Menu ✖

Mode Gelap
Senator Sopater Bawa Kasus Hilangnya Dua Warga Suku Mek Ke DPD RI, Desak Pengusutan Tuntas Dan Penegakan Hukum Yorrys Raweyai Dorong Aspirasi Daerah Menjadi Perhatian Nasional Wilhelmus Pigai Dorong Penguatan Hak Politik Orang Asli Papua melalui Kajian Regulasi Gubernur Meki Nawipa Tinjau Tambang Bawah Tanah Freeport, Pelajari Teknologi dan Operasional Pertambangan Empat Pejabat Tinggi Negara Turun ke Nabire, Tertibkan Tambang Emas Ilegal Natalius Pigai: Keberhasilan Pembangunan HAM Harus Dirasakan Langsung oleh Rakyat

Headline

Tiga Motif Batik Khas Deiyai Resmi Kantongi Hak Cipta

Etty Welerbadge-check


					Tiga Motif Batik Khas Deiyai Resmi Kantongi Hak Cipta Perbesar

DEIYAI — Kabupaten Deiyai kembali mencatat capaian penting dalam pelestarian budaya. Tiga motif batik khas daerah kini resmi mendapatkan perlindungan hukum melalui Surat Pencatatan Ciptaan dari
Kantor Wilayah Kementerian Hukum Papua.

Ketiga motif tersebut adalah Suku Mee Deiyai, Enaimoo Ekowai, dan Agiya, yang merupakan representasi nilai budaya dan identitas masyarakat lokal.

Penyerahan dokumen dilakukan oleh Penelaah Teknis Kebijakan Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Papua, Rio Simanjuntak, kepada perwakilan Dekranasda Kabupaten Deiyai, Yolanda Asmuruf, di Jayapura, Selasa (21/04/2026).

Rio Simanjuntak menegaskan bahwa pencatatan ini penting sebagai bentuk perlindungan terhadap karya budaya agar tidak disalahgunakan oleh pihak lain.

“Ini merupakan langkah nyata dalam melindungi kekayaan intelektual masyarakat, khususnya di bidang hak cipta,” ujarnya.

Sementara itu, Yolanda Asmuruf mengungkapkan bahwa pencapaian ini merupakan hasil dari proses panjang, mulai dari sayembara desain hingga pengajuan pencatatan ciptaan.

Ia juga menambahkan bahwa ke depan, tidak hanya batik, tetapi berbagai kerajinan khas Deiyai akan terus didorong untuk didaftarkan secara hukum.

Dengan adanya perlindungan ini, motif batik khas Deiyai kini memiliki kekuatan hukum dan tidak dapat digunakan tanpa izin, sekaligus membuka peluang pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya lokal. (SK)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kemenag Terbitkan Juknis Perlindungan Santri, Panduan Child Safeguarding bagi Pengasuh hingga Pengurus Pesantren

5 November 2026 - 12:53 WIB

IMG 20261105 215133

Pemkab Mimika Matangkan RDTR Kokonao untuk Pemerataan Pembangunan

5 November 2026 - 12:46 WIB

IMG 20261105 WA0042

Bangun Kepercayaan Masyarakat, Pemkab Mimika Perkuat Strategi Komunikasi Publik

5 November 2026 - 12:41 WIB

IMG 20261105 WA0041

Merasa Terancam Saat Angkut Batu, Ratusan Sopir Truk Minta Perlindungan Polisi

5 November 2026 - 12:35 WIB

IMG 20261105 213529

Cegah Anak Terkendala Saat Kuliah, Dukcapil Deiyai Benahi Data Kependudukan Siswa

5 November 2026 - 12:31 WIB

IMG 20261105 213018
Trending di News