Menu

Mode Gelap
Teladan Kepemimpinan Sri Sultan Hamengkubuwono IX Anggota DPD RI Wilhelmus Pigai Salurkan Bantuan Hewan Kurban pada Hari Raya Idul Adha 1447 H untuk Masjid Al-Fattah Bupati Deiyai Ajak Semua Pihak Mengikuti Jumat Bersih di Pasar Waghete Wabup Nabire Apresiasi Peran PKBN, Sebut Kontribusi Etnis Batak Sangat Besar PKBN Nabire Kukuhkan Kepengurusan Baru, Tegaskan Komitmen Jaga Kerukunan di Daerah Mayat Pria Ditemukan di Belakang Grapari Timika, Polisi Dalami Kasus dan Kejar Pelaku

Headline

Kasus Pembunuhan Kwamki Narama Disorot, DPRK Minta Penegakan Hukum Tegas

Etty Welerbadge-check


					Kasus Pembunuhan Kwamki Narama Disorot, DPRK Minta Penegakan Hukum Tegas Perbesar

TIMIKA – Ketua Komisi II DPRK Mimika, Dolfin Beanal, menyoroti kasus pembunuhan yang terjadi di Kwamki Narama baru-baru ini, meski sebelumnya telah dilakukan perdamaian adat antara dua kubu yang bertikai.

Diketahui, konflik berkepanjangan antara kelompok Dang dan Newegalen sempat terjadi pada Januari lalu dan berakhir melalui ritual adat perdamaian yang disaksikan aparat keamanan serta pemerintah daerah.

Dolfin mempertanyakan kembali munculnya aksi kekerasan tersebut setelah adanya kesepakatan damai. Ia mendesak agar pemerintah dan aparat keamanan melakukan penelusuran secara mendalam terhadap kasus tersebut.

Menurutnya, jika persoalan ini dibiarkan, konflik berpotensi meluas dan tidak hanya melibatkan sesama orang asli Papua, tetapi juga masyarakat umum yang tidak terkait, termasuk pejabat pemerintah.

“Timika ini sedang tidak baik-baik saja. Kita tidak bisa mengabaikan situasi ini. Pemerintah dan aparat keamanan harus berkolaborasi, mengejar oknum pelaku, dan menindak tegas agar kejadian serupa tidak terulang,” ujarnya saat diwawancarai, Senin (30/03/2026).

Ia juga menegaskan bahwa keamanan harus menjadi prioritas utama. Menurutnya, pembangunan tidak akan berjalan optimal jika masyarakat diliputi rasa takut dan trauma akibat konflik.

“Pembangunan bisa menyusul, yang utama adalah menyelesaikan persoalan keamanan. Kalau masyarakat trauma dan takut, daerah ini tidak akan maju,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati Mimika, Johannes Rettob, menyatakan bahwa peristiwa di Kwamki Narama bukan merupakan kelanjutan dari konflik sebelumnya.

Ia menegaskan bahwa pemerintah bersama para pihak telah menyepakati penghentian konflik melalui perjanjian damai yang telah ditandatangani, sehingga kejadian tersebut dikategorikan sebagai tindak kriminal murni.

“Pemerintah sudah menyatakan tidak ada lagi perang. Jadi kalau ada kejadian seperti kemarin, itu kita anggap sebagai kriminal murni,” jelasnya.

Bupati juga mengaku telah meminta aparat kepolisian untuk segera menindaklanjuti kasus tersebut dan menangkap pelaku sesuai hukum yang berlaku.

“Saya sudah sampaikan kepada Kapolres agar segera menindaklanjuti. Ini kasus kriminal murni dan harus diproses sesuai hukum,” pungkasnya. (CR2)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Tingkatkan Pelayanan Kesehatan, Dinkes Kabupaten Mimika Perkuat Data Kebutuhan Nakes 

17 Juni 2026 - 13:41 WIB

IMG 20260617 WA0028

BPJS Kesehatan Mimika Sosialisasikan Kepesertaan JKN bagi Relawan SPPG di Papua Tengah

17 Juni 2026 - 13:36 WIB

IMG 20260617 WA0014

Pemkab Nabire Soroti Kenaikan Harga Telur, Bawang Merah dan Cabai Rawit

17 Juni 2026 - 13:31 WIB

IMG 20260617 WA0021

Mahalnya Pakan Ternak Berdampak Harga Telur di Nabire Tinggi 

17 Juni 2026 - 13:21 WIB

IMG 20260617 WA0024

Wagub Papua Tengah Tekankan Disiplin ASN dan Percepatan Penyerapan Anggaran dalam Apel Gabungan

17 Juni 2026 - 12:03 WIB

IMG 20260617 WA0109
Trending di Headline