Menu

Mode Gelap
Teladan Kepemimpinan Sri Sultan Hamengkubuwono IX Anggota DPD RI Wilhelmus Pigai Salurkan Bantuan Hewan Kurban pada Hari Raya Idul Adha 1447 H untuk Masjid Al-Fattah Bupati Deiyai Ajak Semua Pihak Mengikuti Jumat Bersih di Pasar Waghete Wabup Nabire Apresiasi Peran PKBN, Sebut Kontribusi Etnis Batak Sangat Besar PKBN Nabire Kukuhkan Kepengurusan Baru, Tegaskan Komitmen Jaga Kerukunan di Daerah Mayat Pria Ditemukan di Belakang Grapari Timika, Polisi Dalami Kasus dan Kejar Pelaku

Headline

KPA Deiyai dan Petugas Layanan PDP Bentuk Tim Pendampingan ODHA di Waghete

Etty Welerbadge-check


					KPA Deiyai dan Petugas Layanan PDP Bentuk Tim Pendampingan ODHA di Waghete Perbesar

DEIYAI – Komite Pengendalian AIDS (KPA) Kabupaten Deiyai bersama petugas layanan Perawatan, Dukungan, dan Pengobatan (PDP) resmi menyepakati pembentukan Tim Pendamping Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) di Puskesmas Waghete dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Waghete, Senin (23/2/2026).

Ketua KPA Deiyai, Maksimus Pigai, mengatakan bahwa tim pendamping akan berperan aktif dalam memberikan dukungan menyeluruh kepada ODHA, baik dari sisi medis maupun sosial. Menurutnya, tugas pendamping meliputi mendampingi pasien dalam proses pengobatan, memberikan edukasi tentang HIV/AIDS, membantu akses terhadap layanan kesehatan, serta mengurangi stigma dan diskriminasi di tengah masyarakat. Selain itu, pendamping juga akan memberikan dukungan psikologis, membantu perencanaan hidup pasien, menghubungkan dengan sumber daya yang tersedia, mengadvokasi hak-hak ODHA, mendukung keluarga dan komunitas, serta mengikuti pelatihan guna meningkatkan kapasitas dan kompetensi.

“Peran pendamping ODHA sangat strategis dalam membantu pasien menjalani kehidupan yang lebih sehat, produktif, dan bermartabat,” ujar Pigai.

Kesepakatan tersebut disambut positif oleh pihak Puskesmas dan RSUD Waghete. Dalam pertemuan itu, petugas kesehatan juga menyampaikan sejumlah tantangan yang dihadapi di lapangan, salah satunya keterbatasan reagen 1, reagen 2, dan reagen 3 untuk pemeriksaan HIV. Bahkan, beberapa reagen dilaporkan telah melewati masa kedaluwarsa.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Deiyai, Fransina Rumbiak Mote, S.KM, menyampaikan apresiasi atas inisiatif pembentukan tim pendamping. Ia menilai kehadiran pendamping ODHA akan sangat membantu tenaga kesehatan dalam meningkatkan kepatuhan pasien terhadap pengobatan dan kualitas layanan secara keseluruhan.

“Pendamping dapat membantu memberikan konseling tentang pentingnya kepatuhan minum obat, mengingatkan jadwal kontrol, memberikan dukungan psikologis, menjembatani komunikasi antara pasien dan tenaga medis, serta melakukan penelusuran bagi pasien yang tidak hadir atau melalui kunjungan rumah,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan program kesehatan memerlukan kerja sama semua pihak.

“Keberhasilan program kesehatan bukan hasil kerja satu orang, melainkan kerja kolektif yang solid. Dengan komitmen yang kita bangun hari ini, kita sedang memperkuat sistem kesehatan di Deiyai agar lebih responsif, lebih manusiawi, dan lebih bermartabat,” pungkasnya. (SK)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah Gelar OJT Kusta, Filariasis, dan Hepatitis di Paniai

3 Juni 2026 - 10:35 WIB

IMG 20260603 WA0023

Babak Baru Kasus Sopi Dek 4 KM Leuser, Berkas Tersangka A.T.K Kini di Tangan Kejari Mimika

3 Juni 2026 - 10:31 WIB

IMG 20260603 WA0029

Warna-Warni Bendera Piala Dunia Hiasi Jalanan, Omzet Pedagang Siap Meroket

3 Juni 2026 - 10:26 WIB

IMG 20260603 WA0028

Hari Kedua Operasi Sikat Cartenz 2026: Polda Papua Tancap Gas Bongkar Jaringan Curanmor Hingga Penjarahan Gudang Distrik

3 Juni 2026 - 10:22 WIB

IMG 20260603 WA0026

Asisten II Setda Deiyai Buka Kegiatan Penyuluhan dan Sosialisasi Kebijakan Pajak Daerah

3 Juni 2026 - 04:43 WIB

IMG 20260603 WA0022
Trending di Headline