Menu

Mode Gelap
Bupati Yampit Nawipa, Kabupaten Paniai Raih Peringkat I Kinerja Penyaluran Dana Desa Terbaik di Papua Tengah Dinas Pendidikan Kabupaten Deiyai Imbau SMP dan SMA Terapkan Kebijakan Pendidikan Gratis Teladan Kepemimpinan Sri Sultan Hamengkubuwono IX Anggota DPD RI Wilhelmus Pigai Salurkan Bantuan Hewan Kurban pada Hari Raya Idul Adha 1447 H untuk Masjid Al-Fattah Bupati Deiyai Ajak Semua Pihak Mengikuti Jumat Bersih di Pasar Waghete Wabup Nabire Apresiasi Peran PKBN, Sebut Kontribusi Etnis Batak Sangat Besar

News

Tim Investigasi HAM dan Mahasiswa Puncak Desak Sekda Klarifikasi Pernyataan Terkait Insiden Kemburu–Pogoma 

Etty Welerbadge-check


					Tim Investigasi HAM dan Mahasiswa Puncak Desak Sekda Klarifikasi Pernyataan Terkait Insiden Kemburu–Pogoma  Perbesar

NABIRE — Tim Investigasi HAM Kabupaten Puncak bersama Mahasiswa Puncak se-Indonesia mendesak Sekretaris Daerah Kabupaten Puncak, Nenu Tabuni, untuk memberikan klarifikasi terbuka terkait pernyataannya mengenai insiden kekerasan di wilayah Kemburu dan Pogoma.

Desakan tersebut disampaikan melalui surat terbuka yang ditujukan langsung kepada Sekda, menyusul pernyataannya di sejumlah media nasional, termasuk Metro TV dan Kompas pada 19 April 2026. Dalam pernyataan tersebut, Sekda menyebut pelaku penembakan terhadap warga sipil merupakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Namun demikian, Tim Investigasi HAM dan mahasiswa menyatakan bahwa hasil investigasi lapangan yang mereka lakukan menunjukkan adanya perbedaan informasi. Berdasarkan klaim mereka, sejumlah saksi warga sipil yang selamat menyebutkan bahwa operasi tersebut dilakukan oleh aparat militer dari satuan tugas tertentu, tanpa adanya kontak tembak dengan kelompok bersenjata.

“Informasi yang kami peroleh dari lokasi kejadian, termasuk kesaksian korban selamat, berbeda dengan pernyataan yang disampaikan kepada publik,” demikian isi pernyataan dalam surat terbuka tersebut. Rabu, 22 April 2026

Selain itu, mereka juga menyebut bahwa sejumlah pihak, termasuk unsur pemerintah daerah dan legislatif, telah mengetahui informasi tersebut dari berbagai sumber di lapangan.

Atas dasar itu, Tim Investigasi HAM dan Mahasiswa Puncak se-Indonesia menilai terdapat dugaan penyimpangan informasi yang berpotensi menimbulkan kesalahpahaman publik. Mereka pun mendesak agar Sekda segera memberikan klarifikasi resmi secara terbuka, termasuk melalui media yang sama agar informasi dapat tersampaikan secara luas dan transparan.

Surat terbuka tersebut turut ditembuskan kepada Bupati Puncak, Elvis Tabuni, serta Ketua DPRK Puncak, Thomas Tabuni.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Sekretaris Daerah Kabupaten Puncak maupun instansi terkait atas tuntutan klarifikasi tersebut.(MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Insentif Guru Madrasah Non ASN Mulai Cair Akhir Juni 2026

18 Juni 2026 - 12:32 WIB

IMG 20260617 WA0001

Pemkab Deiyai Raih Penghargaan Terbaik II Penyaluran DAK dari KPPN Nabire

18 Juni 2026 - 12:27 WIB

IMG 20260618 WA0014

Kapolres Nabire Tegaskan Penimbun BBM Akan Diproses Hukum

18 Juni 2026 - 12:23 WIB

IMG 20260618 WA0013

Pertamina Pastikan Stok BBM dan LPG di Nabire Aman Hingga Empat Minggu 

18 Juni 2026 - 12:20 WIB

IMG 20260618 WA0011

Pemkab Nabire Beri Waktu Sebulan: Kendaraan Pelat Luar Wajib Mutasi, BBM Subsidi dan Pajak Jadi Alasan Utama

18 Juni 2026 - 12:16 WIB

IMG 20260618 WA0009
Trending di Headline