Menu

Mode Gelap
Gubernur Papua Tengah Tetapkan BOSDA Pendidikan Gratis Tahun 2026, Ribuan Siswa Jadi Penerima Manfaat Bupati Yampit Nawipa, Kabupaten Paniai Raih Peringkat I Kinerja Penyaluran Dana Desa Terbaik di Papua Tengah Dinas Pendidikan Kabupaten Deiyai Imbau SMP dan SMA Terapkan Kebijakan Pendidikan Gratis Teladan Kepemimpinan Sri Sultan Hamengkubuwono IX Anggota DPD RI Wilhelmus Pigai Salurkan Bantuan Hewan Kurban pada Hari Raya Idul Adha 1447 H untuk Masjid Al-Fattah Bupati Deiyai Ajak Semua Pihak Mengikuti Jumat Bersih di Pasar Waghete

Headline

Lapak Baca di Nabire Menjadi Api Perlawanan Literasi Rakyat Papua

Etty Welerbadge-check


					Lapak Baca di Nabire Menjadi Api Perlawanan Literasi Rakyat Papua Perbesar

NABIRE — Kolektif Lapak Baca dan Diskusi Kota Nabire kembali menggelar kegiatan rutin literasi di Asrama Kalibobo, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, Jumat sore (6/2/2026) pukul 17.00 WIT.

Kegiatan ini diikuti berbagai elemen masyarakat, mulai dari pelajar, mahasiswa, aktivis, hingga masyarakat sipil. Diskusi berlangsung hangat dan penuh antusiasme, dengan fokus pada literasi sebagai alat pembebasan dan perlawanan terhadap sistem sosial yang dinilai menindas rakyat Papua.

Koordinator Kolektif Lapak Baca dan Diskusi Kota Nabire, Kobay Bobii, menyampaikan bahwa pendidikan kritis menjadi pintu masuk untuk membangun kesadaran rakyat tertindas.

“Pendidikan kiri adalah jendela dunia untuk mengasah daya kritis dan pembebasan kaum tertindas dari belenggu penindasan yang terstruktur dan terorganisir. Kita melawan dengan cinta demi bangsa, melawan tiga musuh rakyat Papua, dan menyalakan api perlawanan menuju pembebasan serta sejarah alternatif gerakan rakyat Papua,” ujarnya.

Diskusi kemudian berkembang pada isu literasi sebagai senjata pembebasan. Orgenes, salah satu pengarah kegiatan literasi, menilai kondisi kemanusiaan saat ini berada dalam pusaran sistem global yang hanya menguntungkan segelintir elit.

“Kemanusiaan dalam tinjauan ekonomi, politik, sosial, dan budaya kini dikuasai sistem yang mengorbankan rakyat kecil demi kepentingan kapitalistik. Literasi adalah salah satu senjata dunia pembebasan hidup,” katanya.

Sementara itu, Eko Pinsen menegaskan bahwa literasi memiliki kekuatan besar dalam melawan ketidakadilan. Menurutnya, membaca bukan sekadar aktivitas intelektual, melainkan proses membangun kesadaran kritis.

“Membaca adalah cara menyusun ide-ide ilmiah secara rapi untuk menembus dinding dogmatis yang sering menjadi tameng kekuasaan. Membaca bukan untuk menjadi pintar, tetapi untuk mengasah pikiran dan mempersiapkan diri menghadapi ketidakadilan,” ujarnya.

Dalam catatan penutupan, Eko Vinsent mengulas kondisi sosial Papua yang dinilainya masih timpang. Ia menyoroti kesenjangan ekonomi yang tajam antara kelompok masyarakat.

“Kehidupan masyarakat kelas bawah hingga atas di Papua adalah potret politik ekonomi yang timpang. Kaum kaya tetap kaya, sementara kaum miskin tetap miskin. Namun perlawanan ekologis dan sosial melalui lapak baca, diskusi, dan aksi lainnya adalah bentuk nyata perjuangan rakyat,” tegasnya.

Ia menilai Kolektif Lapak Baca dan Diskusi Kota Nabire menjadi jalan alternatif dalam melawan penindasan ekonomi, politik, dan sosial.

“Literasi adalah bentuk perlawanan. Membaca bukan hanya kegiatan intelektual, tetapi tindakan politik untuk membebaskan rakyat dari penindasan dan kebodohan struktural,” katanya.

Menurutnya, melalui pendidikan kritis dan kegiatan literasi, masyarakat Papua membangun kesadaran kolektif dan solidaritas untuk mendorong perubahan sosial.

“Kolektif Lapak Baca dan Diskusi Kota Nabire menjadi simbol perjuangan rakyat Papua untuk belajar bersama, bergerak bersama, dan menyalakan api perubahan sosial,” pungkasnya. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Di Nabire, Panitia Reuni Sahabat 06 Se‑Papua Tengah Resmi Dikukuhkan

19 Juni 2026 - 09:49 WIB

IMG 20260619 WA0072

Pemkab Mimika Perkuat Sistem Perizinan Tenaga Kesehatan Lewat Sinkronisasi Data SIP dan Satu Sehat

19 Juni 2026 - 09:41 WIB

IMG 20260619 WA0071

GPDP Klasis Mimika Gelar Sidang Klasis VI, Tegaskan Gereja Harus Tangguh, Profesional, dan Relevan di Tanah Papua

19 Juni 2026 - 09:37 WIB

IMG 20260619 WA0069

Dinsos Deiyai Gelar Musyawarah Desa, Perkuat Verifikasi dan Validasi Data Kesejahteraan Sosial

19 Juni 2026 - 09:29 WIB

IMG 20260618 WA0023

Dinsos Deiyai Salurkan 1.000 Selimut dan Kelambu untuk Kelompok Rentan Melalui Dana Otsus

19 Juni 2026 - 09:26 WIB

IMG 20260619 WA0025
Trending di Headline