Menu

Mode Gelap
Teladan Kepemimpinan Sri Sultan Hamengkubuwono IX Anggota DPD RI Wilhelmus Pigai Salurkan Bantuan Hewan Kurban pada Hari Raya Idul Adha 1447 H untuk Masjid Al-Fattah Bupati Deiyai Ajak Semua Pihak Mengikuti Jumat Bersih di Pasar Waghete Wabup Nabire Apresiasi Peran PKBN, Sebut Kontribusi Etnis Batak Sangat Besar PKBN Nabire Kukuhkan Kepengurusan Baru, Tegaskan Komitmen Jaga Kerukunan di Daerah Mayat Pria Ditemukan di Belakang Grapari Timika, Polisi Dalami Kasus dan Kejar Pelaku

Headline

Melkianus Mote Dorong Pembagian Saham Bank Papua untuk Tiga Provinsi Baru

Etty Welerbadge-check


					Melkianus Mote Dorong Pembagian Saham Bank Papua untuk Tiga Provinsi Baru Perbesar

DEIYAI – Ketua Asosiasi Bupati Papua Tengah, Melkianus Mote, menyuarakan pentingnya pembagian saham Bank Papua kepada tiga provinsi hasil pemekaran, yakni Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan. Hal ini dinilai sebagai langkah strategis untuk menciptakan keadilan dan keseimbangan dalam kepemilikan serta pengelolaan bank daerah di Tanah Papua.

Menurut Mote, saat ini saham Bank Papua masih didominasi oleh Pemerintah Provinsi Papua induk, sehingga provinsi-provinsi baru belum memiliki porsi kepemilikan yang jelas. Ia menegaskan bahwa pembagian saham tersebut harus mengacu pada Undang-Undang Pemekaran Daerah serta ketentuan yang berlaku bagi Bank Pembangunan Daerah (BPD).

“Pembagian saham ini penting agar tiga provinsi baru juga memiliki hak dan peran dalam pengelolaan Bank Papua,” ujar Mote.

Ia menjelaskan, setelah pembagian porsi saham awal dilakukan, masing-masing provinsi akan melakukan penambahan penyertaan modal (top-up) sesuai dengan kemampuan keuangan daerah. Dengan demikian, komposisi kepemilikan saham akan mencerminkan partisipasi aktif dari seluruh provinsi di Tanah Papua.

Namun, Mote mengakui bahwa saat ini Papua Tengah masih berstatus sebagai calon pemegang saham. Kondisi tersebut membuat pemerintah provinsi belum memiliki kewenangan untuk mengusulkan posisi strategis dalam jajaran direksi maupun komisaris Bank Papua, termasuk dalam forum Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) maupun RUPS Luar Biasa (RUPSLB).

“Karena belum resmi menjadi pemegang saham, kami belum memiliki hak untuk mengusulkan direksi atau komisaris,” jelasnya.

Saat ini, komposisi pemegang saham terbesar Bank Papua masih dipegang oleh Provinsi Papua induk dan Provinsi Papua Barat. Hal ini berdampak pada dominasi kedua provinsi tersebut dalam penempatan jabatan direksi dan komisaris.

Ke depan, Mote berharap setelah proses penataan saham selesai, keterwakilan dalam struktur kepemimpinan Bank Papua dapat dilakukan secara adil dan proporsional. Ia menekankan pentingnya keterlibatan enam provinsi di Tanah Papua agar tercipta keseimbangan dalam pengambilan kebijakan.

“Kami berharap ke depan ada keterwakilan yang berimbang dari enam provinsi di Tanah Papua dalam jajaran direksi dan komisaris,” pungkasnya. (SK)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Tingkatkan Pelayanan Kesehatan, Dinkes Kabupaten Mimika Perkuat Data Kebutuhan Nakes 

17 Juni 2026 - 13:41 WIB

IMG 20260617 WA0028

BPJS Kesehatan Mimika Sosialisasikan Kepesertaan JKN bagi Relawan SPPG di Papua Tengah

17 Juni 2026 - 13:36 WIB

IMG 20260617 WA0014

Pemkab Nabire Soroti Kenaikan Harga Telur, Bawang Merah dan Cabai Rawit

17 Juni 2026 - 13:31 WIB

IMG 20260617 WA0021

Mahalnya Pakan Ternak Berdampak Harga Telur di Nabire Tinggi 

17 Juni 2026 - 13:21 WIB

IMG 20260617 WA0024

Wagub Papua Tengah Tekankan Disiplin ASN dan Percepatan Penyerapan Anggaran dalam Apel Gabungan

17 Juni 2026 - 12:03 WIB

IMG 20260617 WA0109
Trending di Headline