Menu ✖

Mode Gelap
Papua Tengah Terang untuk Sugapa, Listrik Gratis 24 Jam Ditargetkan Mulai Desember 2026 Komite IV DPD RI Evaluasi Realisasi TKD dan Dana Otsus di Papua Papua di Ambang Pintu Neraka atau Surga: Refleksi Kemanusiaan atas Konflik dan Perdamaian Isu Reshuffle Kabinet, Natalius Pigai: Saya Tak Pernah Bermimpi Jadi Menteri TNI AD dan DPD RI Turun Tangan Atasi Masalah Infrastruktur Daerah Komite IV DPD RI Rampungkan Uji Kelayakan 23 Calon Anggota BPK RI

Headline

KPA Deiyai dan Petugas Layanan PDP Bentuk Tim Pendampingan ODHA di Waghete

Etty Welerbadge-check


					KPA Deiyai dan Petugas Layanan PDP Bentuk Tim Pendampingan ODHA di Waghete Perbesar

DEIYAI – Komite Pengendalian AIDS (KPA) Kabupaten Deiyai bersama petugas layanan Perawatan, Dukungan, dan Pengobatan (PDP) resmi menyepakati pembentukan Tim Pendamping Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) di Puskesmas Waghete dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Waghete, Senin (23/2/2026).

Ketua KPA Deiyai, Maksimus Pigai, mengatakan bahwa tim pendamping akan berperan aktif dalam memberikan dukungan menyeluruh kepada ODHA, baik dari sisi medis maupun sosial. Menurutnya, tugas pendamping meliputi mendampingi pasien dalam proses pengobatan, memberikan edukasi tentang HIV/AIDS, membantu akses terhadap layanan kesehatan, serta mengurangi stigma dan diskriminasi di tengah masyarakat. Selain itu, pendamping juga akan memberikan dukungan psikologis, membantu perencanaan hidup pasien, menghubungkan dengan sumber daya yang tersedia, mengadvokasi hak-hak ODHA, mendukung keluarga dan komunitas, serta mengikuti pelatihan guna meningkatkan kapasitas dan kompetensi.

“Peran pendamping ODHA sangat strategis dalam membantu pasien menjalani kehidupan yang lebih sehat, produktif, dan bermartabat,” ujar Pigai.

Kesepakatan tersebut disambut positif oleh pihak Puskesmas dan RSUD Waghete. Dalam pertemuan itu, petugas kesehatan juga menyampaikan sejumlah tantangan yang dihadapi di lapangan, salah satunya keterbatasan reagen 1, reagen 2, dan reagen 3 untuk pemeriksaan HIV. Bahkan, beberapa reagen dilaporkan telah melewati masa kedaluwarsa.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Deiyai, Fransina Rumbiak Mote, S.KM, menyampaikan apresiasi atas inisiatif pembentukan tim pendamping. Ia menilai kehadiran pendamping ODHA akan sangat membantu tenaga kesehatan dalam meningkatkan kepatuhan pasien terhadap pengobatan dan kualitas layanan secara keseluruhan.

“Pendamping dapat membantu memberikan konseling tentang pentingnya kepatuhan minum obat, mengingatkan jadwal kontrol, memberikan dukungan psikologis, menjembatani komunikasi antara pasien dan tenaga medis, serta melakukan penelusuran bagi pasien yang tidak hadir atau melalui kunjungan rumah,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan program kesehatan memerlukan kerja sama semua pihak.

“Keberhasilan program kesehatan bukan hasil kerja satu orang, melainkan kerja kolektif yang solid. Dengan komitmen yang kita bangun hari ini, kita sedang memperkuat sistem kesehatan di Deiyai agar lebih responsif, lebih manusiawi, dan lebih bermartabat,” pungkasnya. (SK)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Debit Air Mulai Surut, Polda Papua Tetap Siaga di Kawasan Pasar Youtefa

11 Oktober 2026 - 09:12 WIB

IMG 20261011 WA0031

Setelah 10 Tahun Pembangunan, Gereja KINGMI Jemaat Sinai SP 2 Mimika Siap Diresmikan

11 Oktober 2026 - 08:48 WIB

IMG 20261011 WA0034

HMI Cabang Mimika dan GPII Papua Tengah Bagikan 150 Masker Gratis, Desak Pemkab Antisipasi Dampak Kabut Asap

11 Oktober 2026 - 02:43 WIB

IMG 20261011 114058

Papua Tengah Terang untuk Sugapa, Listrik Gratis 24 Jam Ditargetkan Mulai Desember 2026

11 Oktober 2026 - 02:09 WIB

IMG 20261011 WA0025

Mimika Genap 30 Tahun, Keluarga Perintis Pemekaran Pertanyakan Pengakuan atas Jasa Orang Tua “Jangan Dihapus dari Sejarah”

10 Oktober 2026 - 07:22 WIB

IMG 20261010 WA0011
Trending di Headline