Menu

Mode Gelap
Teladan Kepemimpinan Sri Sultan Hamengkubuwono IX Anggota DPD RI Wilhelmus Pigai Salurkan Bantuan Hewan Kurban pada Hari Raya Idul Adha 1447 H untuk Masjid Al-Fattah Bupati Deiyai Ajak Semua Pihak Mengikuti Jumat Bersih di Pasar Waghete Wabup Nabire Apresiasi Peran PKBN, Sebut Kontribusi Etnis Batak Sangat Besar PKBN Nabire Kukuhkan Kepengurusan Baru, Tegaskan Komitmen Jaga Kerukunan di Daerah Mayat Pria Ditemukan di Belakang Grapari Timika, Polisi Dalami Kasus dan Kejar Pelaku

Headline

Wamendagri Ribka Haluk Berduka atas Tewasnya Dua Pilot Smart Air di Boven Digoel

Etty Welerbadge-check


					Wamendagri Ribka Haluk Berduka atas Tewasnya Dua Pilot Smart Air di Boven Digoel Perbesar

Jakarta — Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya dua pilot pesawat PT Smart Air Aviation yang menjadi korban penembakan di Bandara Koroway Batu, Kabupaten Boven Digoel, Provinsi Papua Selatan, Rabu (11/2/2026).

Pesawat jenis Cessna PK-SNR dengan rute Tanah Merah–Danawage/Koroway Batu dilaporkan ditembak saat menjalankan penerbangan perintis untuk melayani masyarakat di wilayah terpencil. Dua pilot yang gugur dalam peristiwa tersebut diketahui bernama Capt. Egon E dan Capt. Baskoro. Pesawat tersebut mengangkut 13 penumpang.

“Turut berduka cita yang mendalam atas meninggalnya dua pilot yang ditembak di Boven Digoel,” ujar Ribka Haluk di Jakarta, Kamis (12/2/2026).

Ribka yang juga merupakan Anggota Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus (Otsus) Papua mengaku prihatin dan kecewa atas aksi penembakan terhadap para pilot yang tengah menjalankan tugas pelayanan kemanusiaan di Papua.

Menurutnya, tindakan penembakan tersebut sangat tidak manusiawi, mengingat para pilot penerbangan perintis memiliki peran penting dalam menjangkau masyarakat yang hidup di wilayah pelosok Papua.

“Ini sangat tidak manusiawi karena mereka ini melayani masyarakat hingga ke wilayah terpencil,” tegas Ribka.

Ia menjelaskan, penerbangan perintis merupakan salah satu sarana utama untuk membuka akses pelayanan bagi masyarakat pedalaman, termasuk distribusi logistik, pendidikan, dan kesehatan. Penerbangan tersebut juga menuntut keberanian tinggi serta dedikasi besar dari para pilot.

“Oleh karena itu, saya mengajak saudara-saudara di Papua untuk merenungkan kembali hal ini. Tidak boleh ada lagi penembakan terhadap orang-orang yang dengan sepenuh hati melayani di Papua, seperti pilot, guru, dan tenaga kesehatan,” ujarnya.

Ribka menegaskan bahwa Papua dikenal sebagai Tanah Injil dan Tanah Damai, sehingga kekerasan yang merenggut nyawa manusia tidak seharusnya terus terjadi.

“Sudah hukum Tuhan itu, tidak boleh membunuh,” katanya.

Lebih lanjut, Ribka berharap pemerintah daerah, mulai dari gubernur, bupati, hingga kepala distrik dan kepala kampung, serta lembaga lain seperti DPR dan MRP, turut bertanggung jawab dalam menjamin keamanan dan perdamaian di Tanah Papua.

Ia juga meminta aparat keamanan untuk mengusut tuntas kasus penembakan tersebut.

“Pihak keamanan diminta mengungkap pelaku penembakan ini, termasuk semua kejadian penembakan oleh orang tak dikenal di Papua,” pungkas Ribka. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Tingkatkan Pelayanan Kesehatan, Dinkes Kabupaten Mimika Perkuat Data Kebutuhan Nakes 

17 Juni 2026 - 13:41 WIB

IMG 20260617 WA0028

BPJS Kesehatan Mimika Sosialisasikan Kepesertaan JKN bagi Relawan SPPG di Papua Tengah

17 Juni 2026 - 13:36 WIB

IMG 20260617 WA0014

Pemkab Nabire Soroti Kenaikan Harga Telur, Bawang Merah dan Cabai Rawit

17 Juni 2026 - 13:31 WIB

IMG 20260617 WA0021

Mahalnya Pakan Ternak Berdampak Harga Telur di Nabire Tinggi 

17 Juni 2026 - 13:21 WIB

IMG 20260617 WA0024

Wagub Papua Tengah Tekankan Disiplin ASN dan Percepatan Penyerapan Anggaran dalam Apel Gabungan

17 Juni 2026 - 12:03 WIB

IMG 20260617 WA0109
Trending di Headline