Menu

Mode Gelap
Wilhelmus Pigai Serahkan Hadiah Quiz HUT ke-81 RI untuk Pelajar hingga Mahasiswa Pigai Tegaskan 10 Persen Saham Freeport Harus untuk Papua Tengah Gubernur Meki Nawipa Siapkan Coffee Morning Bersama Wartawan di Nabire Ketua Komite III DPD RI Minta Pemerintah Beri Perhatian Lebih kepada Dosen PTS di Wilayah 3T Sekjen DPD RI Dorong Budaya Evaluasi untuk Perkuat Kinerja Birokrasi HUT ke-4 Papua Tengah Jadi Titik Awal Program BANGKIT untuk Generasi Sehat Papua

Headline

Perayaan Malam Paskah, di Gereja Katedral Tiga Raja, Uskup Baptis 60 Orang

Etty Welerbadge-check


					Perayaan Malam Paskah, di Gereja Katedral Tiga Raja, Uskup Baptis 60 Orang Perbesar

TIMIKA – Umat Katolik Paroki Tiga Raja, mengikuti perayaan syukur malam Paskah atau disebut Sabtu Suci di Gereja Katedral Keuskupan Timika. Perayaan Syukur Malam Paskah diawali dengan upacara cahaya dilanjutkan ibadah sabda, pembaptisan dan ekaristi.

Prosesi upacara cahaya ditandai dengan menyalakan lilin Paskah oleh Uskup Keuskupan Timika, Mgr Bernardus Bofitwos Baru, OSA didampingi Pastor Benny Magai, Pr.

IMG 20260405 WA0000

Selain tradisi lilin Paskah, pada perayaan ini juga dilakukan tradisi pemberkatan, dimana 60 orang yang terdiri dari anak hingga dewasa menerima Sakramen Baptis, Komuni Pertama dan Sakramen Krisma.

Uskup Keuskupan Timika, Mgr Bernardus Bofitwos Baru, OSA dalam homilinya mengatakan, mengapa pada malam ini kita merayakan paskah ini ? Apa persoalan atau masalah utamanya yang menjadi faktor penyebab Tuhan kita Yesus Kristus lahir di dunia ini, mengajar kebenaran hidup dan keselamatan kekal bagi kita umat manusia, namun Dia ditangkap, disiksa, dijatuhi hukuman mati dibunuh di kayu salib namun Ia bangkit dari kematian.

“Jawaban dari pertanyaan-pertanyaan ini ditemukan dalam bacaan mulai dari Kitab Kejadian hingga Epistola dan Injil,” kata Uskup Bernardus.

Selain itu kata Uskup bahwa, akar persoalan yang membawa manusia jatuh kedalam kebinasaan kekal atau kehancuran abadi adalah kejahatan manusia sendiri.

Sebab manusia senantiasa selalu didorong oleh nafsu-nafsu kejahatan, nafsu kekuasaan, kesombongan, superbia, ingin menyamakan diri kita dengan Allah. Nafsu ingin menguasai alam ciptaan dan sesama manusia yang lain.

Nafsu ingin memiliki kekayaan berlebihan, nafsu ingin mengeruk kekayaan dengan membabi buta. Nafsu untuk menikmati kenikmatan yang sebanyak-banyaknya, sepuas-puasnya, nafsu untuk berkuasa dan main kuasa atas sesama saudara yang lain.

Untuk diketahui bahwa melalui Kitab Kejadian diceritakan dan diuraikan secara terinci dan detail bagaimana Allah menciptakan seluruh jagat raya ini, alam raya dan segala isinya termasuk manusia.

Di kesempatan tersebut Uskup mengajak umat untuk mendalami secara sungguh-sungguh uraian penulis dari kitab Kejadian. (IT)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Nasaruddin Umar Fokus Membantu Presiden sebagai Menteri Agama

27 Agustus 2026 - 12:35 WIB

IMG 20260827 WA0065

Suara Mahasiswa IPMAPAN  Pemda Paniai Harus Buka Mata dan Perhatikan Mahasiswa Paniai di Sorong

27 Agustus 2026 - 12:31 WIB

IMG 20260827 WA0069

DPD I KNPI Papua Tengah Gelar Rakerda I, Fokus Kawal Potensi Pemuda Hingga Rencana Rakornis

27 Agustus 2026 - 12:24 WIB

IMG 20260827 WA0066

Polwan Polres Mimika Gelar Bakti Kesehatan dan Sosial Sambut Hari Jadi Polwan ke-78

27 Agustus 2026 - 12:17 WIB

IMG 20260827 WA0114

Antisipasi Aduan Warga, Polres Mimika Akan Bentuk Posko Terpadu

27 Agustus 2026 - 12:13 WIB

IMG 20260827 WA0109
Trending di Headline