Menu ✖

Mode Gelap
Empat Pejabat Tinggi Negara Turun ke Nabire, Tertibkan Tambang Emas Ilegal Natalius Pigai: Keberhasilan Pembangunan HAM Harus Dirasakan Langsung oleh Rakyat Meki–Deinas: Ketika Langit dan Gunung Bertemu Pastor Berusia 36 Tahun Ditemukan Meninggal di Kolam Renang Kuala Kencana Sempat Viral Pimpin Upacara Hardiknas, Deki Degei Berterima Kasih kepada Gubernur Papua Tengah Papua Tengah Terang untuk Sugapa, Listrik Gratis 24 Jam Ditargetkan Mulai Desember 2026

Headline

KPA Deiyai dan Petugas Layanan PDP Bentuk Tim Pendampingan ODHA di Waghete

Etty Welerbadge-check


					KPA Deiyai dan Petugas Layanan PDP Bentuk Tim Pendampingan ODHA di Waghete Perbesar

DEIYAI – Komite Pengendalian AIDS (KPA) Kabupaten Deiyai bersama petugas layanan Perawatan, Dukungan, dan Pengobatan (PDP) resmi menyepakati pembentukan Tim Pendamping Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) di Puskesmas Waghete dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Waghete, Senin (23/2/2026).

Ketua KPA Deiyai, Maksimus Pigai, mengatakan bahwa tim pendamping akan berperan aktif dalam memberikan dukungan menyeluruh kepada ODHA, baik dari sisi medis maupun sosial. Menurutnya, tugas pendamping meliputi mendampingi pasien dalam proses pengobatan, memberikan edukasi tentang HIV/AIDS, membantu akses terhadap layanan kesehatan, serta mengurangi stigma dan diskriminasi di tengah masyarakat. Selain itu, pendamping juga akan memberikan dukungan psikologis, membantu perencanaan hidup pasien, menghubungkan dengan sumber daya yang tersedia, mengadvokasi hak-hak ODHA, mendukung keluarga dan komunitas, serta mengikuti pelatihan guna meningkatkan kapasitas dan kompetensi.

“Peran pendamping ODHA sangat strategis dalam membantu pasien menjalani kehidupan yang lebih sehat, produktif, dan bermartabat,” ujar Pigai.

Kesepakatan tersebut disambut positif oleh pihak Puskesmas dan RSUD Waghete. Dalam pertemuan itu, petugas kesehatan juga menyampaikan sejumlah tantangan yang dihadapi di lapangan, salah satunya keterbatasan reagen 1, reagen 2, dan reagen 3 untuk pemeriksaan HIV. Bahkan, beberapa reagen dilaporkan telah melewati masa kedaluwarsa.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Deiyai, Fransina Rumbiak Mote, S.KM, menyampaikan apresiasi atas inisiatif pembentukan tim pendamping. Ia menilai kehadiran pendamping ODHA akan sangat membantu tenaga kesehatan dalam meningkatkan kepatuhan pasien terhadap pengobatan dan kualitas layanan secara keseluruhan.

“Pendamping dapat membantu memberikan konseling tentang pentingnya kepatuhan minum obat, mengingatkan jadwal kontrol, memberikan dukungan psikologis, menjembatani komunikasi antara pasien dan tenaga medis, serta melakukan penelusuran bagi pasien yang tidak hadir atau melalui kunjungan rumah,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan program kesehatan memerlukan kerja sama semua pihak.

“Keberhasilan program kesehatan bukan hasil kerja satu orang, melainkan kerja kolektif yang solid. Dengan komitmen yang kita bangun hari ini, kita sedang memperkuat sistem kesehatan di Deiyai agar lebih responsif, lebih manusiawi, dan lebih bermartabat,” pungkasnya. (SK)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Tekan Stunting, TP-PKK Mimika Siapkan Satu Orang Tua Asuh untuk Setiap Anak

25 Oktober 2026 - 14:55 WIB

IMG 20261025 WA0029

Tokoh Pemuda Kapiraya Desak PUPR Mimika Akomodasi Aspirasi Warga dalam Master Plan, Melkianus: Manfaatkan SDA dan SDM Lokal Dalam Pembangunan Kota 

25 Oktober 2026 - 14:46 WIB

20261022

PUPR Mimika Matangkan Rencana Kota Baru Potowaiburu, Buka Akses dan Pacu Ekonomi Pesisir

25 Oktober 2026 - 14:25 WIB

IMG 20261025 232521

IPMANAPANDODE Bekali 45 Anggota Baru Lewat Seminar dan Orientasi 

25 Oktober 2026 - 13:45 WIB

IMG 20261025 WA0022

Rencana Pencurian Berujung Kekerasan Seksual, Polisi Berhasil Tangkap Pelakunya

25 Oktober 2026 - 13:41 WIB

IMG 20261025 WA0018
Trending di Hukrim