Menu ✖

Mode Gelap
Sempat Viral Pimpin Upacara Hardiknas, Deki Degei Berterima Kasih kepada Gubernur Papua Tengah Papua Tengah Terang untuk Sugapa, Listrik Gratis 24 Jam Ditargetkan Mulai Desember 2026 Komite IV DPD RI Evaluasi Realisasi TKD dan Dana Otsus di Papua Papua di Ambang Pintu Neraka atau Surga: Refleksi Kemanusiaan atas Konflik dan Perdamaian Isu Reshuffle Kabinet, Natalius Pigai: Saya Tak Pernah Bermimpi Jadi Menteri TNI AD dan DPD RI Turun Tangan Atasi Masalah Infrastruktur Daerah

Headline

Wamendagri Ribka Haluk Berduka atas Tewasnya Dua Pilot Smart Air di Boven Digoel

Etty Welerbadge-check


					Wamendagri Ribka Haluk Berduka atas Tewasnya Dua Pilot Smart Air di Boven Digoel Perbesar

Jakarta — Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya dua pilot pesawat PT Smart Air Aviation yang menjadi korban penembakan di Bandara Koroway Batu, Kabupaten Boven Digoel, Provinsi Papua Selatan, Rabu (11/2/2026).

Pesawat jenis Cessna PK-SNR dengan rute Tanah Merah–Danawage/Koroway Batu dilaporkan ditembak saat menjalankan penerbangan perintis untuk melayani masyarakat di wilayah terpencil. Dua pilot yang gugur dalam peristiwa tersebut diketahui bernama Capt. Egon E dan Capt. Baskoro. Pesawat tersebut mengangkut 13 penumpang.

“Turut berduka cita yang mendalam atas meninggalnya dua pilot yang ditembak di Boven Digoel,” ujar Ribka Haluk di Jakarta, Kamis (12/2/2026).

Ribka yang juga merupakan Anggota Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus (Otsus) Papua mengaku prihatin dan kecewa atas aksi penembakan terhadap para pilot yang tengah menjalankan tugas pelayanan kemanusiaan di Papua.

Menurutnya, tindakan penembakan tersebut sangat tidak manusiawi, mengingat para pilot penerbangan perintis memiliki peran penting dalam menjangkau masyarakat yang hidup di wilayah pelosok Papua.

“Ini sangat tidak manusiawi karena mereka ini melayani masyarakat hingga ke wilayah terpencil,” tegas Ribka.

Ia menjelaskan, penerbangan perintis merupakan salah satu sarana utama untuk membuka akses pelayanan bagi masyarakat pedalaman, termasuk distribusi logistik, pendidikan, dan kesehatan. Penerbangan tersebut juga menuntut keberanian tinggi serta dedikasi besar dari para pilot.

“Oleh karena itu, saya mengajak saudara-saudara di Papua untuk merenungkan kembali hal ini. Tidak boleh ada lagi penembakan terhadap orang-orang yang dengan sepenuh hati melayani di Papua, seperti pilot, guru, dan tenaga kesehatan,” ujarnya.

Ribka menegaskan bahwa Papua dikenal sebagai Tanah Injil dan Tanah Damai, sehingga kekerasan yang merenggut nyawa manusia tidak seharusnya terus terjadi.

“Sudah hukum Tuhan itu, tidak boleh membunuh,” katanya.

Lebih lanjut, Ribka berharap pemerintah daerah, mulai dari gubernur, bupati, hingga kepala distrik dan kepala kampung, serta lembaga lain seperti DPR dan MRP, turut bertanggung jawab dalam menjamin keamanan dan perdamaian di Tanah Papua.

Ia juga meminta aparat keamanan untuk mengusut tuntas kasus penembakan tersebut.

“Pihak keamanan diminta mengungkap pelaku penembakan ini, termasuk semua kejadian penembakan oleh orang tak dikenal di Papua,” pungkas Ribka. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dinkes Paniai Apresiasi Bantuan 20 Ribu Masker dari Pemprov Papua Tengah

14 Oktober 2026 - 14:43 WIB

IMG 20261014 WA0030

Terombang-ambing Semalaman di Perairan Yapero, Enam Korban KM Citra Harapan Selamat

14 Oktober 2026 - 14:39 WIB

IMG 20261014 WA0028

DP3AKB Deiyai Salurkan BKB Kit ke TK PAUD Yomeni, Dukung Pembelajaran Anak Usia Dini

14 Oktober 2026 - 14:32 WIB

IMG 20261014 WA0023

Kabut Asap Selimuti Deiyai, Puskesmas Gakokebo Imbau Warga Gunakan Masker

14 Oktober 2026 - 14:22 WIB

IMG 20261014 WA0017

Kasus ISPA di Mimika Tembus 72.977, Dinkes Imbau Warga Waspadai Kabut Asap

14 Oktober 2026 - 11:48 WIB

IMG 20261014 WA0014
Trending di Headline