 - 14:41 WIB

IMG 20260423 WA0071
Trending di Headline