NABIRE – Pemerintah Provinsi Papua Tengah menyambut resmi penerbangan perdana Batik Air di Bandara Douw Aturure, Kamis (23/4/2026). Sambutan Gubernur Papua Tengah dibacakan oleh Sekretaris Daerah sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan konektivitas transportasi udara di wilayah tersebut.

Dalam sambutan tertulis Gubernur Meki Nawipa, disampaikan bahwa momen ini menjadi tonggak penting bagi kemajuan Papua Tengah, khususnya dalam sektor transportasi udara yang selama ini menjadi kebutuhan mendesak masyarakat.
“Penantian panjang ini merupakan tindak lanjut nyata dari keberhasilan proving flight pada 17 Juli 2025. Kehadiran Batik Air hari ini menjawab kerinduan masyarakat akan akses transportasi udara yang lebih cepat, nyaman, dan terjangkau,” demikian disampaikan Sekda saat membacakan sambutan gubernur.
Pemerintah Provinsi Papua Tengah menilai kehadiran rute baru ini sebagai langkah strategis dalam membuka keterisolasian wilayah. Rute penerbangan yang kini tersedia menghubungkan Nabire dengan sejumlah kota besar melalui transit di Ambon, di antaranya menuju Jakarta dan Makassar.

Menurut pemerintah daerah, konektivitas ini akan berdampak langsung pada efisiensi waktu tempuh, penurunan biaya logistik, serta memperkuat integrasi ekonomi Papua Tengah dengan pusat-pusat pertumbuhan nasional.
Lebih jauh, Pemerintah Provinsi Papua Tengah juga menargetkan Bandara Douw Aturure sebagai airline hub utama di wilayah tengah Papua. Posisi strategis Nabire dinilai memiliki potensi besar sebagai pintu masuk pergerakan orang dan barang.
“Papua Tengah kini siap menjadi sentral. Kita ingin menjadikan bandara ini bukan sekadar tempat transit, melainkan sebagai penghubung utama penerbangan di kawasan ini,” lanjutnya.
Dalam kesempatan tersebut, pemerintah juga menyampaikan apresiasi kepada Lion Air Group dan manajemen Batik Air atas komitmen menghadirkan layanan penerbangan di Papua Tengah. Kolaborasi ini dinilai sebagai bukti bahwa daerah tersebut aman, kondusif, serta memiliki potensi investasi yang menjanjikan.

Pemerintah daerah menegaskan komitmennya untuk terus menjaga stabilitas keamanan, meningkatkan infrastruktur pendukung, serta menciptakan iklim investasi dan transportasi yang berkelanjutan.
Di akhir sambutan, masyarakat Papua Tengah diajak untuk memanfaatkan peluang konektivitas ini sebagai pintu masuk kemajuan di berbagai sektor, mulai dari pendidikan, ekonomi, hingga peningkatan kesejahteraan.

Penerbangan perdana ini menjadi simbol awal era baru transportasi udara di Papua Tengah, sekaligus membuka akses yang lebih luas bagi pembangunan daerah secara inklusif dan berkelanjutan.(MB)









