Menu

Mode Gelap
Wilhelmus Pigai Serahkan Hadiah Quiz HUT ke-81 RI untuk Pelajar hingga Mahasiswa Pigai Tegaskan 10 Persen Saham Freeport Harus untuk Papua Tengah Gubernur Meki Nawipa Siapkan Coffee Morning Bersama Wartawan di Nabire Ketua Komite III DPD RI Minta Pemerintah Beri Perhatian Lebih kepada Dosen PTS di Wilayah 3T Sekjen DPD RI Dorong Budaya Evaluasi untuk Perkuat Kinerja Birokrasi HUT ke-4 Papua Tengah Jadi Titik Awal Program BANGKIT untuk Generasi Sehat Papua

Headline

Kasus Pembunuhan Kwamki Narama Disorot, DPRK Minta Penegakan Hukum Tegas

Etty Welerbadge-check


					Kasus Pembunuhan Kwamki Narama Disorot, DPRK Minta Penegakan Hukum Tegas Perbesar

TIMIKA – Ketua Komisi II DPRK Mimika, Dolfin Beanal, menyoroti kasus pembunuhan yang terjadi di Kwamki Narama baru-baru ini, meski sebelumnya telah dilakukan perdamaian adat antara dua kubu yang bertikai.

Diketahui, konflik berkepanjangan antara kelompok Dang dan Newegalen sempat terjadi pada Januari lalu dan berakhir melalui ritual adat perdamaian yang disaksikan aparat keamanan serta pemerintah daerah.

Dolfin mempertanyakan kembali munculnya aksi kekerasan tersebut setelah adanya kesepakatan damai. Ia mendesak agar pemerintah dan aparat keamanan melakukan penelusuran secara mendalam terhadap kasus tersebut.

Menurutnya, jika persoalan ini dibiarkan, konflik berpotensi meluas dan tidak hanya melibatkan sesama orang asli Papua, tetapi juga masyarakat umum yang tidak terkait, termasuk pejabat pemerintah.

“Timika ini sedang tidak baik-baik saja. Kita tidak bisa mengabaikan situasi ini. Pemerintah dan aparat keamanan harus berkolaborasi, mengejar oknum pelaku, dan menindak tegas agar kejadian serupa tidak terulang,” ujarnya saat diwawancarai, Senin (30/03/2026).

Ia juga menegaskan bahwa keamanan harus menjadi prioritas utama. Menurutnya, pembangunan tidak akan berjalan optimal jika masyarakat diliputi rasa takut dan trauma akibat konflik.

“Pembangunan bisa menyusul, yang utama adalah menyelesaikan persoalan keamanan. Kalau masyarakat trauma dan takut, daerah ini tidak akan maju,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati Mimika, Johannes Rettob, menyatakan bahwa peristiwa di Kwamki Narama bukan merupakan kelanjutan dari konflik sebelumnya.

Ia menegaskan bahwa pemerintah bersama para pihak telah menyepakati penghentian konflik melalui perjanjian damai yang telah ditandatangani, sehingga kejadian tersebut dikategorikan sebagai tindak kriminal murni.

“Pemerintah sudah menyatakan tidak ada lagi perang. Jadi kalau ada kejadian seperti kemarin, itu kita anggap sebagai kriminal murni,” jelasnya.

Bupati juga mengaku telah meminta aparat kepolisian untuk segera menindaklanjuti kasus tersebut dan menangkap pelaku sesuai hukum yang berlaku.

“Saya sudah sampaikan kepada Kapolres agar segera menindaklanjuti. Ini kasus kriminal murni dan harus diproses sesuai hukum,” pungkasnya. (CR2)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Sejarah Baru Di Paniai: DPD I KNPI Papua Tengah Gelar Pelantikan Dan Rakerda Perdana 

25 Agustus 2026 - 10:29 WIB

IMG 20260825 WA0010

Kasus Penganiayaan di Depan Pondok Amor, Polisi Masih Dalami Pelaku

25 Agustus 2026 - 10:12 WIB

IMG 20260825 WA0006

Pasca Evakuasi Nakes, Polisi Siapkan Koordinasi untuk Bantu Warga Jila

25 Agustus 2026 - 10:09 WIB

IMG 20260825 WA0007

Patroli Humanis Satgas Damai Cartenz Dekatkan Polisi dengan Warga Muara Puncak Jaya

25 Agustus 2026 - 09:51 WIB

IMG 20260825 WA0004

Penyanderaan Warga Sipil di Jila Dikecam, Yeri Hamadi: Jangan Jadikan Rakyat Korban Konflik

25 Agustus 2026 - 09:48 WIB

IMG 20260825 WA0002
Trending di Headline