Menu ✖

Mode Gelap
Senator Sopater Bawa Kasus Hilangnya Dua Warga Suku Mek Ke DPD RI, Desak Pengusutan Tuntas Dan Penegakan Hukum Yorrys Raweyai Dorong Aspirasi Daerah Menjadi Perhatian Nasional Wilhelmus Pigai Dorong Penguatan Hak Politik Orang Asli Papua melalui Kajian Regulasi Gubernur Meki Nawipa Tinjau Tambang Bawah Tanah Freeport, Pelajari Teknologi dan Operasional Pertambangan Empat Pejabat Tinggi Negara Turun ke Nabire, Tertibkan Tambang Emas Ilegal Natalius Pigai: Keberhasilan Pembangunan HAM Harus Dirasakan Langsung oleh Rakyat

News

Tim Investigasi HAM dan Mahasiswa Puncak Desak Sekda Klarifikasi Pernyataan Terkait Insiden Kemburu–Pogoma 

Etty Welerbadge-check


					Tim Investigasi HAM dan Mahasiswa Puncak Desak Sekda Klarifikasi Pernyataan Terkait Insiden Kemburu–Pogoma  Perbesar

NABIRE — Tim Investigasi HAM Kabupaten Puncak bersama Mahasiswa Puncak se-Indonesia mendesak Sekretaris Daerah Kabupaten Puncak, Nenu Tabuni, untuk memberikan klarifikasi terbuka terkait pernyataannya mengenai insiden kekerasan di wilayah Kemburu dan Pogoma.

Desakan tersebut disampaikan melalui surat terbuka yang ditujukan langsung kepada Sekda, menyusul pernyataannya di sejumlah media nasional, termasuk Metro TV dan Kompas pada 19 April 2026. Dalam pernyataan tersebut, Sekda menyebut pelaku penembakan terhadap warga sipil merupakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Namun demikian, Tim Investigasi HAM dan mahasiswa menyatakan bahwa hasil investigasi lapangan yang mereka lakukan menunjukkan adanya perbedaan informasi. Berdasarkan klaim mereka, sejumlah saksi warga sipil yang selamat menyebutkan bahwa operasi tersebut dilakukan oleh aparat militer dari satuan tugas tertentu, tanpa adanya kontak tembak dengan kelompok bersenjata.

“Informasi yang kami peroleh dari lokasi kejadian, termasuk kesaksian korban selamat, berbeda dengan pernyataan yang disampaikan kepada publik,” demikian isi pernyataan dalam surat terbuka tersebut. Rabu, 22 April 2026

Selain itu, mereka juga menyebut bahwa sejumlah pihak, termasuk unsur pemerintah daerah dan legislatif, telah mengetahui informasi tersebut dari berbagai sumber di lapangan.

Atas dasar itu, Tim Investigasi HAM dan Mahasiswa Puncak se-Indonesia menilai terdapat dugaan penyimpangan informasi yang berpotensi menimbulkan kesalahpahaman publik. Mereka pun mendesak agar Sekda segera memberikan klarifikasi resmi secara terbuka, termasuk melalui media yang sama agar informasi dapat tersampaikan secara luas dan transparan.

Surat terbuka tersebut turut ditembuskan kepada Bupati Puncak, Elvis Tabuni, serta Ketua DPRK Puncak, Thomas Tabuni.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Sekretaris Daerah Kabupaten Puncak maupun instansi terkait atas tuntutan klarifikasi tersebut.(MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kemenag Terbitkan Juknis Perlindungan Santri, Panduan Child Safeguarding bagi Pengasuh hingga Pengurus Pesantren

5 November 2026 - 12:53 WIB

IMG 20261105 215133

Pemkab Mimika Matangkan RDTR Kokonao untuk Pemerataan Pembangunan

5 November 2026 - 12:46 WIB

IMG 20261105 WA0042

Bangun Kepercayaan Masyarakat, Pemkab Mimika Perkuat Strategi Komunikasi Publik

5 November 2026 - 12:41 WIB

IMG 20261105 WA0041

Merasa Terancam Saat Angkut Batu, Ratusan Sopir Truk Minta Perlindungan Polisi

5 November 2026 - 12:35 WIB

IMG 20261105 213529

Cegah Anak Terkendala Saat Kuliah, Dukcapil Deiyai Benahi Data Kependudukan Siswa

5 November 2026 - 12:31 WIB

IMG 20261105 213018
Trending di News