Menu

Mode Gelap
Bupati Yampit Nawipa, Kabupaten Paniai Raih Peringkat I Kinerja Penyaluran Dana Desa Terbaik di Papua Tengah Dinas Pendidikan Kabupaten Deiyai Imbau SMP dan SMA Terapkan Kebijakan Pendidikan Gratis Teladan Kepemimpinan Sri Sultan Hamengkubuwono IX Anggota DPD RI Wilhelmus Pigai Salurkan Bantuan Hewan Kurban pada Hari Raya Idul Adha 1447 H untuk Masjid Al-Fattah Bupati Deiyai Ajak Semua Pihak Mengikuti Jumat Bersih di Pasar Waghete Wabup Nabire Apresiasi Peran PKBN, Sebut Kontribusi Etnis Batak Sangat Besar

Headline

Pj Sekda Puncak Klarifikasi Isu Insiden Kemburu–Pogoma: “Saya Tidak Pernah Sebut Pelaku”

Etty Welerbadge-check


					Pj Sekda Puncak Klarifikasi Isu Insiden Kemburu–Pogoma: “Saya Tidak Pernah Sebut Pelaku” Perbesar

NABIRE — Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kabupaten Puncak, Nenu Tabuni, memberikan klarifikasi terkait pernyataannya yang beredar di sejumlah media nasional mengenai insiden kekerasan di Distrik Kemburu–Pogoma.

Dalam pernyataan terbuka, Kamis (23/4/2026), Nenu menegaskan bahwa dirinya tidak pernah menyebut pihak tertentu sebagai pelaku penembakan terhadap warga sipil, sebagaimana yang diberitakan.

“Saya tidak pernah menyatakan itu. Saya bukan penyidik, saya pemerintah,” tegasnya.

Ia menjelaskan, keterlibatannya dalam peristiwa tersebut hanya sebatas menjalankan tugas sebagai pimpinan tim evakuasi korban, berdasarkan penugasan dari Bupati Puncak dalam situasi tanggap darurat.

Menurut Nenu, pemerintah daerah bersama unsur terkait telah melakukan koordinasi lintas instansi, termasuk dengan TNI dan Polri, dalam rapat yang dipimpin Gubernur Papua Tengah dan dihadiri unsur Forkopimda.

Koordinasi tersebut juga melibatkan Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III di Timika, guna membuka akses menuju lokasi kejadian untuk proses evakuasi korban.

“Rapat itu bertujuan membuka akses agar tim bisa masuk ke lokasi. Pemerintah daerah tetap bersikap netral dalam menangani peristiwa ini,” ujarnya.

Nenu menegaskan, informasi yang mengatasnamakan dirinya terkait penentuan pelaku merupakan kesalahpahaman. Ia bahkan menyebut tudingan tersebut sebagai fitnah yang merugikan dirinya.

“Saya tidak pernah menyebut siapa pelaku. Semua tudingan itu tidak benar,” katanya.

Ia juga menyampaikan bahwa proses evakuasi korban, baik yang meninggal dunia maupun luka-luka, telah dilakukan bersama tim gabungan, termasuk Palang Merah Indonesia (PMI). Pemerintah daerah, lanjutnya, juga telah menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak dan pengungsi.

Dalam kesempatan itu, Nenu mengimbau masyarakat agar tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Ia menegaskan siap menempuh jalur hukum jika tudingan terhadap dirinya terus berlanjut.

“Stop memfitnah. Jika terus berlanjut, saya akan ambil langkah hukum,” tegasnya.

Klarifikasi ini disampaikan menyusul adanya desakan dari tim investigasi HAM dan mahasiswa asal Puncak yang meminta penjelasan atas pernyataannya terkait insiden di Kemburu–Pogoma. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Bupati Yampit Nawipa, Kabupaten Paniai Raih Peringkat I Kinerja Penyaluran Dana Desa Terbaik di Papua Tengah

18 Juni 2026 - 10:00 WIB

IMG 20260618 WA0017

Dinas Pendidikan Kabupaten Deiyai Imbau SMP dan SMA Terapkan Kebijakan Pendidikan Gratis

18 Juni 2026 - 07:37 WIB

PT BCA Boosts Student Motivation with Religious Themed Event 2 (1)

Tingkatkan Pelayanan Kesehatan, Dinkes Kabupaten Mimika Perkuat Data Kebutuhan Nakes 

17 Juni 2026 - 13:41 WIB

IMG 20260617 WA0028

BPJS Kesehatan Mimika Sosialisasikan Kepesertaan JKN bagi Relawan SPPG di Papua Tengah

17 Juni 2026 - 13:36 WIB

IMG 20260617 WA0014

Pemkab Nabire Soroti Kenaikan Harga Telur, Bawang Merah dan Cabai Rawit

17 Juni 2026 - 13:31 WIB

IMG 20260617 WA0021
Trending di Headline