Menu

Mode Gelap
Piyos News Rayakan HUT ke-2, Perkuat Peran dari Papua Tengah hingga Nasional Bangun Keluarga Harmonis, Disdukcapil Mimika Sosialisasikan Nikah, Talak, Cerai, dan Rujuk DPD RI Sampaikan Respons atas Situasi Keamanan Papua, Dorong Penyelesaian Menyeluruh Natalius Pigai Soroti Insiden Berdarah di Papua Tengah, Minta Penyelidikan Menyeluruh Menteri HAM Tolak Pelaporan Jusuf Kalla, Dorong Penyelesaian Lewat Dialog Senator Papua Tengah Wilhelmus Pigai Soroti Temuan BPS: Penyaluran Bansos Harus Ketat Sesuai Kriteria

Headline

Perayaan Malam Paskah, di Gereja Katedral Tiga Raja, Uskup Baptis 60 Orang

Etty Welerbadge-check


					Perayaan Malam Paskah, di Gereja Katedral Tiga Raja, Uskup Baptis 60 Orang Perbesar

TIMIKA – Umat Katolik Paroki Tiga Raja, mengikuti perayaan syukur malam Paskah atau disebut Sabtu Suci di Gereja Katedral Keuskupan Timika. Perayaan Syukur Malam Paskah diawali dengan upacara cahaya dilanjutkan ibadah sabda, pembaptisan dan ekaristi.

Prosesi upacara cahaya ditandai dengan menyalakan lilin Paskah oleh Uskup Keuskupan Timika, Mgr Bernardus Bofitwos Baru, OSA didampingi Pastor Benny Magai, Pr.

IMG 20260405 WA0000

Selain tradisi lilin Paskah, pada perayaan ini juga dilakukan tradisi pemberkatan, dimana 60 orang yang terdiri dari anak hingga dewasa menerima Sakramen Baptis, Komuni Pertama dan Sakramen Krisma.

Uskup Keuskupan Timika, Mgr Bernardus Bofitwos Baru, OSA dalam homilinya mengatakan, mengapa pada malam ini kita merayakan paskah ini ? Apa persoalan atau masalah utamanya yang menjadi faktor penyebab Tuhan kita Yesus Kristus lahir di dunia ini, mengajar kebenaran hidup dan keselamatan kekal bagi kita umat manusia, namun Dia ditangkap, disiksa, dijatuhi hukuman mati dibunuh di kayu salib namun Ia bangkit dari kematian.

“Jawaban dari pertanyaan-pertanyaan ini ditemukan dalam bacaan mulai dari Kitab Kejadian hingga Epistola dan Injil,” kata Uskup Bernardus.

Selain itu kata Uskup bahwa, akar persoalan yang membawa manusia jatuh kedalam kebinasaan kekal atau kehancuran abadi adalah kejahatan manusia sendiri.

Sebab manusia senantiasa selalu didorong oleh nafsu-nafsu kejahatan, nafsu kekuasaan, kesombongan, superbia, ingin menyamakan diri kita dengan Allah. Nafsu ingin menguasai alam ciptaan dan sesama manusia yang lain.

Nafsu ingin memiliki kekayaan berlebihan, nafsu ingin mengeruk kekayaan dengan membabi buta. Nafsu untuk menikmati kenikmatan yang sebanyak-banyaknya, sepuas-puasnya, nafsu untuk berkuasa dan main kuasa atas sesama saudara yang lain.

Untuk diketahui bahwa melalui Kitab Kejadian diceritakan dan diuraikan secara terinci dan detail bagaimana Allah menciptakan seluruh jagat raya ini, alam raya dan segala isinya termasuk manusia.

Di kesempatan tersebut Uskup mengajak umat untuk mendalami secara sungguh-sungguh uraian penulis dari kitab Kejadian. (IT)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Antonius Kemong Terpilih Aklamasi, Siap Bawa KONI Mimika Fokus Pembinaan hingga Kampung

1 Mei 2026 - 07:27 WIB

IMG 20260501 WA0013

Musorkablub KONI Mimika Digelar, Bupati Ajak Benahi Tata Kelola dan Perluas Pembinaan Atlet

1 Mei 2026 - 06:43 WIB

20260501

400 Personel Gabungan Siaga, Pengamanan May Day di Mimika Diperketat

1 Mei 2026 - 05:49 WIB

IMG 20260501 WA0065

Semangat Persatuan Menggema di Timika, Barisan Merah Putih Papua Gelar Aksi Damai 1 Mei

1 Mei 2026 - 05:11 WIB

IMG 20260501 WA0037

Dana Otsus Papua Dipulihkan, Fokus pada Kualitas Belanja dan Target Pembangunan

30 April 2026 - 16:33 WIB

IMG 20260430 WA0045
Trending di Headline